Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.41


__ADS_3

sore hari saat jam kerja selesai adel ikut bersama teman kerjanya untuk menghilangkan penatnya


"yukk berangkat!" salah satu teman sita yang ikut bergabung untuk menonton film dibioskop


adel mengekori dari belakang para teman kantornya,


"selamat sore pak!" sapa para karyawan pada ferdi dan niko yang berjalan mendahului


"sore!" niko menjawab


diparkiran mobil niko menunggu adel muncul tapi tak muncul juga


"mau pulang atau disini saja nik" tanya ferdi kesal


niko melarangnya untuk menjalankan mobilnya


"tunggu sini dulu saya mau beli sesuatu untuk niken!" niko beralasan pada ferdi dan keluar dari mobilnya


ia naik lagi kelantai atas diarea kantornya tapi sudah sepi.


"apa ada yang lembur pak?" tanya niko pada ob yang sedang membereskan kantor


"tidak pak! semua sudah pulang" jawab ob pada niko


niko mengangguk dan meninggalkan pegawainya melakukan pekerjaannya


niko turun kelantai dibawahnya dimana mall berada


sekilas adel terlihat bersama beberapa karyawan lain yang


saat niko mengejarnya sudah tak terlihat lagi,


***


"kak aku boleh duduk di ujung ngga?" adel memilih kursi yang sebelahnya kosong karena ada lelaki juga yang ikut


sesuai pesan mertuanya adel tak boleh dekat atau bersama lelaki lain

__ADS_1


"boleh, ayo buruan duduk filmnya akan dimulai" ucap salah satu temannya


kelima orang itu fokus dengan film yang ditontonnya merupakan genre komedi


tawa riuh dari penonton lainnya juga membuat film makin seru


tak berbeda juga dengan adel yang fokus pada filmnya tapi mulutnya pun tak lupa pada tugasnya


"hahahaha! kocak! awas hahaha" adel berteriak dan tertawa bergantian


"seru banget ya!" bisik suara tak asing disamping telinganya


seketika adel menengok kursi yang disampingnya tadi kosong


sosok tubuh tegap dan dada lebar terlihat jelas


adel ketakutan hendak menjerit tapi mulutnya dibekap niko agar tak menjadi perhatian


"ini saya tenang saja!" niko berbisik dikuping adel membuat bulu kuduknya merinding


"saya lepaskan pelan pelan tapi jangan teriak oke!" niko melepaskan tangganya dari mulut adel adel menangguk mengerti


tiba tiba ingat statusnya saat ini. apa yang dia lakukan tidaklah benar


adel menghempaskan tangan niko


"jangan macam macam, saya istri orang pak" ucap adel kesal


entah kesal karena tak suka disentuh niko atau kesal karena tak bisa melakukan appun


"tenang saja, saya tidak menginginkan apapun dan akan selalu menghormati keputusanmu"


niko kembali mendekatkan kembali tubuhnya pada adel


kira kira satu jam berlalu film yang ditonton sudah selesai, kelima orang yang pergi bersama kini berpisah karena tujuannya berbeda


niko keluar lebih dulu takut ada yang nengenali.

__ADS_1


menuju parkiran mencari mobilnya ternyata sudah tak ada. niko membuka ponselnya ternyata ferdi mengabari jika pulang lebih dulu dan menunggu niko dirumahnya


"niko!" ucap seorang wanita cantik


"bella, kapan datang?"


bela mencium pipi niko lalu memeluk lengannya


"bel ini tempat umum!" tegas niko


"kalau begitu ayo keruang privat!" canda bela teman niko semasa sma


sejak kuliah bela diluar negeri dan jarang pulang


dari kejauhan adel melihat tajam pada dua sosok orang yang menggangu penglihatannya


"memang kalau laki laki semua sama aja, kecuali ayah!" ucap adel bergumam


adel melewati begitu saja pasangan yang tak sengaja bertemu setelah sekian lama


"adel tunggu!" niko melihat adel berjalan sendirian


"siapa nik?" tanya bela


"mau tau urusan orang saja!" jawab niko kesal dicueki adel


"suamimu mana? maaf tidak bisa hadir diacara kalian" sesal niko


"ada sedang membeli barang yang terlupakan, nah itu dia" tunjuk bela pada beni suaminya yang juga rekan bisnis niko


"hai pak niko!" sapa beni


"santai saja! kita tidak sedang dikantor" ucap niko


"kebetulan sekali, bagaimana kalau kita makan malam bersama!" ajak beni


"ayolah nik, sudah lama ngga ngumpul nih" ajak bela

__ADS_1


"oke baiklah!" niko pun tak enak hati menolak


__ADS_2