
Ketika kedua penguntit sedang menunggu mereka keluar dari penginapan. Nayla dan Amel sudah pergi menyusul keberadaan bus yang dikemudikan Pae Parjo, dengan diantarkan dua orang pegawai penginapan menggunakan sebuah motor trail.
"Makasih Bro, katakan pada yang lain, bersiaplah untuk berperang, setelah gue kembali." Ucap Amel saat ia turun dari motor trail Dodo.
"Siap Mel," jawab Dodo sembari menerima helm yang diberikan Amel padanya.
Rupanya Amel sudah menyiapkan langkah cepatnya dibandingkan Jimmy dan timnya. Yang masih berpikir panjang untuk bertindak.
Setelah Amel dan Nayla masuk ke dalam bus. Bus yang dikemudikan Pae Parjo kemudian melaju dengan kecepatan sedang menuju kota D.
Sementara itu para suami yang sudah selesai bermain golf kembali ke perusahaan masing-masing. Sore ini Bayu memiliki janji bertemu dengan salah satu klien baru yang telah di jadwalkan oleh Nathan asistennya.
Kesibukan Bayu hari ini setelah bermain golf membuatnya lupa untuk menghubungi istrinya. Hingga saat ia dalam perjalanan menuju tempat yang dijanjikan kliennya, Bayu baru teringat jika ia belum sempat menghubungi istrinya sekedar untuk memberikan kabar atau menanyakan kabar anak-anaknya, yang katanya sedang bermain di pantai.
Saat Bayu baru ingin menghubungi Nayla, ponsel Bayu berdering. Bayu kira yang menghubungi dirinya adalah sang istri. Namun ternyata bukan, Andre-lah yang menghubungi Bayu.
"Bayu apa kau sudah menghubungi istrimu? Apa nomor ponsel istrimu bisa dihubungi?" Tanya Andre yang terdengar begitu cemas.
"Belum aku baru saja ingin menghubungi istriku tapi ponselku sudah berdering, dan ternyata kau menghubungiku. Ada apa ndri kenapa kau terdengar begitu cemas?" Jawab Bayu dan menanyakan mengapa Andre terdengar begitu cemas.
"Aku mencoba menghubungi istriku berkali-kali sejak tadi, namun nomornya tidak aktif begitu pula dengan adik sepupu dan juga kakak iparku. Nomor ponsel mereka tidak bisa dihubungi semua." Jelas Andre yang terdengar begitu kalut.
"Apa kau sudah bertanya pada Jimmy dan juga Leon?" Tanya Bayu yang masih berusaha tenang meskipun kecemasan dan kekhawatiran mulai menghantui dirinya.
__ADS_1
"Sudah. Aku sudah bertanya pada mereka dan memberitahukan mereka jika nomor istriku dan istri-istri mereka tidak bisa dihubungi. Saat ini mereka sedang menyusul keberadaan istri-istri kita di pantai." Jawab Andre.
"Yang Jimmy dan Leon lakukan itu benar. Untuk memastikan kondisi mereka saat ini yaitu menyusul keberadaan mereka. Sebaiknya kau tenangkan dirimu Ndre. Aku yakin mereka baik-baik saja. Aku tak melihat ada berita tsunami di pantai yang didatangi oleh istri dan anak-anak kita. Aku merasa mereka aman apalagi ada Bowo dan juga Angel di sana, yang akan melindungi mereka." Ucap Bayu yang berusaha menenangkan Andre namun sia-sia.
Andre sangat cemas memikirkan keselamatan istri dan anak-anaknya. Pasalnya saat ini yang menjadi musuh keluarga mereka adalah sekelompok anggota mafia.
"Aku tak bisa tenang jika belum menemukan dan mengetahui kabar mereka baik-baik saja."
"Aku akan ikut mencari mereka jika Jimmy dan Leon tak mendapati mereka di pantai. Tapi sembari menunggu aku akan ada meeting sebentar dengan salah seorang klienku." ucap Bayu yang dapat dimengerti oleh Andre.
Keduanya pun memutuskan sambungan telepon mereka. Saat sambungan telepon dengan Andre terputus, Bayu mencoba menghubungi nomor ponsel Nayla. Dan benar saja nomor ponsel Nayla sudah tidak aktif.
Bayu malah mendapatkan sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal,yang mengatas namakan istrinya. Ya. Nayla sempat meminjam ponsel karyawati resort-nya untuk mengirim pesan pada Bayu.
Dosen mesumku, aku pergi untuk kembali. Jangan cemaskan aku dan mengatakan apapun pada orang lain tentang pesanku ini. Maaf harus membuat mu puasa untuk beberapa hari kedepan. Ini demi anak-anak kita. I love you.
Setelah membaca pesan dari Nayla. Bayu tak merasa dihantui dengan rasa cemas seperti tadi. Kini ia jauh lebih tenang.
Kini Bayu sudah berada di sebuah restoran yang telah di pesan oleh salah satu kliennya yang membuat janji bertemu dengannya.
"Pak Bayu selamat sore," sapa seorang wanita yang wajahnya familiar bagi Bayu.
Wanita yang menjulurkan tangannya pada Bayu ini, berpenampilan sangat menggoda iman lawan jenisnya. Nathan saja sampai sulit menelan salivanya karena terpana dengan pemandangan indah di depannya.
__ADS_1
Namun tidak dengan Bayu, bagi Bayu tak ada tubuh seindah tubuh istrinya. Pahatan Tuhan pada tubuh istrinya sungguh sangat sempurna, hingga ia tidak lagi melihat pahatan-pahatan yang diciptakan Tuhan pada tubuh wanita lainnya.
"Selamat sore Nona Patricia, senang bertemu dengan wanita cantik seperti Anda. Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya ya." Ucap Bayu ramah saat membalas sapaan dari wanita yang menjadi kliennya kali ini.
"Wah ternyata pak Bayu memiliki ingatan yang sangat kuat ya. Saya kira bapak melupakan pertemuan kita kala itu yang tidak disengaja." Balas Patricia yang melemparkan senyum menggoda pada Bayu.
Bayu membalas senyum itu dengan tak kalah menggodanya. Keduanya saling berjabat tangan tanpa ada salah satu diantara mereka berkeinginan untuk melepasnya.
"Tentu saja saya memiliki ingatan yang sangat kuat Nona, jika bertemu dengan wanita secantik Anda," puji Bayu yang makin membuat Patricia terbang ke angkasa.
Bayu bertingkah layaknya seorang bos yang sangat mudah tergoda dengan seorang wanita cantik bertubuh seksi seperti Patricia.
Sedangkan Nathan yang mendengar pujian dan melilhat tingkah Bayu kepada klien-nya ini, hanya bisa menarik alisnya dan bergumam dan merutuki Bayu di dalam hatinya.
"Tuan Bayu, aku tidak ikut-ikutan. Pergilah ke neraka sendiri dari tangan istrimu. Jangan ajak-ajak aku."
Nathan bergidik ngeri jika ia mengingat bagaimana menyeramkannya Nayla jika sudah termakan api cemburu. Nayla tak akan perduli di mana ia berada, dan membuang jauh-jauh rasa malunya dan meledakkan amarahnya kepada suaminya tanpa kata ampun.
Berbeda dengan Nathan yang ketakutan di dalam hatinya. Bayu malah menyadari jika Patricia adalah salah satu dari komplotan anggota mafia yang tengah melancarkan aksinya.
"Jangan Kau pikir aku akan masuk ke dalam perangkapmu! Kau wanita yang mencurigakan. Dan kau tidak tahu siapa istriku. Jika kau sedang berusaha membuatku masuk ke perangkapmu, kau akan salah besar dan menyesal. Kau-lah yang akan masuk ke dalam perangkapku dan habis di tangan istri bar-barku." Gumam Bayu di dalam hatinya.
Setelah beramah tamah sejenak. Mereka pun membicarakan mengenai rencana kerja sama mereka dalam pembangunan sebuah argo bisnis. Bayu terlihat begitu excited dengan penjelasan yang diberikan Patricia.
__ADS_1
"Sepertinya aku sangat tertarik dengan gagasan bisnismu. Aku akan mengajak teman bisnisku untuk ikut bekerja sama bersama dalam bisnis kita ini. Itupun jika kamu setuju Patricia?" Tanya Bayu dengan tatapan menggodanya.
Patricia tersenyum bahagia, merasa jika usahanya untuk menggiring Bayu ke dalam perangkapnya berhasil.