
Daniel berlari menghampiri Patricia yang berada di antara Jessica dan juga Anna.
Jessica dan Anna segera melepaskan Patricia ketika Daniel sudah berada di depan mereka.
Tubuh Patricia langsung terjatuh ke atas lantai, ketika Jessica dan Anna melepaskan dirinya seperti orang yang jijik.
Brukkk! [Suara tubuh lemah tak berdaya Patricia terjatuh]
Daniel segera berjongkok, ia gapai tubuh lemah Patricia ke dalam pelukannya.
"Patricia Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau jadi seperti ini?" Tanya Daniel pada Patricia yang hanya melirik dengan nanar wajah pria yang mencintainya, namun masih bisa tergoda dengan rayuan Nayla.
"Da-ni-el," Patricia memanggil nama Daniel dengan suara terbata-bata.
"Iya Patricia ini aku, katakan apa yang terjadi padamu, sayang?" Sahut Daniel.
Kata sayang yang keluar dari mulut Daniel kembali membuat tawa Nayla kembali menggelegar.
"Sayang? Apa dia kekasihmu, Daniel? Apakah kau tidak jadi ingin bercinta denganku, di ruangan ini?" Tanya Nayla dengan suara manjanya yang dibuat-buat.
"Nayla. Apa yang kau lakukan pada kekasihku?" Daniel balik bertanya dengan geramnya pada Nayla.
Daniel menatap tajam wajah Nayla yang seperti sedang mengejek dirinya.
"Kau bertanya padaku? Apa yang aku lakukan pada kekasihmu? Tentu saja aku memberikan pelajaran pada kekasihmu yang sudah menyentuh suamiku." Jawab Nayla yang kini duduk di pangkuan Bayu.
"Kau tahu Daniel, dia sudah lancang mencium bibir suamiku, kau dapat bayangkan betapa lancangnya kekasih mu yang sudah menikmati setiap inci bibir suamiku ini. Dia begitu berhasrat pada suamiku yang tampan ini. Dan aku tak merelakan itu. Aku hanya merontokkan beberapa deretan giginya yang sudah menikmati lincahnya lidah suamiku dan menyobek bibirnya yang sudah melumaaat bibir seksi milik suamiku ini. Hahaha..." Ucap Nayla lagi sembari meraba bibir suaminya dengan jemari lentiknya dan dia akhir tawa yang harus dibekap Bayu dengan bibirnya.
Sungguh sejak dulu tawa Nayla adalah bagian dari diri Nayla yang tidak Bayu sukai.
"Stop it, Mami!" Ucap Bayu setelah mengecup bibir istrinya.
"Ok Papi hehehe..." Balas Nayla.
__ADS_1
"Nayla kau memang benar-benar wanita psikopat. Aku pastikan kedua orang tuamu akan mendapatkan balasan atas perbuatanmu." Ancam Daniel pada Nayla.
Nayla langsung turun dari pangkuan Bayu, ia menghampiri Daniel dengan berjalan berlenggak-lenggok layaknya seorang model.
"Kau sedang mengancam ku Daniel? Kau sadar sedang mengancam siapa?" Ucap Nayla tepat di depan wajah Daniel.
Daniel segera menjambak kencang rambut Nayla. Seketika pandangan Nayla mendongak. Bukannya meringis kesakitan Nayla malah tertawa.
Bayu yang melihat istrinya disakiti seketika berdiri, tak terima dengan apa yang diperbuat Daniel pada istrinya.
Daniel melepaskan tubuh Patricia. Ia mengambil senjata yang ada di belakang pinggangnya. Daniel menodongkan pistol tepat ke bagian kepala Nayla.
"Kau ingin membunuhku, Daniel? Silakan lakukanlah!" Tantang Nayla dengan beraninya.
Ceklek... Ceklek! [Suara senjata api Daniel yang tidak bisa memuntahkan peluru]
Daniel terlihat bingung mengapa senjata api miliknya tak bisa memuntahkan peluru satupun untuk menembak Nayla.
Daniel terkejut ketika melihat pistolnya Tak memiliki peluru.
"Si4l!" Umpat Daniel yang merasa sangat bodoh, bisa-bisanya ia kehilangan slot pelurunya tanpa ia sadari.
"Menyerahlah Daniel, kau takkan bisa lepas dari kami. Jika kau berniat melarikan diri dapat dipastikan kepalamu akan terlepas dari tubuhmu. Karena kau tahu siapa aku bukan." Ucap Amel yang mendekat pada Daniel sembari membawa sebuah samurai yang entah dari mana datangnya.
"Kalian benar-benar wanita terkutuk. Aku akan pastikan kedua orang tua kalian mati di tangan keluarga Balson." Umpat Daniel sembari mengancam keduanya.
"Oh ya, benarkah? Mungkin sebelum kedua orang tua kami mati, alangkah baiknya kedua orang tuamu dulu Daniel hahahahaha..." Ucap Nayla yang kemudian meminta Dodo untuk masuk membawa kedua orang tua Daniel.
Daniel terperangah tak menyangka jika pihak musuh dapat menemukan kedua orang tuanya yang telah Ia sembunyikan.
"Daniel tolong Mami Nak! Bebaskan kedua orang tua mereka Daniel. Mami belum mau mati." Pekik Laluna orang tua Daniel yang tak berhenti menangis.
"Mami!" Panggil Daniel yang tak tega melihat kedua tangan Mami dan Papinya di ikat dan berjalan dengan diseret-seret.
__ADS_1
"Kau sembunyikan kedua orang tuamu ke lubang semut pun aku akan mengetahuinya Daniel, kau lupa siapa Bang Andrew rupanya." Ucap Amel yang kini mendekat pada kedua orang tua Daniel.
Amel mulai mengangkat samurai yang ada di tangannya.
"Kau pilih siapa dulu mamimu atau papimu Daniel, yang akan ku kirim ke nereka terlebih dahulu hum?" Amel memberikan pilihan pada Daniel.
Daniel terdiam sejenak menatap sendu kedua orang tuanya yang terlihat ketakutan.
"Apa mau kalian?" Tanya Daniel pada Nayla dan juga Amel.
"Apa mau kami? Tentu saja kami minta orang tua kami dibebaskan." Jawab Amel dengan menggebu-gebu.
Ia meletakkan dan menempelkan ujung samurai yang tajam tepat di bagian leher Laluna. Seketika Laluna menjerit ketakutan sampai terkencing-kencing dibuat Amel.
"Daniel! Selamatkan Mami Nak! Tolong Daniel!" Laluna terus menjerit meminta pertolongan putranya.
"Aku tak bisa menyerahkan kedua orang tua kalian begitu saja, karena bukan hanya aku yang berkuasa untuk membebaskan kedua orang tua kalian. Keluarga Balson sangat ingin menuntut balas atas kematian kedua anggota keluarga mereka yang mati di tangan kalian. Aku datang ke sini mengajak kalian bertemu hanya untuk bernegosiasi tentang permintaan ketua-ketua kami."
"Katakan apa permintaan dari ketua-ketua kalian!" Ucap Jimmy yang kali ini bersuara.
"Mereka ingin menuntut mu, Jim. Kau harus membayar tiga juta dolar atas kerugian yang disebabkan oleh istrinya, karena telah menghabisi Joseph. Mereka memberi waktu dua kali 24 jam untuk dirimu membayar ganti rugi tersebut." Jawab Daniel yang masih terduduk lemas di atas lantai.
"Lalu? Apa yang diinginkan mereka pada kedua bidadariku, Daniel?" Kali ini Andrew membuka suaranya.
"Mereka menginginkan klub ini menjadi milik mereka. Sedangkan Barnes Balson juga ingin menuntut balas atas kematian Alben dan Tuan Alvin. Barnes dan Keluarga besar Balson lainnya, menunggu kehadiran Nayla dan juga Amel di sana. Sebagai barter jika mereka ingin menyelamatkan kedua orang tua mereka. Keluarga besar Balson akan melepaskan kedua orang tua mereka, jika mereka datang sendiri ke Villa dimana mereka menghabisi Alben dan Tuan Alvin." Jawab Daniel yang lansung di sahuti oleh Nayla dan Amel.
"Katakan pada keluarga besar Balson. Kami akan datang malam ini seorang diri sesuai dengan keinginan mereka." Jawab Nayla dan Amel dengan kompak.
Bayu dan Hendra langsung saja membulatkan mata mereka, tidak setuju dengan apa yang dikatakan istri-istri mereka.
Mereka menatap istri-istri mereka sembari menggelengkan kepala mereka berulang-ulang. Namun hal itu diabaikan oleh Nayla dan juga Amel.
"Hubungi mereka sekarang katakan jika semua yang mereka inginkan akan mereka dapatkan." Perintah Andrew tanpa persetujuan dari Jimmy.
__ADS_1
Kali ini Jimmy hanya diam saja, Jimmy seakan kehilang taringnya.
Bagimana kelanjutannya....