Janda Perawan

Janda Perawan
Eps 25


__ADS_3

"kami pamit pulang dulu ya mba, aku akan sering main main kesini bolehkan?" tanya niken sekaligus berpamitan pada adelia


"tentu saja boleh, mba libur hari sabtu dan minggu kamu bisa main kesini" ucap adel


"oke, ayo kak niko kita pulang" ajak niken


"hmmm, kami pulang" ucap niko yang tak seperti biasanya


*****


"bu ini semalem adel dikasih banyak makanan sama teman adel, ini buat ibu sebagian" ucap adel menyerahkan makanannya pada bu atun pemilik kosan adel


"buat kamu saja nak, bisa disimpan dikulkas kan" tolak bu atun


"terlalu banyak bu takut mubazir, ini pokoknya buat ibu adel berangkat kerja dulu ya bu" pamit adelia


"terima kasih banyak ya del" ucap bu atun dibalas senyuman manis adelia


perjalanan adelia menuju tempat kerjanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh  menit dengan jalan kaki


sebenranya ada ojek ataupun kendaraan umum menuju tempat kerjanya tapi adel harus berhemat


"selamat pagi pak, Om" ucap adel yang tiba berbarengan dengan ferdi dan niko


adelia makin heran jika tak ada kerjaan kenapa niko setiap hari ke mall. tapi adel tak ambil pusing bukan jadi urusanya


"selamat pagi pak, bu" sapa adel pada seniornya ditempat kerjanya sikap ramah dan sopan adel membuatnya cepat beradaptasi dengan orang baru


adel duduk dimana tempatnya bekerja mulai merapikan tas dan dokumennya.

__ADS_1


"hai, namaku sita" ucap salah seorang karyawan yang satu ruangan dengan adelia


"iya kak namaku adelia, mohon bimbingannya ya kak" ucap adel


"kita kerja tim jadi harus saling support" ucap sita bijak


"terima kasih kak" ucap adel diacungi jempol oleh sita


keduanya sibuk bekerja hingga jam makan siang tiba


"ayo kita istirahat dulu jangan sampai nanti malah sakit" ajak sita beserta rekan lainya yang ada diruangan yang sama dengan adel


"iya kak duluan saja, aku bawa bekal" jawab adelia malu


"wah lebih sehat itu, lain kali aku juga bawa bekal kita makan bersama ya" sita meninggalkan ruangannya


satu pesn masuk dari nomer yang tak dikenal


"bisa kita ketemu, rafa" isi pesannya


"untuk apa?" adel sesungguhnya sangat merindukan suaminya antara benci dan cinta yang dia rasakan saat ini, rasa rindunya yang lebih dominan


"untuk meminta maaf, kita ketemu saja dulu nanti aku jelaskan semuanya" balas rafa


"oke di Mall MM, kakak yang cari tempatnya jam pulang kerja" jawab adelia memberika kesempatan pada rafa


jika keduanya memang masih berjodoh adel berharap akan ada jalan terbaik baginya dan rafa


"oke" balas rafa lagi

__ADS_1


rasa laparnya hilang bersama dengan pesan terakhir yang dikirimkan oleh rafa. adelia menutup kembali kotak bekalnya


"sayang buang buang makanan" ucap seeorang tiba tiba


"om ngagetin aja deh, dimana mana ada om" ucap adel menghela nafasnya


"dihatimu juga ada?"


deg jantung adel seakan berhenti berdetak. "apaan sih ngga lucu tahu" jawab adel ketus


"yang lagi ngelawak juga siapa?" sahut niko lalu keluar dari ruangan adel


"dasar pengangguran ngga jelas, ogah banget ihh punya suami modelan gitu" adel menggerutu sendiri


rasa sedihnya hilang kala niko mengajaknya mengobrol meski sekilas


adel yang sudah tak lapar kembali membuka berkas dan mencocokan antara yang ada didokumen dan juga dikomputernya


"kamu sudah makan del?" tanya sita


"sudah kak, kakak sudah makan juga?" tanya adel balik


"aku lagi ngga nafsu makan hanya beli roti dan kopi kamu mau?" tawar sita


"terima kasih kak, aku sudah makan" adel menolak halus


dari kejauhan niko memandang wajah adel diamatinya entah apa yang membuatnya gelisah saat tak bertemu dengan wanita yang baru saja ia temui


mungkinkah niko mulai membuka hatinya

__ADS_1


__ADS_2