
Bayu menggandeng tangan Nayla menuju taman belakang mansion Andre dan Jessica. Nayl di buat terperangah dengan penampakan taman mansion Andre daan Jessica yag nampak begitu indah dengan hiasan lampu-lampu dan berbagai jenis bunga-bunga yang sangat harum mewangi.
Nayla dan Bayu melangkah dengan diiring sebuah lagu dari Band Naff yang berjudul Akhirnya Ku Menemukanmu. Nayla tak henti tersenyum menatap wajah suami yang menggandeng tangannya dengan mesra, terlebih lagi ia melihat tulisan besar yang terpampang di area podium mini. "Selamat Ulang Tahun Istri Tercintaku."
"Papi. Ini so sweet banget... Mmmm... jadi pengen nabok deh.." cicit Nayla yang tak henti-hentinya tersenyum pada semua yang hadir diacara suprise ulang tahunnya.
Tuing! [Bayu menyernyitkan kedua alisnya karena mendengar Nayla ingin menaboknya].
"Jangan ngerusak suasana Mih! Lihat mereka yang hadir diacara ini bukan orang sembarangan." cicit Bayu yang membalas perkataan istrinya sembari milirik istri yang berjalan berdampingan dengannya, tentunya dengan senyum keterpaksaan dan alis yang di naik turunkan, agar Nayla paham dan tidak bersikap aneh-aneh.
"Hehehe ok." cengir Nayla yang paham maksud Bayu.
Bayu membawa Nayla ke podium,dimana kedua orang tuanya dan mertuanya sudah ada di sana. Jangan tanya Sultan ada dimana? Tentu saja dia berada bersama Jessica. Ia terus saja memeluk perut Jessica dan menciumi perut buncit yang sudah memasuki bulannya itu. Nampaknya Sultan sudah tak sabar untuk melihat jodohnya.
Beberapa kali tangan Andre selalu menyingkirkan bibir mungil Sultan yang terus menciumi perut buncit istrinya, namun Sultan ya tetap Sultan. Dengan kegigihannya ia terus berusaha kembali menciumi perut Jessica. Meski kepalanya sering di dorong oleh Andre untuk menjauh dari perut istrinya. Di sini Andre dan Sultan sama-sama bersikap posesif, Jessica yang melihat keduanya bertingkah seperti ini bukannya marah, malah senang dan terus tertawa.
"Selamat ulang tahun istriku sayang, semoga kamu selalu bahagia menghabiskan sisa umurmu bersama dengan diriku. Aku harap kamu tidak akan pernah letih untuk selalu mencintai ku dan membesarkan anak-anak kita nanti." Bayu mengucapkan selamat ulang tahun pada istrinya di hadapan semua orang dengan menunjukkan sebuah kotak berwarna ungu muda yang berisikan kalung bermatakan berlian.
Nayla menutup mulutnya, ia lagi-lagi terperangah melihat kalung yang ingin di belinya dua bulan yang lalu. Ini benar-benar sebuah kejutan untuknya. Karena ia sangat mengetahui dengan jelas harga kalung tersebut tidak main-main. Bisa membeli sebuah rumah mewah dengan seisi-isinya.
Bagaimana bisa Bayu memberikan kalung yang dia inginkan? Apa ada yang memberitahukan pada suaminya mengenai keinginannya tentang kalung ini? Jika ia paasti Amel-lah orangnya. Tapi jika tidak ada yang memberitahukannya, berarti ini adalah sebuah kebetulan.
"Papi makasih, sudah mencintai dan menyayangi diriku ini yang sangat banyak kurangnya daripada lebihnya. Terima kasih sudah selalu bersikap sabar untuk menghadapi aku selama ini, yang pasti Mami akan selalu sayang dan mencintai Papi," balas Nayla yang dibalas lagi oleh Bayu dengan sebuah kecupan.
"Prittt..prittt...prikitiww... *****...*****... yang hott... Guru plus-plus!" pekik Endah yang membuat semuanya tertawa dengan tingkah absurdnya.
Nayla yang mendengar permintaan teman baiknya itu langsung saja menyosor bibir Bayu dengan bringas di depan banyak orang. Semua orang di sana hanya tersenyum ikut bahagia dengan kegokilan Nayla.
"Udah malu!" cicit Bayu yang berusaha melepas pangutan bibir Nayla.
__ADS_1
"Diem atau puasa!" ancam Nayla yang buat Bayu pasrah diapakan saja oleh istrinya di depan umum.
"Nay, udah Nay!" sengol Ayah Gunawan meminta putrinya menghentikan aksinya.
Sedangkan Trio bersaudara dan Amel terus meneriaki Nayla untuk terus menghabiskan bibir Bayu. Tuan Adam, Tuan Brata, Nico bahkan Kakek Abraham tak habis-habisnya menertawakan Nayla yang agresif pada Bayu. Jangan tanya bagaimana dengan kedua mertuanya. Mereka pun sama seperti yang lainnya. Menyemangati Nayla untuk tak berhenti menghabisi bibir putranya yang dulunya sangat irit bicara.
Sedang Hendra melihat Nayla seperti itu langsung mengambil Sultan dari Jessica. Ia menutup mata keponakannya itu agar tak melihat aksi kedua orang tuanya.
Aksi penyatuan bibir mereka terhenti ketika seorang pelayan yang dipanggil Tuan Gunawan membawa kue tart red velvet dalama ukuran besar ke atas podium.
Nayla yang di dampingi Bayu dan Sultan yang sudah naik ke atas panggung dengan membawa goodie bag besarnya meniup lilin bersama-sama dengan harapan bisa hidup bahagia selamanya.
"Mami ini kado dari Sultan, selama ini Sultan sering bobo di rumah Oppa sama Omma biar bisa beliin ini untuk Mami." ucap Sultan sembari memberikan goodie bag yang hampir sebesar dirinya.
"Makasih sayang," ucap Nayla yang kemudian mencium pipi kanan kiri putranya.
"Iya. Mami buka langsung ya." jawab Nayla dan Sultan pun mengangguk.
Kembali Nayla dibuat terkejut dengan pemberian putranya. Nayla langsung memeluk tubuh putranya.
"Bilang apa Mih?" tanya Sultan yang mulai mengikuti gaya Nayla yang selalu mengajari dirinya untuk mengucapkan terima kasih."
"Terima kasih sayang, duh... anak Mami emang baik banget sih." Jawab Nayla yang menitikan air mata bahagianya pada sang putra.
"Jangan panggil Sultan kalau gak bisa beliin Mami Nayla barang-barang kesukaan Mami." ucap Sultan dengan sombongnya.
"Hahaha.. iya deh. Mami akan siap jadi matre nih kalau kaya gini." balas Nayla yang membuat Bayu dan Daddynya kompak berdehem, yang akhirnya membuat Nayla tersenyum kaku.
"Keceplosan." cicit Nayla yang menggaruk kepala plotosnya yang ditutupi bandana.
__ADS_1
Semuanya yang datang pun mengucapkan selamat ulang tahun pada Nayla.
"Selamat datang di keluarga kami Nayla, semoga kakek masih panjang umur untuk menyaksikan cicit Kakek menikah dengan anak-anak mu nanti," ucap Kakek Abraham pada Nayla.
"Iya Kek, semoga Kakek dan Nenek diberi kesehatan dan panjang umur ya," balas Nayla yang kembali dibalas senyuman oleh keduanya.
Ketika semuanya sudah mengucapkan selamat ulang tahun dan sedang menyantap menu makan malam, tiba-tiba Jessica menjerit, memecahkan keheningan.
"Kenapa Mom?" tanya Andre dengan wajah khawatir.
Anna, Endah, Nayla dan Amel langsung berlari menghampiri Jessica.
"Kayanya gue mau brojoll," jawab Jessica yang tak dimengerti oleh Andre tapi dimengerti dengan keempat wanita itu.
"Papa panggil Dokter, Jessica mau lahiran!!" pekik Endah yang memerintah suaminya yang sedang menyantap bakso, hingga tersedak. Leon yang sigak pangsung menepuk kencang pundak Jimmy. Hingga bakso itu loncat dari mulut Jimmy.
"Astaga, aku hampir saja mati mendengar teriakan istriku sendiri." cicit Jimmy yang hanya ditanggapi sebuah senyum datar dari Leon.
Ia segera menghubungi seorang dokter wanita untuk datang.
"Siapin kolam renangnya!" perinta Andre pada para pelayannya. yang langsung di kerjakan oleh sang pelayan.
"Tarik nafas dalam-dalam Jess, keluarin dari mulut!" Nayla mencoba menenangkan Jessica.
"Gendong Ndre bawa ke dalam!" perintah Tuan Brata dan Nico bersamaan.
Tanpa menjawab Andre langsung menggendong istrinya kedalam. Ke ruangan yang sudah di siapkan sebagai tempat proses melahirkan Jessica yang menggunakan metode water birth.
__ADS_1