Janda Perawan

Janda Perawan
Eps 107


__ADS_3

Dua hari sudah niko pergi bersama asistennya keluar negeri untuk urusan bisnis, meski hampir setiap jam sekali niko menghubungi adel ataupun sebaliknya tapi keduanya belum pernah berpisah jauh dan lebih dari satu hari sejak menikah


"mas,,, kangen!" adel mengirimi suaminya pesan singkat agar dapat membacanya nanti setelah perkerjaanya selesai


"iya sayang! mas lebih kangen lebih banyak lagi!" balas niko


"mas tak sibuk!" adel mengirimi pesan lagi


tak ada balasan namun beberapa saat kemudian panggilan video masuk pada layar ponsel adel


"haiii sayangnya mas! gimana hari ini semua oke kan?" tanya niko saat panggilan videonya diterima oleh adel



"mas sedang makan siang! sebentar lagi ada pertemuan jadi mas sempatkan dulu merefil energi!


kamu sudah makan belum?"


"sudah sayang! lihat saja pipiku makin membulat sekarang!" ucap adel menggemaskan


"tapi semakin cantik sayang, mas makin kangen kalau begini. kenapa waktu lama sekali berputar!" ucap niko tak sabar


membuat adel tertawa " jamnya aja yang diputar mas biar cepat, lakukanlah pekerjaanmu dengan baik. jangan mengecewakan hanya karena keluhan istrimu ini!" ucap adel mengjngatkan


"tentu saja tidak sayang! kamu adalah semangatku dan setiap keluhanmu akan menjadikan energi supaya pekerjaan mas lebih baik lagi!" ucap niko panjang kali lebar


selesai dengan makan siang niko berpamitan pada adel untuk bertemu kliennya, karena sudah jamnya tiba


adel menutup sambungan telfonnya dan mulai dengan membaca novel favoritnya kembali


yang sedang ia senangi saat tak ada yang diajak bicara. hingga sampai tertidur biasanya


*****


"selamat siang para peserta pelatihan! hari ini saya membawa seseorang untuk membatu dalam praktek pemindahan bibit tanaman dari penyemaian ke pot atau tempat lain yang dapat ditumbuhi tanaman!" suara rio memeperkenalkan wanita yang cukup cantik


dengan mengenakan pakaian yang terlihat lekuk tubuhnya


"perkenalkan ibu dias ini juga ahli dalam bidang pertanian dan peternakan!" lanjut rio

__ADS_1


deg suara jantung disti, tiba tiba rasanya sesak didadanya yang entah mengapa terjadi begitu saja


disti memukul mukul dadanya dengan telapak tangannya. dia berfikir apakah memiliki penyakit jantung atau asam lambungnya kambuh


"kenapa neng?" tanya ibu muda yang juga mengikuti pelatihan bersama disti yang saat ini duduk disampingnya


"ngga apa apa bu. hanya sedikit nyeri tadi!" jawab disti sopan


"ada masalah apa disana?" teriak rio sambil menunjuk kearah disti


"ngga pak, tidak ada apa apa!" jawab disti grogi


"baik kalau begitu tolong fokus, mari kita lanjutkan materinya sebelum praktek ke lapangan!" ucap rio


ada asisten yang membantunya dan ditambah dias yaitu tunangan rio yang juga memiliki hobi dan latar belakang pendidikan yang sama


"yang sudah selesai mengisi formulir dan data mari ikut saya dan ibu dias. kita bagi dua kelompok agar mudah saat bekerja!" rio memberi arahan pada para peserta pelatihan


disti membuntut dikelompok kedua yaitu dias. disti tiba tiba saja tidak mengagumi rio lagi setelah tahu punya tunangan


padahal rio tak memberikan harapan apapun pada disti. hanya saja disti merasa menemukan pria yang membuatnya kagum tanpa alasan


"bu! bu ayo lakukan!" ucap dias membuyarkan lamunan disti


bugh "aduhh maaf pak! maaf saya buru buru!" disti melihat sekilas rio lah orang yang ia tabrak


agar tak makin membuat jantungnya bahaya. ia memutuskan menghindar saja


rio sudah memeliki pasangan dan disti tak mau dekat dengan orang seperti itu


"kamu kenapa selalu ceroboh! ini alatnya!" rio menahan tangan disti saat akan kabur


dan memberikan apa yang disti cari


"terima kasih banyak pak!" disti mengambil alat yang dibawa rio dan kembali bergabung dengan temannya


sementara itu niken yang kali ini tak ada yang mengantar ataupun menjemputnya. ia memutusakan untuk membawa mobil sendiri saat kuliah dan bekerja dikantor kakaknya


hari ini niken berniat menjemput disti karena ia mendapat informasi dari rio jika disti hampir saja jadi korban pelecehan

__ADS_1


rio meminta niken merahasiakannya. kemungkinan masih ada rasa trauma dihati disti tentang kejadian yang menimpannya


"disti!!!" teriak niken melambaikan tangganya tinggi agar disti melihatnya


selesai dengan pelatihan disti segera ikut keluar area pelatihan. ia masih takut dengan suasana sepi yang ada diarea sekitar


"haii, terima kasih sudah menjemputku! disti memeluk niken senang


"jangan kepedean dulu, aku hanya iseng saja karena tak ada kekasih yang menemani. jadi aku gabut dan menjemputmu!" alasan niken


"bodo amat yang penting intinya kamu disini datang dan menjemputku!" ucap disti tak peduli ucapan niken


saat keduanya akan masuk kedalam mobil


"pantas saja gue seperti mengenal! ternyata teman simanja itu!" tunjuk dias pada niken


niken pun tercengang bisa bertemu dengan kakak kelasnya dulu yang selalu mengajaknya berdebat dan berunjung perkelahian


"ngapain lo ada disini!" ucap niken ketus


"tanya aja sama temen lo yang jadi murid gue! gue habis ngapain!" jawab dias tak kalah sinis


"ada apa ini?" rio datang dengan motor gedenya menghampiri dias dan juga niken


"itu beb! mereka menghina aku!" jawab dias mengadu pada rio


"teruskan saja dramanya, dasar drama queen ngga pernah berubah! disti ayo pulang lebih bagus drakor dirumah!" ucap niken kesal tak mau berdebat lagi


"tunggu niken!" tahan rio


"sudahlah jangan mengajakku berdebat, sedang ngga mood. urus aja itu peliharaanmu!" jawab niken melajukan mobilnya kencang


"niken pelankan mobilnya, aku takut!" ucap disti


"kamu ngga bilang kalau ada nenel sihir itu latih kamu!" kesal adel


"aku tak tahu. dia baru datang hari ini! dan dia tunangan pak rio!" jawab disti juga ikut kesal


"apa!!!!" niken lebih tercengang lagi

__ADS_1


keduanya akan menjadi saudara ipar. ini tak bisa dibiarkan


niken merencanakan sesuatu dalam otaknya


__ADS_2