Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 154


__ADS_3

Pagi hari ketika Bayu harus bekerja ke kantor dan Amel sedang tidak ada jam di kampusnya, Amel pun menyodorkan dirinya dengan senang hati untuk menunggu dan menjaga Nayla di rumah sakit.


Kedua orang tua Nayla dan juga kedua mertua Nayla Bukannya tidak mau menjaga atau menemani Nayla di rumah sakit. Hanya saja salah satu diantara kedua orang tua Nayla ada yang sedang tidak enak badan, sehingga mereka tidak bisa menemani ataupun menjaga Nayla, sedangkan kedua mertua Nayla tidak bisa menjaga dan menemani nayla, karena mereka harus mengurus Sultan di kediamannya.


"Mami gak apa-apa ya di tunggu sama Amel dulu? Papi ada urusan penting di kantor soalnya." Ucap Bayu sat oamit dengan sang istri.


"Iya Papi hati-hati ya." Jawab Nayla singkat agar suaminya cepat pergi.


Saat suaminya berangkat bekerja adalah hal yang sangat dinanti-nantikan oleh Nayla, apalagi dia akan dijaga dan ditemani oleh sahabat sekaligus calon kakak iparnya yang sudah menjadi bestie bagi dirinya. Tidak mungkin Amel akan mengekangnya seperti saat Bayu menjaganya.


"Sumpah gue BT banget di rumah sakit, apalagi harus nunggu sampai dua minggu lebih, rasanya gue pengen cepet-cepet aja merojol gak usah nunggu sampai dua minggu lagi," ucap Nayla pada Amel yang sedang mengupas pepaya untuk Nayla makan.


"Sabar," sahut Amel ya masih sibuk mengupas buah pepaya untuk Nayla.


"Ini nih lihat aja lu bukannya ngupasin buah mangga muda tapi malah ngupasin buah pepaya yang lembek manis, aduh nggak banget deh Mel,"


"Hahahaha... ini tuh buah bagus buat pencernaan lu, jadi ntar kalau lu ngelahirin secara normal langsung deh tuh nggak pakai ngeden lagi udah langsung meluncur Si Dede dari rahim lo melewati gua rawa-rawa hahaha..." sahut Amel dengan ucapan absurdnya.


"Bisa ae lo Mel hahaha gua rawa-rawa."

__ADS_1


"Yuhuu... klau gak bisa ae bukan gue dong Nay?"


"Hahahaha iya. Tapi ngomong-ngomong gue lagi nggak pengen makan, Mel. Gue lagi pengen tidur, Lagi pula tadi gue udah sarapan dan sekarang gue ngantuk banget nih, soalnya semalam gua habis olahraga turun naik sama suami gue, tapi sebelum gue tidur gue pengen dikelonin sama lo ya sambil diusap-usapin punggung belakang gue kayak biasanya ya Mel." pinta Nayla pada calon kakak iparnya.


Nayla memang paling suka sekali jika tidur bersama Amel, karena Amel sangat rajin mengusap-ngusap punggungnya hingga ia tertidur. Amel selalu memperlakukan Nayla seperti saudaranya sendiri sejak dulu. Amel sangat menyayangi Nayla, begitu pula Nayla juga sangat menyayangi Amel, jika salah satunya di antara mereka bersedih, maka keduanya akan sama-sama bersedih, dan jika salah satu di antara mereka ada yang senang dan bahagia, keduanya pun akan turut merasakan senang dan bahagia. Begitulah tali persahabatan erat keduanya.


"Ok. Gue cuci tangan dulu ya." ucap Amelia yang segera menghentikan aktivitasnya mengupas kulit pepaya untuk Nayla, ia meletakkan pekerjaannya yang belum selesai ke dalam kulkas yang telah tersedia di ruang rawat Nayla yang super mewah itu.


Usai mencuci tangannya, Amel membantu Nayla untuk turun dari ranjang tidur rumah sakit yang sedang Nayla tempati, karena rupanya Nayla ingin tidur di ranjang yang lebih besar dan luas bersama Amel yang ada di sudut ruangan.


Nayla membaringkan tubuh buncitnya dengan posisi miring ke kanan di atas ranjang berukuran Queen size itu, kemudian disusul dengan Amel yang juga membaringkan tubuhnya di ranjang itu, dengan segera tangan Amel mengusap-ngusap lembut punggung Nayla, tanpa banyak berkata-kata atau bicara satu sama lain keduanya pun akhirnya tertidur dengan pulas.


Di saat keduanya tertidur dengan pulas ada dua orang pria berpakaian tenaga medis penyelinap masuk ke dalam kamar rawat Nayla, kedua perawat pria itu adalah orang suruhan Diana.


Nayla yang tidak menggunakan pakaian rumah sakit dan berpenampilan sama dengan Amel membuat kedua pria suruhan Diana menjadi bingung. Apalagi keduanya tertidur dalam posisi yang sama dalam ranjang yang sama dan pakaian daster kebesaran yang senada, ya Amel menggunakan baju daster senada milik Nayla, ia menggantinya saat Bayu sudah pergi dari ruang rawat sahabatnya ini, alasan ia mengganti pakaian karena ingin bergerak leluasa dengan pakaian rumahan itu. Untuk mempersingkat waktu agar aksinya tidak ketahuan l, akhirnya kedua pria penculik itu memutuskan mengangkut keduanya bersamaan.


Nayla dan Amel dibawa ke sebuah gudang yang berada di pinggiran kota dekat pelabuhan. Keduanya diikat di sebuah kursi dalam kondisi yang masih menutup mata, pasalnya sebelum mereka dibawa ke markas kedua penjahat ini sudah terlebih dahulu memberikan keduanya obat bius agar tidak melawan saat dibawa ke markas.


Samar-samar Amel yang telah sadar terlebih dahulu mendengar seorang wanita tengah marah-marah kepada kedua penjahat itu.

__ADS_1


"Bodoh!! Kenapa kalian menculik dua orang. Saya kan menyuruh kalian untuk menculik satu orang ibu hamil, bukan mencuri ibu hamil dan temannya," omel wanita itu yang tidak lain adalah Diana, kepada kedua penjahat bayarannya.


"Maafkan kami Bos, kami diburu waktu. Kami tidak bisa membedakan keduanya karena memakai pakaian yang sama dan kehamilannya sungguh tidak terlihat, lagi pula saat kami datang ke kamar itu keduanya tengah tidur di ranjang yang sama," terang salah satu darinkeduanya membela diri mereka.


"Arghhh.... bisa-bisanya saja kalian menutupi kebodohan kalian ini. Ya sudah kalau kayak begini mau bagaimana lagi. Kita akan membuang keduanya bersamaan tapi sebelum kalian membuang keduanya. Aku ingin menyiksa istri Bayu terlebih dahulu hingga hatiku puas menyakitinya." Balas Diana dengan emosi yang masih membara.


"Maaf Nona, maafkan kami atas kebodohan kami, kami akan terus ikuti perintah Nona selanjutnya." Ucap salah satu penjahat yang sungguh bodoh dan akan bernasib naas dalam waktu beberapa jam ke depan.


"Bagus kalau kalian mau terus mengikuti perintahku, aku akan memberikan uang yang aku janjikan pada kalian dengan bonusnya, jika kalian bisa menuruti semua perintahku dan rencana ini berhasil. Panggilkan aku jika keduanya sudah sadar. Aku ingin menghirup udara segar dulu."


"Siap Nona jawab kedua penjahat itu dengan kompak."


Diana pun pergi sejenak keluar dari gudang tersebut, di luar gudang Diana menyalakan sebatang rokok yang sudah diapit oleh bibirnya yang merah merona. Ia sesap rokok itu dengan tarikan yang sangat panjang. Ia nikmati kepulan asap yang keluar dari mulutnya dengan perasaan bahagia. Menurutnya selangkah lagi ia akan memiliki Bayu karena jika Nayla sudah lenyap dari muka bumi ini kesempatan untuk memiliki Bayu akan terbuka lebar.


Sementara itu di rumah sakit Central Kusuma terjadi kehebohan ketika Nayla hilang tanpa jejak, hilangnya Nayla dari rumah sakit Central Kusuma langsung dilaporkan kepada Jimmy dan juga Bayu, keduanya kalang kabut dibuatnya.


Awalnya Bayu mengira istrinya itu kabur dari rumah sakit untuk pulang ke Mansion. Tapi saat Bayu menghubungi orang-orang di Mansion Bayu dibuat terkejut karena sosok Nayla tidak pulang ke Mansion, sementara itu Jimmy langsung mengerahkan karyawannya untuk melihat CCTV di rumah sakit Central Kusuma.


Betapa terkejutnya Jimmy saat mengetahui ada dua orang asing mengenakan pakaian medis berhasil masuk ke rumah sakit Central Kusuma yang terkenal dengan keamanannya yang super ketat. Tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada calon menantunya yang masih ada di dalam rahim Nayla, Jimmy langsung mengerahkan anak buah yang berprofesi sebagai mafia di seluruh penjuru kota J.

__ADS_1


"Cari calon besan ku dan sahabatnya! Eksekusi langsung pelakunya di tempat! Buang mayat mereka di tengah laut jadikan mayat mereka santapan ikan paus!“ perintah Jimmy pada kelompok anak buah mafianya. Jiwa pembunuh berdarah dingin Jimmy mulai hidup kembali, setelah mati suri selama ini.


"Baik. Siap laksanakan Bos," jawab ketua kelompok mafia yang menerima panggilan telepon dari Jimmy.


__ADS_2