Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.141


__ADS_3

hari ini adalah hari dimana pengadilan akan memutuskan siapakah yang berhak memiliki perusahaan.


niko dengan santai datang kepengadilan dengan ditemani oleh asistennya tentu saja ferdi yang tak pernah meninggalkan bos sekaligus calon kakak iparnya


"ternyata kamu menantangku! kita lihat saja siapa yang akan berlutut nanti" ucap vira saat berpapasan dengan niko yang keduanya akan masuk keruang sidang


niko tak membalas atau menjawab ucapan vira, ada sedikit rasa khawatir juga dalam hati niko, namun tak ia tunjukan


niko tetap tenang masuk keruang sidang dan duduk bersebelahan dengan vira. sidang pun dimulai bukti dan saksi mulai ditunjukan oleh pengacara vira


kesaksian yang membuat niko tersenyum menyeringai. bahwasanya niko mengancam vira selama ini agar tak mengambil alih perusahaan padahal hak seseungguhnya adalah vira yang mana saat itu adalah istri dari kakeknya


vira menatap niko dengan senyum kemenangan dan kesombongan. "i love you" ucap vira mengatakan hal yang membuat niko muak tanpa didengar oleh orang lain


ferdi sudah sangat geram sebenarnya melihat wajah wanita yang membuat pernikahan diundur dan membuat niken sedih tentunya.


niko menahan hingga akhir dan melihat bagaimana hasil keputusannya sebelum memberikan bukti yang kuat juga yang ia miliki


semua telah berjalan tanpa ada perlawanan yang berati dari pengacara niko atas permintaan niko sendiri


"semua telah terbukti dan saksi juga mengatakan hal yang masuk akal disertai bukti sah, maka dengan ini saya memutusakan!"


"tunggu pak hakim, ada yang terlupakan" niken masuk kedalam ruang sidang bersama dengan seseorang dan membawa sebuah kardus yang berisi berkas dan juga bukti lainya


"maaf anda siapa?" pertanyaan vira yang kaget dengan kedatangan niken beserta asisten rumah tangga kakeknya dulu

__ADS_1


"maaf pak hakim kami terlambat, tapi saya bawakan bukti dan saksi yang akan mengatakan hal sebenar benarnya" ucap niken meminta agar art nya berbicara


niko cukup lega karena niken tepat waktu


niken juga memberikan bukti penyerahan perusahaan dari kakeknya ke niko dengan sadar sebelum sakit tiba tiba dan meninggal.


sang art membenarkan jika vira pergi entah kemana saat kakeknya meninggal dan datang kembali mengambil barang dan juga beberapa aset lalu pergi kembali


"bohong pak hakim" vira tak terima dengan ucapan mantan art nya


"lanjutkan" ucpa hakim


bukti yang diberikan menunjukan jika dengan rutin niko memberikan sejumlah uang dan juga asuransi atas nama vira dan juga anaknya yang telah disesuaikan dengan hak nya


"kalian penipu!! saya tak terima ini!" vira berteriak saat sang art juga mengucapkan jika penyebab kematian bosnya dulu adalah mengetahui jika istrinya selingkuh


"sidang kita tutup, putusan telah menetapkan bahwa hak kepemilikan adalah saudara niko yang sah secara hukum dan juga ahli waris" hakim mengetuk palu setelah acara sidang yang cukup ricuh dan juga penuh drama


"awas kau, tak akan ku biarkan hidupmu baik baik saja selama aku hidup" ucap vira saat diseret polisi karena terbukti melakukan perselingkuhan dan juga terlibat dalam kematian orang tua niko


"semoga anda sadar , aku akan tetap memberikan hak mu sebagai istri dari kakekku. tapi jangan coba bermain denganku lagi!" ucap niko membuat vira kalah telak


wajah angkuh dan sombongnya seketika hancur, anaknya pun tak lepas dari jeratan hukum


"terima kasih bu, sudah mau membantu kami" ucap niko pada art kakeknya dulu yang bersedia hadir meski penuh resiko

__ADS_1


niko telah lama mencari dan akhirnya bisa menemukan saksi kunci


"sama sama den, saya senang bisa membantu sebelum saya meninggal saya bisa mati dengan tenang" ucap art kakek niko


"mampirlah kerumah kami bu, atau ibu juga bisa tinggal bersama kami agar lebih aman" tawar niko


"benar bu, kami dulu sangat senang bermaain dengan ibu" ucap niken mayakinkan


"terima kasih non, den tapi anak saya menunggu diluar bersama istrinya. kami akan menghabiskan masa tua saya bersama" tolak art kakek niko halus


"baiklah bu, sekali lagi terima kasih banyak atas bantuannya." ucap niko dengan tulus


"iya den, non saya pamit dulu"


niko, ferdi dan niken mengantarkansampai diparkiran dimana anak dan menantunya menunggu


'akhirnya bisa tidur lelap malam ini" ucap ferdi yang terlihat lelah selama berjalannya sidang dan persiapan menuju sidang


"terima kasih juga bantuan kalian, atur segera pernikahan kalian dan kakak akan berikan kado paling spesial untuk kalian" ucap niko mengusap pundak ferdi dan niken


"kita rayakan kemenangan kita dirumah saja, dan beritahukan papa dan mama pasti mereka menunggu kabar bahagia ini" perintah niko


"baik kak, kita ikut kerumah kakak dulu bolehkan soalnya mba adel sudah berkemas pasti butuh banyak bantuan" ucap niken yang melihat adel menyiapkan hal yang perlu dibawa saat pndah


nyatanya keadaan berkata lain

__ADS_1


"ayo.. mari kita pulang"


__ADS_2