Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 70


__ADS_3

Satu bulan berlalu setelah kepergian Silvi. Nayla sudah kembali sehat dan pulang ke kediamannya bersama Bayu. Kehamilan tak menjadi penghalang bagi Nayla untuk melanjutkan pendidikannya.


Hari ini adalah hari pertama Nayla kembali ke kampus, dengan penampilan barunya tentunya. Nayla menolak semua Wig pemberi suaminya. Ia nampak percaya diri dengan kepala plontosnya itu. Begitu pun dengan Amel. Mereka menganggap kebotakkan mereka menjadi trend tersendiri.


Bayu di buat geleng-geleng kepala ketik Nayla menggunakan bandana yang ia bentuk seperti pita di kepalanya.


"Cantik-kan? Udah kaya kepala Bayi." Ucap Nayla pada suaminya yang terus sana memperhatikan istrinya yang sibuk berdandan sejak tadi.


"Cantik, Sexy dan gemusinnn..." Balas Bayu yang mencubit kedua pipi Nayla yang mulai cubby. Sejak memasuki masa kehamilan bobot tubuh Nayla naik, karena porsi makan yang bertambah dan seringnya Nayla mengemil makanan berat.


"Sakit ih nyubit-nyubit."


Plak!! [Satu pukulan mendarat di lengan Bayu]


"Auuu...Mami!!" Pekik Bayu yang merintih kesakitan di pukul Nayla sekuat tenaga.


"Apa? Manggil-manggil hum?" Sahut Nayla yang malah sibuk memoles wajahnya dengan bedak bayi.


Iya. Nayla hanya menggunakan bedak bayi pada wajahnya bukan bedak padat, foundation,dan lain sebagainya saat ia pergi ke kampus. Beda halnya jika ia dinas malam menggoda suaminya. Ia akan dandan paripurna menggunakan berbagai rangkaian make up dan tak lupa menggunakan pakaian dinas yang buat Bayu kesulitan untuk menelan salivanya.


"Udah cantik Mih. Ayo yuk Mih, berangkat nanti kita bisa telat!" Ajak Bayu yang menatap wajah Nayla dari pantulan cermin.


"Antar anak kita sekolah dulu kan Pih?" Tanya Nayla.


"Sultan sudah jalan dari tadi." Jawab Bayi yang memutar bola matanya malas.

__ADS_1


"Huaaa... Mami belum di cium, adenya juga belum di cium. Pasti ini karena Papi kan?" Nayla marah dengan wajah sedihnya.


"Enggak. Pak Jono tuh.." kilah Bayu yang melempar kesalahan pada supirnya.


Memang Bayu sengaja meminta putranya untuk jalan duluan, karena dia hafal betul akal bulus sang istri yang akan mencari alsan agar dia gagal masuk kuliah seperti hari-hari kemarin.


"Bohong!!" Nayla merajuk dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya yang makin membesar.


Seketika mata Bayu terfokus pada buah dada yang menyembul itu. Ia menggelengkan kepalanya berusaha sadar diri agar tak terayu dengan kemontokkan benda kenyal yang seakan memanggilnya untuk meremas dan memainkannya puncaknya dengan lidahnya yang menari-nari.


"Sadar Bayu, sadar!! Tunda dulu! Nanti malam kamu akan menikmatinya dengan tenang." Batin Bayu yang merasa sukit menelan salivanya.


"Mami sayang jangan marah ya. Yuk kita ke kampus, sebelum ke kelas nanti Mami, Papi beliin sato ayam kampung dikantin,deh. Rasa soto ayam kampungnya enak banget deh Mih. Mami belum nyobain kan?Yuk kita cobain yuk! Pasti Dede bayi di dalam perut juga msu nyobain loh Mih. Cium Sultannya nanti di rapel aja ya." Rayu Bayu sekuat hati.


"Emang ada tukang soto Ayam baru Pih?" Tanya Nayla yang tida mengetahui disana ada penjual soto ayam kampung.


"Ok Pih, ayo kita jalan. Tpi beli soto dulu ya?"


"Iya beli soto dulu." Jawab Bayu yang kemudian menggandeng tangan istrinya keluar dari kamarnya menuju mobilnya yang terparkir di garasi.


Di kampus, Bayu dan Nayla menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, seluruh isi kampus yang sebulan belakang ini bertanya-tanya penyebab apa yang membuat Dosen Ganten mereka ini memangkas rambutnya hingga habis tak tersisa, kini terjawablah sudah. Ketika mereka melihat sendiri penampilan Nayla yang tampil dengan kepala plontos dengan sebuah luka jahit yang sedikit terlihat jelas dibagian kepala belakangnya.


"Lima kata buat mereka." Ucap Mahasiswa yang melihat Nayla dan Bayu berjalan melewati mereka yang sedang duduk-duduk di DPR (Dibawah Pohon Rindang).


"Apa nyong?" Sahut salah satu temannya.

__ADS_1


"So sweet banget mereka Njirrr... Jiwa jomblo gue meronta-ronta. Kuylah cari cewek..." Ucap Mahasiswa itu yang kemudian di banjiri tawa dari teman-temannya.


"Haddeh bener banget. Tuh pasangan bikin joness kaya kita ngiri aja nih." Balas salah satu dari mereka.


"Kalau ada kopiannya macam Pak Bayu di dunia ini, gue mau satu cuy," ucap salah satu mahasiswi yang juga menginginkan punya pasangan hidup seperti Bayu.


"Wehh... Gue juga mau lah. Ya Tuhan tolong ciptain cowok yah kaya Pak Bayu dengan stok yang banyak, jangan dikit apalagi limited edition kaya gini. Bikin iri aja..." Sahut salah satu mahasiswi yang merasakan hal yang sama dengan mahasiswi itu.


"Ahh... Apa sih lo ciwi-ciwi, doa kok macam begitu? Demen banget sama Pak Bayu yang botak kaya pentol korek kaya gitu. Demen tuh Babang tamvan macam kaya gue nih." Ucap salah satu Mahasiswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, Tisson namanya. Ia mengangkat sedikit baju dibagian deoan dadanya sembari menyombongkan dirinya.


"Babang Tamvan dari monas kali lo ya Son. Rambut gimbal jarang keramas, ketek bau, ngalahin baunya kalajengking. Jajan cari diskonan kaya emak-emak. Minta di demenin sama cewek-cewek. Ngaca Son ngaca. Ciciknya lo di demenin cewek-cewek dari dunia lain." Sahut Bondan dengan gaya tutup hidungnya yang memancing gelak tawa kumpulan mahasiswa itu.


"Kampretooo Lo Bon..." Umpat Tisson yang kesal karena jadi bahan tertawaan teman-temannya.


Sementara itu sesuai janjinya, Bayu memgajak Nayla ke kantin kampus untuk kembai menyantap menu sarapan ronde duanya. Semangkuk soto dengan sepiring nasi putih bertabur bawang sudah tersaji di hadapan Nayla. Wangi aroma soto sangat menggugah selera makan bumil yang satu ini.


"Pih, nanti boleh nambah ya kalau kurang?" Tanya Nayla sebelum menyantap sarapannya yang kedua.


"Boleh, tapi setengah porsi saja ya sayang. Nanti perutnya sakit karena kekenyangan." Jawab Bayu dengan senyum manis menatap sang istri.


"Heemmm... Gak boleh seporsi emangnya Pih? Nanti anak kamu di dalam sini kelaperan lohh," Tanya Nayla dengan suara manja dan bibir seksinya yang di majukan beberapa senti.


"Gak boleh. Nanti jam makan siang kita cari jajanan lain ya buat dedenya." Jawab Bayu yang langsung di jawab anggukkan kepala oleh Nayla.


Senyum pun kembali terbit di wajah Bayu, melihat istrinya langsung menuruti perkataannya. Semenjak hamil Nayla memang menjadi istri yang penurut, dan manis. Walaupun harus ada embel-embelnya dengan iming-iming dibelikan makanan.

__ADS_1


Tak hanya Bayu yang suka membelikan Nayla makanan. Bahkan Sultan yang begitu excited dengan kehamilan ibu sambungnya itu, sering membawakan oleh-oleh makanan ketika pulang dari sekolahnya.


Putra sambung Nayla itu begitu mengingat pesan Nayla untuk membawa pulang jajanan yang enak-enak yang Sultan makan hari itu. Selain agar ia mengetahui apa saja yang di beli putranya, dia pun mendapatkan keuntungan dapat mencoba jajanan dari putranya yang rasanya tiada duanya.


__ADS_2