Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Tepat pukul 2 dini hari Andra terbangun karena ia masih memikirkan tentang info yang di dapatkan Kak Daniel.


Andra melihat Belva yang terlelap tidur lalu ia memilih pergi ke ruang kerjanya, berusaha mencari rencana yang baik.


"Sepertinya jalan satu-satunya adalah memberitahu Silla secepatnya sebelum mereka duluan ia lebih baik Silla tahu dari kita daripada dari musuh"batin Andra ia lalu mengirimkan pesan singkat pada asistennya Ben yang sengaja ia kirim ke Australia yang memang satu pesawat dengan Arvan dan Al.


Andra juga tidak lupa memberitahu pada Kak Daniel tentang rencananya dan Kebetulan Kak Daniel pun memikirkan hal yang sama jadi mereka sepakat dan menyusun rencanananya.


Keesokan harinya Arvan membangunkan Silla di kamarnya karena Kakaknya itu minta di bangunkan karena takut terlambat karena ada meeting.


"Kak bangun ini udah jam 8.30 loh katanya mau meeting"ucap Arvan berbohong padahal jam masih pukul 7.00 waktu Australia.


"Apa? Kenapa.baru bangunin sekarang sih"ucap Silla yang panik.

__ADS_1


"Kak tenang duduk duluu ini minum air nya Arvan cuma bercanda kok sekarang masih jam 7 pagi"ucap Arvan tersenyum.


"Syukurlah"ucap Silla ia bisa bernafas lega dan minum airputih dengan tenang.


"Udah sana Kakak mandi Arvan juga mau bangunin Al"ujar Arvan lalu pergi ke kamar Al.


Sementara Silla memilih mengabari dulu Belva sudah kebiasaan jika bangun pagi yang di cari adalah ponselnya karena Silla tidak mau membuat Belva Khawatir dan malah datang tiba-tiba.


Arvan masuk ke kamar Al namun ia sedikit terkejut karena Al sudah rapi dan ada Omnya juga yang duduk di sofa.


Arvan pun patuh ia mengunci pintunya dan duduk di samping Al.


"Jadi hari ini kita mulai sesuai rencana ya Arvan kamu tahu kan tugas kamu?"tanya Kak Daniel karena sebelumnya Andra sudah bilang jika ia sendiri yang akan memberitahukannya pada Arvan sementara Al tentu saja di beritahu oleh ya.

__ADS_1


"Tahu Om"


"Ok kalian saling kerjasama ya ada yang mencurigakan langsung kabari"ucap Kak Daniel serius. Arvan dan Al mengangguk Paham mereka lalu bubar supaya Silla tidak mencurigai mereka.


Silla sudah rapi hari ini ia memakai buttoned Drees dengan Kerah Sabrina dan black Bel tidak lupa ia juga memakai aksesoris kalung dan anting serta rambut panjang yang dibiarkan terurai rapih.


"Perfect"ucapnya ketila melihat penampilannya di kaca.


Silla lalu membawa tas serta ponselnya dan segera keluar untuk sarapan bersama. Selama mereka di Australia mereka tinggal di sebuah Rumah yang cukup besar Alm.Papa Surya dulu sengaja membangun rumah ini untuk keluarganya jika ia ada urusan di perusaahan, Alm.Papa surya juga membangun rumah disetiap negara yang ada cabang perusahaanya alasanya karna rumah lebih nyaman daripada tidur dihotel.berbintang sekalipun.


Selesai Sarapan mereka semua berangkat ke kantor namun dengan mobil yang terpisah Silla bersama Arvan dan Al bersama Kak Daniel.


Hari ini Silla dan Kak Daniel sengaja datang lebih pagi karena ada meeting yang rencannya Kak Daniel akan membongkar pegawainya yang berhianat.

__ADS_1


Sebelumnya Kak Daniel sudah memberitahu Silla tentang pegawainya yang berhianat itu dan Kak Daniel menyerahkan pada Silla untuk mengatasinya di meetinh pagi ini.


__ADS_2