Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.106


__ADS_3


"selamat pagi ratuku yang cantik! kenapa masih pagi sudah melamun pasti kangen suami tampanmu ini ya!" sebuah pesan masuk diponsel adel


dari siapa lagi kalau bukan suami tercintanya


"dapat dari mana fotoku!" adel melihat sekitarnya tak ada orang


apa ia bermimpi jika niko pergi jauh. adel tak mendapatkan balasan dari pesan yang dikirimnya. mungkin sedang bekerja fikir adel


setelah mandi dan sarapan yang hanya sedikit agar anaknya tak kelaparapan.


adel merasakana nafsu makannya berkurang entah karena tak ada suaminya atau memang karena sedang mengandung.


"bu mau dibuatkan cemilan!" ucap bude sari menghampiri adel yang kesepian


biasanya ia juga ditinggal kekantor tapi tak akan lama karena sore hari sudah dapat bertemu lagi dengan niko


"ngga bude, terima kasih! disti sudah berangkat?" tanya adel


"sudah bu, dijemput non niken tadi pagi!" jawab bude sari


"jangan banyak pikiran bu, kasihan dede bayinya bapak pasti segera pulang!" ucap bude sari menenangkan adel


"ngga kok bude!" adel mengelak jika dirinya rindu suaminya


****

__ADS_1


"sayang! kenapa ngga angkat telfon aku dari pagi!" suara niken menggelegar diponsel ferdi


"maaf sayang, sejak tiba disini bahkan kakak dan niko belum istirahat, sekarang baru selesai rapat jadi bisa menghubungimu!" ucap ferdi sabar


berpacaran dengan anak yang usianya jauh dibawahnya pasti akan sulit. tapi karena rasa cintanya ferdi pun menyanggupinya


"oke! lain kali jangan bikin khawatir!" ucap niken lagi


"iya sayang, jangan bikin gemes pingin cepet cepet halalin! biar...." ucapan ferdi terputus


"biar bisa pergi bareng bareng keluar negeri!" lanjut ferdi


ia mendapatkan tatapan tajam niko saat akan bicara kearah dewasa pada niken


"sudah dulu ya! nanti kakak telfon lagi kalau sudah selesai!" ferdi mengakhiri sambungan telfonnya dengan niken


"apa sih nik, ganggu orang aja!" kesal ferdi


"jangan mulai ya! kamu pikir adel bisa hamil karena kamu tiup! jangan ganggu urusan anak muda atau aku nikahi niken segera biar cepet dapet ponakan!" ucap ferdi pada niko


dengan nada mengancam yang pasti akan membuat niko terdiam


"ayo selesaikan pekerjaanmu, siapkan dokumen selanjutnya! saya tak mau membuang waktu disini denganmu lebih lama lagi!" ucap niko


meninggalkan ferdi dikamarnya


"untung bos, calon kakak ipar lagi! gumam ferdi

__ADS_1


****


"dis, gimana pelatihannya? bagus ngga!" tanya niken yang keduany baru menyelesaikan kuliahnya


"bagus sih, aku jadi sedikit mengerti tentang memilih bibit yang bagus, setelah selesai aku mau langsung membantu mengelola toko peninggalan ayahku!" disti bercerita dengan khayalannya


"wah bagus itu, aku juga mulai belajar bisnis kak niko memaksaku untuk mandiri!" ucap niken


"menurutku kak niko benar, karena kita tak pernah tau apa yang akan terjadi kedepan. sepertiku contohnya


kalau saja tak punya saudara dan ipar seperti kak niko,....." disti menghentikan ucapannya


ia membuang nafasnya perlahan menahan sakitnya mengingat dirinya sebatang kara jika adel menaruh dendam pada perbuatan ibunya


"kalian semua orang baik, aku beruntung bisa bertemu kalian!" disti memeluk niken sambil terisak


"menangislah jika itu membuatmu tenang, tapi ingat jangan terus menangisi takdir. semua adalah rencana yang terbaik untuk hidup kita!" ucap niken yang terkadang sikap dewasanya timbul


"terima kasih!, aku juga bersyukur orang tuamu sangat menerimaku!" lanjut disti setelah air matanya tak lagi menetes


"kalau boleh jujur mereka bukan orang tua kandungku! tapi mereka merawatku melibihi anak kandungnya sendiri. sehingga aku tak pernah merasa kehilangan kasih sayang orang tua!" niken mengatakan apa yang ia rasakan


"maksudnya, kamu anak angkat bu jihan dan pak surya?" tanya disti penasaran


"mereka tante dan om ku!" jawab niken


tak ada lagi tangis dimata niken. semua kepedihan berlalu ia mensyukuri apa yang ia dapatkan saat ini

__ADS_1


dan setiap perjalanan manusia tak ada yang sama


meski tujuannya satu yaitu bahagia


__ADS_2