
Hiks...hiks...hiks [Suara tangis Nayla].
Bayu mendengar istrinya yang tengah menangis dalam kegelapan kamar tidurnya. Nayla mengira suaminya telah tidur, hingga ia merasa bebas untuk menumpahkan air matanya.
Nayla seakan gengsi menangis di depan suaminya. Padahal jika ia menumpahkan segala rasa kesedihannya. Tak mungkin Bayu tak merangkul dan menenangkan kepedihannya.
Bayu membiarkan istrinya menangis sepuas hatinya, ia terus mendengarkan sembari memejamkan matanya, ia tak mau Nayla tahu jika ia sejak tadi terus memperhatikan tangis istrinya yang begitu memilukan.
"Mulut mu begitu pedas bicara pada Kakak mu sayang, tapi hati mu begitu rapuh, seakan merasakan kepedihan dan keterpurukan yang di alami oleh Hendra. Pantas jika Ayah dan Bunda melarangku memberitahukan dirimu tentang kondisi Hendra dan Silvi pada mu, karena hati mu begitu rapuh," Gumam Bayu di dalam hatinya.
Kreakkkk!! [Suara derik pintu kamar Nayla dan Bayu terbuka].
Bayu mendengar jelas suara pintu kamarnya terbuka dan suara derap langkah seseorang menghampiri ranjang mereka. Bayu tetap berpura-pura tidur menghadap Nayla yang memunggungi dirinya.
Meskipun matanya terpejam, tapi Bayu tetap bersikap siaga. Jikalau itu adalah orang jahat, Bayu akan segera menyergapnya. Dengan membuka sedikit kelopak matanya, Bayu dapati bayangan seorang pria mendekati sisi ranjang yang terdapat istrinya.
__ADS_1
"Nay, jangan menangis lagi. Maafkan Mas yang sudah mengecewakan mu!" Ucap pria itu yang ternyata adalah Hendra.
Hendra berlutut dan mengusap air mata yang membasahi pipi adiknya.Hendra sangat mengenal bagaimana sifat dan sikap adiknya. Ia tahu Nayla akan menumpahkan tangisnya saat tengah malam, dimana sebagian orang sudah terlelap dalam tidurnya, hingga tak mengetahui Nayla sudah mengeluarkan sisi rapuh dalam dirinya.
"Aku sudah bilang pada mu sejak awal, jangan jalani jika kamu tak mencintainya Mas!" Balas Nayla dengan suara sesenggukan nya.
Ya. Sejak awal Hendra memutuskan ingin menikahi Silvi dan meninggalkan Amel, setelah penolakan yang di alami Hendra dari kedua orang tua Amel. Nayla terus meyakinkan Hendra dengan pernikahan mereka.
Saat itu di dalam pikiran Nayla, Hendra mengambil keputusan untuk menikah dengan Silvi bukan karena harta, tapi karena tindakan gegabahnya akan rasa sakit hati karena penolakan yang ia dapati dari ke dua orang tua Amel.
"Aku harus menjalaninya demi Amel, Nay. Aku sangat mencintainya." Sahut Hendra dengan suara yang cukup pelan, agar hanya bisa di dengar Nayla dan dirinya. Ia tak mau Bayu terbangun dan mendengarnya.
Hendra terdiam, ucapan Nayla mengingatkan dia, bagaimana Dokter Nail meninggal di hadapan dirinya. Dia mabuk berat saat ia mendatangi Dokter tampan itu yang tengah mabuk-mabukan di sebuah club malam.
Awalnya dia hanya ingin menenangkan diri dengan minum-minum, tapi siapa sangka baru sampai di sana, ia sudah mendapati Neil tengah mabuk dan berbuat onar.
__ADS_1
Hendra bermaksud menolongnya namun apa yang terjadi, Neil tak sudi mendapat bantuan dari Hendra. Ia menyetir dalam keadaan mabuk, merasa khawatir dengan Neil, Hendra mengikuti dari belakang dan siapa sangka kecelakaan itu terjadi di depan matanya.
"Mba Silvi itu orang baik Mas, dia tak pernah menyakitimu, begitu pula dengan Dokter Neil. Dia bahkan menyelamatkan nyawa ku. Kenapa kau tega menyakiti mereka?" Ucap Neyla tang berusah mengingatkan kebaikan keduanya pada Hendra.
"Aku sudah berusaha menjadi suami yang baik selama ini untuknya. Kau lihat sendiri bagaimana keharmonisan rumah tangga kamu, tapi aku tak bisa menahan diriku, jika Amel terus berada disekeliling ku, Nay. Untuk masalah Neil, aku tak mengenal dekat dirinya jika bukan karena dirimu dan juga Amel saudaranya." Bela Hendra.
"Mas, aku tak bisa berkata apa-apa lagi tentang mu, bagiku kau sudah mengecewakan ku. Jika diizinkan aku ingin membenci mu. Tidakkah kau sadar, kau juga memiliki adik perempuan. Jika aku berada di posisi Mba Silvi bagaimana perasaan mu, Mas. Apa kau terima aku dibohongi dengan cinta semu yang diberikan suamiku pada ku, ketika aku sakit seperti Mbak Silvi, hah?" Ucay Nayla agar Hendra sadar akan kesalahannya.
Meskipun ia sudah menyadari kesalahannya. Dia pun bingung harus berbuat apa, karena orang yang ia sakiti sudah tiada.
"Bayu tak akan sebaji.ngan diriku Nay, aku menyendiri karena rasa bersalah ku, takut membuat mu kecewa karena memiliki kakak seperti diriku. Yang rela menjadi suami bayaran demi memperjuangkan cintanya pada gadis yang sangat ia cintai."
"Kau akan berbahagia di atas dosa yang kau perbuat Mas, apa kau sanggup. Bayang-bayang rasa bersalah mu tak akan hilang sampai kau menutup mata sekalipun," ucap Nayla.
"Kau benar, aku akan dihantui rasa berdosa ku pada Silvi, tapi apakah pendosa seperti ku tak patut bahagia Nay?"
__ADS_1
"Mas, aku tak melarang mu bahagia dengan wanita manapun, tapi tidak dengan cara mu menjadi suami bayaran hanya demi harta yang diinginkan kedua orang tua Amel."
"Aku ini laki-laki Nay, harga diriku terinjak ketika lamaran ku di tolak hanya karena materi." Tutur Hendra yang berharap Nayla dapat mengeti alasan mengapa ia mau menjadi suami bayaran.