Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 242


__ADS_3

Setelah menggunakan dua jenis kartu perbankannya, yang tidak berhasil untuk melakukan pembayaran biaya rumah sakit Sang putra.


Tuan Charles yang memang sudah menyiapkan segalanya lebih awal dengan baik. Akhirnya menggunakan sebuah kartu debit yang bukan atas namanya, namun atas nama salah satu anak buahnya yang bukan seorang kaki tangannya.


"Cih, kau tak akan bisa membuatku miskin dengan sekejap mata Tuan Brata." Batin Tuan Charles yang tersenyum tipis.


Usai menyelesaikan pembayaran di bagian administrasi rumah sakit. Tiba-tiba orang kepercayaannya datang menghampiri dengan wajah yang kalut dan gusar.


Ya, Travis datang dengan wajah yang gusar. Ia terlihat bingung bagaimana menyampaikan apa yang telah terjadi pada bisnis dan juga keluarga Tuan besarnya kali ini.


"Ada apa dengan wajahmu, Travis?"tanya Tuan Charles yang mencurigai kegusaran Travis.


"Tuan sesuatu yang buruk telah terjadi pada bisnis kita dan juga keluarga Anda." Yang mencoba tenang dalam menyampaikan informasi buruk mengenai bisnis dan keluarga Tuan besarnya.


"Cepat sekali kau bergerak Tuan Brata. Baiklah sepertinya kau mengibarkan genderang perang dengan ku. Bisa apa kau tanpa Jimmy?" Batin Tuan Charles yang terlihat menyepelekan Tuan Brata tanpa Jimmy.


"Aku sudah menduga, ini akan terjadi padaku, aku tidak peduli dengan bisnisku. Sekarang beritahu aku, apa yang terjadi pada keluargaku terutama pada istri-istriku!"


Respon Tuhan Charles yang begitu tenang akhirnya membuat Travis terpengaruh untuk tenang dalam menjelaskan apa yang telah terjadi pada bisnis dan juga keluarga Tuan besarnya.


Tuan Charles terus mengangguk-anggukkan kepalanya ketika mendengar informasi tentang keluarga dan bisnisnya. Dan bagaimana tim pengacara handal yang biasa ia gunakan jasanya, tidak mau lagi membantu dirinya.


"Keadaan kita saat ini sedang tidak aman Tuan. Anda sudah masuk daftar pencarian orang. Sebaiknya kita segera pergi dari sini dan membawa tuan muda Anderson ke tempat yang lebih aman." Travis pemberanikan diri memberikan saran kepada Tuan besarnya.


"Ya kau benar, kita harus segera pergi. Cepat siapkan mobil dan angkut Anderson ke dalam mobil sekarang juga!" Perintah Tuan Charles pada Travis.


Travis segera melaksanakan perintah Tuan besarnya. Mereka akhirnya melakukan pelarian. Berusaha bersembunyi dari pihak berwajib dan juga kejaran para musuh hebat mereka.


Di tempat yang berbeda Tuan Adam yang sudah berada di kota J. Mendapatkan informasi jika istri-istri dari lawannya saat ini sudah berada di jeruji besi.


"Rupanya aku kalah start dengan Si Brata. Hahahaha..." Tuan Adam terkekeh ketika mendapatkan informasi dari salah seorang anak buahnya.


"Lantas, apa kau sudah mengetahui dimana keberadaan Charles sekarang?" Tanya Tuan Adam kepada salah satu anak buahnya yang bernama Dono.


"Sudah Tuan, sepertinya mereka menuju kota C, tempat tinggal Travis, seorang kaki tangan Charles yang sangat setia." Jawab Dono.

__ADS_1


"Hahaha kerja bagus Dono. Sekarang amankan terlebih dahulu anggota keluarga Travis sebelum mereka sampai di kediaman Travis! Kita akan datang dan mengejutkan mereka." Perintah Tuan Adam kembali pada Dono.


"Baik Tuan." Jawab Dono yang menerima baik perintah dari Tuan Adam.


Sungguh sangat mudah bagi Tuan Adam untuk memerintahkan anak buahnya yang berada di seluruh penjuru kota di negara ini. Tuan Charles benar-benar bukanlah tandingan Tuan Adam dan juga Tuan Brata.


Keduanya adalah ujung tombak dari keluarga Adijaya dan juga keluarga Kusuma. Banyak orang yang menganggap mereka sudah tertidur dan tidak lagi aktif dalam hal yang seperti ini.


Namun pada kenyataannya, ketika salah satu dari anggota keluarganya terluka, mereka harus turun gunung untuk memberikan pelajaran berharga pada orang yang berani-beraninya mengusik keluarga mereka.


Sementara itu di rumah sakit Central Kusuma. Jimmy sudah sampai dan dipindahkan di ruang rawat presiden suite dengan penjagaan yang super ketat.


Terlihat Andre masih setia menemani sang asisten sekaligus kakak iparnya itu. Ia tidak akan pergi sebelum Endah datang menggantikannya.


Dua jam kemudian, di saat matahari telah tenggelam dan sang senja sudah kembali ke peraduan. Endah datang dengan wajah lelahnya.


"Pulanglah kak Andre, aku sudah datang. Kasihan adikku dan kedua anakmu pasti sudah khawatir dan menunggu mu untuk segera pulang." Ucap Endah pada Andre yang masih terlihat tidak rela untuk meninggalkan Jimmy yang belum bangun.


"Aku tunggu sampai Jimmy bangun dulu baru aku akan pulang." Jawab Andre yang menolak diminta untuk pulang oleh Endah.


Selain Endah mengetahui Jessica sangat menginginkan suaminya cepat kembali pulang. Ia juga merasa tidak nyaman dengan keberadaan Andre di dekat suaminya. Ia hanya ingin menunggu suaminya seorang diri di dalam ruangan rawat suaminya ini.


Namun Andre tetaplah Andre. Meski ia paham betul, jika Endah risih dengan keberadaannya di ruang rawat Jimmy ini. Tapi Andre dan Jimmy tak akan bisa terpisahkan, jika salah satu diantara mereka dalam kondisi yang tak baik-baik saja seperti ini.


Saat ini Andre memang pergi dari ruangan Jimmy sesuai dengan permintaan Endah. Namun ia tidak benar-benar pergi. Ia malah meminta Angel dan Ferdi membawa anak dan istrinya ke rumah sakit.


Andre juga memerintah pihak rumah sakit untuk segera mengubah salah satu kamar yang bersebelahan dengan kamar rawat Jimmy ini untuk menjadi kamar tunggu untuk dirinya dan keluarga kecilnya.


"Kau takkan bisa mengusirku jauh dari Jimmy, Endah. Aku akan tetap berada di sampingnya sampai Jimmy kembali pulih." Ucap Andre sembari menatap pintu kamar rawat Jimmy.


Sementara itu di kediaman Nayla dan Bayu. Nayla yang baru pulang langsung menangis dipelukan suaminya ini. Diantara ke empat wanita perkasa yang mengendarai mobil, hanya dialah yang sampai paling akhir.


Bukan tanpa alasan ia sampai paling akhir. Dia sering berhenti bersama dengan Amel. Pertama karena ia merasa perutnya sangat lapar. Sehingga keduanya berhenti di sebuah restoran makan yang menyediakan tempat parkir yang cukup luas untuk kedua mobil campervan milik mereka yang. Berukuran besar


Sedangkan untuk alasan keduanya, mereka berhenti karena ingin mengisi bahan bakar dan juga beristirahat sejenak yang akhirnya membuat mereka kebablasan.

__ADS_1


Mungkin karena kelelahan memberantas musuh dan keadaan perutnya yang terisi penuh, membuat mereka berdua tidur dengan lelap di rest area pengisian bahan bakar.


Dan alasan terakhir mereka berhenti karena tangan Nayla sudah tak kuat menyetir kembali. Jari telunjuk tangan kanannya terasa sakit dan perih.


Amel dengan sabar menunggu adik iparnya yang memang orang yang sangat malas untuk menyetir kendaraan. Bagi Nayla menyetir kendaraan adalah sesuatu hal yang sangat membosankan.


"Papi lihatlah tangan Mami lecet semua, Papi tega banget ninggalin Mami. Mana Mami harus bawa mobil segede gaban begitu. Ampun harus konsentrasi terus sejak tadi. Otak Mami kelelahan beneran nih. Sepertinya Mami mau hibernasi beberapa hari ini." Keluh Nayla pada Bayu yang sibuk meniupkan jemari tangan istrinya yang memang dalam kondisi lecet dan memerah.


Bayu sama sekali tak menanggapi ocehan istrinya ini, bukan karena ia marah pada Nayla. Karena ia tahu istrinya jika sedang kelelahan akan terus berkoar-koar bicara tanpa henti hingga mata istrinya ini terpejam.


Dalam beberapa menit kemudian, setelah lelah mengoceh, Nayla langsung saja kembali tertidur. Bayu dengan telaten membersihkan dan menggantikan pakaian istrinya.


Namun saat ia menggantikan pakaian Nayla. Bayu tergoda dan tak tahan dengan keindahan tubuh istrinya. Ia langsung saja melakukan penyatuan, meski istrinya sudah tertidur lelap.


"Papi ahh...!" Protes Nayla saat ia merasa Bayu mengusik tidurnya dengan penyatuan mereka.


"Sebentar! Mami tidur aja."


"Tapi Mami cape, udahan ga?"


Plak!!


Nayla memekul kencang bokong Bayu yang berada di belakangnya demgan mata yang masih tertutup.


"Aduhh...! Mami tidur aja, aku gak minta kamu ikutan kok. Kamu, Papi kasih enak dulu biar tambah pules hibernasinya." Jawab Bayu yang kemudian terkekeh geli dengan jawabannya sendiri.


Setelah miliknya berhasil masuk ke dalam, Bayu tak lantas bergerak memompa Nayla. Ia menunggu beberapa saat agar Nayla sedikit tenang dalam tidurnya.


Sementara itu, di kediaman Amel. Amel yang sudah kenyang tidur di rest area tadi, merasa tak bisa kembali tidur nyenyak lagi, meskipun perutnya sudah terisi penuh.


"Kamu mau tahu gak Mel, yang bisa bikin kamu cepat tidur tanpa meminum obat tidur? " Tanya Hendra dengan senyum seringai liciknya.


Ia kini tengah memeluk tubuh Amel dari belakang dan menempelkan miliknya pada bokong Amel.


"Gak. Gak minta aku Mas, aku lebih baik menghitung bulu domba dari pada tahu apa yang ada di isi kepala mu yang tak jauh dari keinginan mu yang aneh-aneh." Tolak Amel yang berhasil membuat Hendra kecewa.

__ADS_1


__ADS_2