
hari hari berganti seperti biasa adel dan niko.melakukan tugas dan pekerjaannya secara profesional tanpa ada percakapan pribadi diantara keduanya saat bertemu
hari ini rapat bulanan diadakan sekalian dengan rapat akhir tahun yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya,
satu persatu kepala bagian menyampaikan laporannya begitu juga dengan adel. saat adel menyampaikan hasil laporannya niko seolah tak mau melihat dia terus memainkan ponselnya hingga adel selesai
adel menghela nafas panjang merasakan sedikit kecewa. apa yang membuat niko menghindar bahkan padahal adel tak masalah jika keduanya tetap berteman atau memang adel tak pantas mungkin
terakhir penyampaian informasi tentang rencana akhir tahun
"selamat pagi bapak/ibu sekalian. sebelum menutup rapat kita hari ini
seperti biasa setiap tahunnya perusahaan akan mengadakan karyawisata bagi para karyawan
untuk lokasi dan tempat akan diinformasikan melalui email masing masing karyawan agar dapat mengisi formulir pendataan!
sekian informasi dari saya
segera berikam jawaban jika sampai besok belum mengisi formulir maka akan kami angga tidak ikut serta"
ucap pegawai yang berkaitan dengan panitia karyawisata
__ADS_1
setelahnya semua pagawai kembali keruangan masing masing
"nik kapan pernikahannya diadakan, kan saya mau kasih kado spesial!" ucap ferdi yang mengikuti niko ke ruangannya
"brisik banget! kalau mau kamu saja sana yang nikahi fani!" ucap niko teriak
"maaf ganggu!" tiba tiba fani ada dibelakang ferdi tanpa disadari
"fan, kenapa kamu kesini?" tanya niko heran
"maaf mas saya diminta mama jihan mengantarkan makan siang untuk mas niko!" fani merasa sakit seolah kehadirannya tak diharapkan
"ohh iya terima kasih. kamu sudah makan?" tanya niko entah perhatian atau hanya untuk.menutupi rasa bersalahnya saja
niko tak mau menyakiti fani tapi juga tak bisa mencintainya
"sudah mas, aku pulang dulu ya mungkin mas sibuk!" ucap fani lembut
"duduklah dulu jauh jauh kemari!" ucap niko
fani mengangguk dan menuruti permintaan niko
__ADS_1
"fer bisa tinggalkan kami berdua!" niko mengusir ferdi yang dari tadi tak pergi juga meski diberikan kode dari niko
"baik pak!" ferdi melirik sinis pada niko
setelah kepergian ferdi "mas kita belum membeli cincin dan juga fitting baju!" ucap fani
"masih dua bulan lagi, saya takut bajunya sempit karena bisa saja saya membesar!" ucap niko memberikan alasan tak.masuk akal
bahkan tubuh niko tak berubah karena dirinya rajin berolah raga
"kalau cincin nanti biar asisten saya saja yang pesan kamu tinggal.pilih mau yang mana, jangan terlalu repot!" ucap niko yang tak tahu hal ini penting untuk pasangan pengantin
mata fani mulai berkaca kaca mendengat jawaban niko
"kamu mau makan malam bersama?" ajak niko ingin mencoba membuka hati untuk fani yang akan menjadi calon istrinya
"kapan mas?" tanya fani senang
"nanti malam, bersiaplah jam tujuh akan ada yang datang menjemputmu dan membawamu ke restoran yang saya pilih" jelas niko
"sekarang pulanglah, kabari jika sudah sampai!" niko mencoba memperhatikan fani agar hatinya melupakan adel
__ADS_1
"iya mas, aku akan dandan cantik buat mas malam ini" ucap fani dengan senyum bahagianya
niko semakim getir rasanya sanggupkah ia berjuanh dan bertahan dengan orang yang sama sekali tak menarik hatinya