Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 105


__ADS_3

"Kok lama ya Dokter Nisa gak datang-datang?" Tanya Nayla pada Bayu yang hanya dibalas senyuman aneh dari suaminya itu.


Nayla mengerutkan alisanya, mengguratkan tanda tanya besar dengan arti senyum aneh sang suami.


"Pih,telepon dong Dokternya, Mami dah pegel duduk terus, udah dua jam loh nunggunya!" Pinta Nayla yang malah diberikan ponsel oleh Bayu.


Mami sayang, jangan banyak mengeluh yang makin membuat ketiga ibu hamil itu keluar taringnya. Dokter Nisa tak akan datang ke ruang praktiknya kalau suami-suami mereka belum datang. Tulis Bayu di layar ponselnya.


Nayla mengerucutkan bibirnya, merasa kesal pada ketiga suami teman barunya yang membuat ia menjadi menunggu lama, terlebih nantinya ia akan diperiksa setelah mereka, dapat di pastikan, itu akan memakan waktu.


"Jes, bolehlah gue nanti yang duluan periksanua sama Dokter Nisa?" Tanya Nayla dengan wajah di tekuknya.


"Boleh, kenapa emangnya? Tumben gak sabaran." Tanya Jessica pada Nayla.


Tak biasanya memang Nayla tak sabaran seperti ini, biasanya dia menjadi orang paling sabar diantara Jessica dan Endah.


"Gue paling sebel, kalau di suruh nunggu karena emang semua ini tuh udah direncanain." Jawab Nayla yang membuat Bayu, Angel dan Bowo terkejut.


"Sayang please jangan bocor ini akan jadi masalah besar kalau kamu bocor," ucap Bayu lirih dalam hatinya.

__ADS_1


"Direncanain?" Ketiga orang ibu hamil ini membeo. Mereka tak mengerti maksud ucapan Nayla.


"Iya direncanain sama suami-suami kalian."


Duar!! [Mungkin ini suara petasan yang menyala di jantung semua orang yang ada di ruangan itu terkecuali Nayla dan Sultan.


Sudah dapat di pastikan tanpa Nayla meneruskan ucapannya, kedua mata semua orang yang tengah melihatnya sudah membulat sempurna, terutama ketiga teman barunya yang sudah bertanduk.


"Angel, Bowo jawab apa yang di katakan Nyonya Nayla ini benar?" Tanya Jessica yang melirik kebelakang dengan tatapan sinisnya.


"Eee-eeee i-tu..." Bowo gelagapan, sedang Angel lebih memilih menundukan kepalanya.


Bayu yang melihat dan mendengar suara tinjuan tangan Endah, hingga sulit menelan salivanya.


"Ya ampun, suaminya terkenal kejam dan bengis, ternyata istrinya gak jauh beda. Untung Nayla ga begitu, cuma mulutnya ajah yang rewek, tapi gak pakai kekerasan. Terima kasih ya Tuhan, jodohku lebih baik dari assiten sialan itu." Gumam Bayu yang mengelus dadanya saat itu juga dan merangkul istrinya yang ada di sampingnya.


"Mami, I love you." Ucap Bayu yang kemudian mencium kepala plontos Nayla yang sudah ditumbuhi rambut yang cukup lebat.


"I love you to, kok tumben manis di depan banyak orang?" Tanya Nayla yang heran dengan tingkah manis suaminya yang hiasanya malu-malu jika menempel di depan banyak orang apalagi di depan Endah dan Jessica.

__ADS_1


"Papi bersyukur banget punya Mami, coba kalau punya Endah, pasti Papi udah kurus kering tinggal tulang, di siksa luar dalam pasti kalau salah." Bisik Bayu di telinga Nayla.


Nayla tersenyum membayangkan bagaimana asisten jutek itu nanti akan di hukum oleh istrinya.


"Jangan seneng dulu Pih, kalau Papi sampai macam-macam, dapat di pastikan pisang raja punya Papi itu akan Mami jadiin toping the creapes." Ucap Nayla yang membuat junior Bayu terasa ngilu.


"Gak berani Mih, tenang aja. Ampun!" Ucap Bayu yang refreks memegangi asetnya.


Sementara itu Endah yang terlihat mudah naik darah, sudah menyuruh Angel menghubungi suaminya.


"Katakan pada dia 15 menit belum sampai. Ucapkan say good bye dengan hewan peliharaanya." Ucap Endah pada Angel.


"Katakan pada Mas Leon, kalau dia dalam waktu 15 menit gak datang, aku mau pulang ke rumah Papi sama Mami aja," tambah Anna.


"Katakan sama Tuan muda mu itu, kalau dia gak datang dalam waktu 15 menit, aku mau pulang aja ke kota D, mau tinggal sama Kakek dan Nenek." Tambah Jessica yang malah menangis.


Hormon kehamilannya membuat dia menjadi mudah dan sering menangis. Jangan tanya bagaimana kondisi Angel yang merekam keinginan para istri tuan-tuannya.


Meski dia berdarah dingin, tapi dia sungguh takut jika di amuk tiga pasangan suami istri yang menyebalkan lagi merepotkan. Nayla yang melihat kemarahan ketiga teman barunya merasa terhibur dan tak bisa melepaskan senyuman di wajahnya.

__ADS_1


"Rasain, emang enak. Makanya jangan buat gue nunggu berjam-jam kaya gini. Kalau suami gue gak berani berkutik sama kalian, tapi kalian ga akan bisa berkutik di depan istri kalian yang galaknya melebihi sianga betenia auuuuu...arghhh....hahahha...." batin Nayla bersorok senang, namun Bayu merasa ketar - ketir jika ia nantinya akan dapat serpihan amarah ketiga teman bisnisnya.


__ADS_2