Janda Perawan

Janda Perawan
Extra part


__ADS_3

Hai Guys maaf ya author baru muncul lagi setelah mempertimbangkan akhirnya author putuskan akan ada Extra Part dulu dan untuk season 2 sudah ada rencana dan dan kemungkinan untuk season 2 menceritakan tentang Silla so jadi kalian penasaran kan? di tunggu ya


oke ga usah nunggu lama langsung aja kita ke Extra part yang pertama


➡️➡️


Arvan kini berusia 5 tahun ia sudah masuk taman kanak-kanak sementara Silla sudah Kelas 5 Sekolah Dasar.


Seperti biasa kegiatan Belva ketika pagi membangunkan Andra terlebih dahulu.


"Sayang bangunn, udah pagi aku duluan ya yang mandi"ucap Belva terbangun lalu mengambil bathrobenya, karena semalam setelah melakukan hubungan intim Belva langsung tertidur karena kelelahan.


"Hmm yaudah"ucap Andra tanpa membuka matanya.


"Gimana kalo mandi bareng aja? kayanya udah lama deh"Saran Belva tiba-tiba.


Andra langsung terbangun, ia kaget karena baru pertama kali Belva mengajaknya mandi bersama padahal biasanya Andralah yang mengajak Belva.


"Kamu yakin Sayang ?"ucap Andra tersenyum senang.


"Yakin lah ayo buruan bangun sebelum nanti Arvan bangun duluan"


Walaupun sempat kebingungan Andra tentu saja tidak akan melewatkan kesempatan, dengan sigap ia langsung mengendong Belva ala bridal dan berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Andra lebih terkejut ketika di kamar mandi niatnya ia yang akan mengajak olahraga di kamar mandi melainkan Belva bahkan ia sudah lebih dulu mencium Andra.


Hampir satu jam kira-kira mereka di kamar mandi sampai tubuh Belva menggigil kedinginan.


"Sayang ini bajunya udah aku siapin"ucap Belva sambil buru-buru memakai bajunya ia takut Arvan bangun lebih dulu karena pasti ia akan bertanya banyak hal dan Belva bingung harus menjawab apa nantinya.


"Iya Sayang"


selesai berpakaian, Belva pergi ke kamar Arvan dan Silla.


"Belva kenapa hari ini aneh banget, ga biasanya dia agresif banget"batin Andra lalu setelah rapi ia menyusul Belva keluar.


\=\=\=


"Hati-hati ya"ucap Belva.


"Dah Mommy"teriak Arvan sembari melambaikan tangan pada Belva.


"Dah Sayang"ucap Andra lalu melajukan.mobilnya.


Setelah mobil Andra sudah semakin jauh, Belva lalu masuk, niatnya ingin mengecek bahan-bahan di kulkas karena jadwalnya belanja kebutuhan.


"Wah masih ada mangga, seger nih kayanya"gumam Belva lalu mengambil satu buah mangga dan mengupasnya.

__ADS_1


"Masih pagi sudah makan mangga Non, lagi isi ya ?" tanya Bibi pada Belva yang sedang lahap memakan buag mangga.


"Engga kok bi, emang lagi pengen aja bibi mau?"


"Engga non, oh iya ini daftar kebutuhan yang sudah habis dan untuk bahan makanan bibi belum cek non"


"Oh iya Bi, untuk bahan makanan biar aku aja bi, bibi lanjut kerja yang lain aja"


"Baik non, Bibi permisi dulu ya"ucapnya berlalu meninggalkan Belva.


Selesai memakan habis buah Mangga, Belva lalu melanjutkan mengecek bahan makanan yang sudah habis.


sementara dikantor Andra tidak bisa fokus sama sekali, setelah sampai kantor ia mencium bau parfum yang membuatnya sangat pusing bahkan sampai mual.


"Kamu pake parfum apa sih Rio?"tanya Andra ketika Rio memberikan dokumen.


"Parfum yang biasa kok Pak"ucap Rio bingung.


"Besok jangan pakai lagi, baunya menyengat banget udah keluar sana kamu bikin saya pusing"ucap Andra memijat pelipisnya yang terasa sangat pusing.


"Tadi pagi perasaan ga kenapa-kenapa sekarang malah kaya gini"gumam Andra.


Andra memilih merebahkan tubuhnya di kamar ruang kerjanya dan sebelumnya menyuruh Rio untuk membatalkan jadwal hari ini karena sepertinya Andra tidak bisa bertemu klien.

__ADS_1


__ADS_2