Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.133


__ADS_3

Niken mulai bekerja layaknya karyawan perusahaan yanh datang tepat waktu dan pulang juga dijam yang sama


"permisi pak, ada yang perlu diperiksa lagi!" ucap niken mengetuk pintu dan masuk dengan sopan ke ruang ferdi


Niken bersikap profesional saat berada dikantor terlebih jika banyak orang atau pegawai lainnya


"silahkan! Taruh saja dimeja nanti saya periksa!" ucap ferdi sibuk dengan laptopnya tanpa mengalihkan pandangannya pada suara yang hampir setiap harinya ia dengar


"ini berkasnya pak, kalau sudah selesai akan saya ambil kembali!" lanjut niken menahan tawanya


Ferdi mengenakan kacamata dengan wajah serius membuatnya merasa lucu. Jatuh cinta pada sahabat kakaknya sendiri


"kenapa senyum senyum! Masih ada yang perlu dibicarakan sayang!" ucap ferdi seketika membuat niken kaget


Tentu saja niken mengira calon suaminya tak tahu siapa yang masuk ke ruangannya


"engga pak itu saja, saya peemisi dulu!" niken berbalik arah


Tangannya diraih ferdi yang berdiri dan mendekatkan tubuhnya pada niken


"jangan terlalu sering membuatku tak fokus, besok pakai rok yang lebih panjang saat ke kantor. Atau celana saja


Semuanya hanya milikku tak boleh orang lain lihat!" ucap ferdi memeluk niken dari belakang


"ini kantor kak!" tegur niken


"yang bilang ini kamar siapa? untung saja hanya ruang kantor!" ucap ferdi sembari memutar badan niken agar menatapnya


"kenapa waktu lama sekali berlalu. Kenapa ngga minggu besok saja tanggal pernikahan kita!" lanjut ferdi seolah tak sabar ingin selalu bersama dengan niken


Yang kelak akan menemaninya hingga tutup usianya


"puter tuh jam nya, lagian kenapa buru buru sih! Nanti juga bakal terajdi kan!" ucap niken


"jadi kamu ngga mau kita cepat menikah! Kamu malu nikah sama aku atau kamu belum yakin?" tiba tiba ferdi meradang


Ucapan niken entah mengapa terdengar seperti penolakan untuknya.

__ADS_1


Amarahnya memuncak dengan cepat namun langsung dapat ia kendalikan


"kakak baik baik saja kan?" bukannya takut niken justru sadar jika ada sesuatu yang menggangu ferdi


Selama ini tak pernah sekali pun ferdi berkata kasar, berteriak ataupun marah pada niken


"maaf sayang! Maaf kakak kelepasan!" ferdi memeluk kembali niken


"tak apa kak, jika ada masalah ceritakan saja karena tak ada yang aku tutupi semuanya kakak tahu tentangku!" ucap niken mengusap punggung ferdi


"ehemmmmm!"


"saya gaji kalian buat kerja bukannya malah asik pacaran!" ucap niko yang tiba tiba masuk


Soalah ajang balas dendam dulu sering kali adiknya mengganggunya saat sedang berdua dengan adel


keduanya melepaskan pelukannya tanpa rasa bersalah atau malu. Keduanya santai saja seperti tak terjadi sesuatu


"kakak jangan jahat dong! Kita kan mau menikah butuh banyak biaya!" ucap niken dengan wajah cemberut


"biaya apa! jangan mikirin yang ngga perlu itu urusan laki laki!" sahut niko tak terima


Niko mengangguk lalu mengajak niken dan ferdi duduk


"sepertinya sudah saatnya niken tahu, dan setelah ini adel juga akan saya beri tahu!"


Niken ingin mengatakan sesuatu namun niko menahannya dengan menggerakan tangannya


"kalian harus tahu, perusahaan ini masih atas nama kakek dan orang yang paling dekat dengan kakek adalah istri dan anak kandungnya. ini semua salah saya karena tak segera mengganti nama semua aset atas nama papi atau pun namaku.


Anak dari perempuan itu sudah mengajukan penyitaan aset dengan tuduhan penyalah gunaan hak!" niko mengambil nafas dalam


"usahaku selama ini membesarkan perusahaan ini hanya akan menjadi cerita,


Niken kakak sudah siapkan tabungan untuk mu, kamu bisa ke bank abc dan bertemu sepupu kita untuk mencairkannya kapan pun kamu butuh.


Sementara ini semua akses keuangan akan ditutup sampai kasusnya selesai.

__ADS_1


Dan kamu ferdi segera hubungi notaris serta pengacara terbaik untuk melawan serangan dari anak wanita itu"


Niko memberitahukan pada niken dan ferdi agar segera mendapatakan laporan keuangan dari awal niko mulai menjadi ceo nya


"baik kak, niken paham mengapa kakak begitu keras ingin niken mandiri!" tak banyak membantah niken menuruti perintah dan saran niko


"tenang saja semua back up data perusahaan sudaj saya pindahkan ke akun lain. Saya rasa mereka sejak lama mengincar kita tapi saya belum yakin akan hal itu!" ucap ferdi yang curiga jika ada mata mata dalam perusahaanya


"tolong bantu saya selamatkan perusahaan ini, jika mereka ingin bergabung baik baik tentu saja saya akan bagi!" ucap niko yang putus asa


Tak pernah terfikirkan olehnya jika vira akan datang lagi setelah sekian lama tanpa kabar. Sedangkan wasiat kakeknya perusahaan akan diteruskan dan dimiliki oleh garis darahnya yang terdekat


Niko bukan sedih dan takut kehilangan harta. Tapi takut perusahaan kakeknya jatuh ditangan yang salah


"sekarang pulanglah, adel pasti menunggumu!" ferdi menepuk pundak niko


Yang sedang menunduk lemas


"jangan khawatir tentang apapun, kita akan berjuang bersama. Lebih baik pernikahanku dipercepat saja!" ucap ferdi dengan penuh keyakinan


"tapi fer!" niko merasa bersalah


"kamu keberatan sayang, Jika kita tak pesta mewah untuk pernikahan?" tanya ferdi menatap serius pada niken


Niken menggeleng dan tersenyum "kita lakukan saja yang bisa membantu keadaan, pesta itu tak penting tapi perusahaan keluarga adalah hal yang harus kita jaga!" jawab niken penuh semangat


"ternyata sudah dewasa kamu dek!" niko mengusap kepala niken dan hendak menciumnya


"ehhh! Dia milikku!" cegah ferdi menarik tubuh niken agar menjauh dari niko


"astaga! kalian ini benar benar ya!" niko kesal


tapi perasaanya lega. Adiknya ada yang menjaga sekarang dan niko juga sudah memiliki keluarga


"saya pulang! Jangan terlalu lelah jika kalian mati aku tak punya orang yang bisa disuruh suruh!" ucap niko yang sebenarnya lain dihatinya


"hati hati kak!" ucap niken melambaikan tangannya

__ADS_1


"kita harus bantu kak niko ya kak!" ucap niken pada ferdi


"tentu saja harus! Kita adalah keluarga!" jawab ferdi mungkin saatnya sekarang membalas kebaikan sahabatnya


__ADS_2