Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 253


__ADS_3

Perubahan sikap Bayu setelah melihat kondisi Linda begitu nampak terlihat. Bayu kembali menjadi sosok pendiam, tak banyak bicara dan bersikap dingin.


Alih-alih menegur dan marah dengan perubahan sikap sang suami. Lagi-lagi Nayla tetap membiarkan perubahan Bayu tersebut.


"Jangan konslet terlalu lama Pih, kasihan anak-anak," batin Nayla saat melihat kepergian Bayu yang lagi-lagi lupa atau melupakan untuk berpamitan pada dirinya.


"Bagaimana kondisi mantan istriku, Nath?" Tanya Bayu pada Nathan yang berada di balik kemudi.


"Nyonya Linda berangsur-angsur membaik, Tuan. Setelah Nyonya Nayla mendatangkan Dokter spesialis terbaik dari negara tetangga. Kendati demikian, harapan Nyonya Linda untuk sembuh sangat kecil." Jawab Nathan apa adanya.


Setelah mendengarkan jawaban Nathan. Bayu kembali terdiam. Ia membuang pandangannya ke arah luar jendela.


"Kenapa hatimu begitu baik, Mih? Aku saja tak bisa berdamai pada diriku sendiri atas perbuatan dirinya selama ini padaku, Sultan dan juga dirimu. Berat rasanya meminjamkan Sultan yang dulu ia sia-siakan, walau hanya sebentar." Batin Bayu.


Ya, diamnya Bayu selama ini bukan karena ia memikirkan Linda. Namun ia sedang berusaha berdamai pada dirinya sendiri. Untuk menentukan langkah apa yang akan ia ambil. Menolak permintaan Linda dan Sebastian atau menerimanya.


Banyak pertimbangan yang Bayu fikirkan. Jika ia bertukar pikiran pada istrinya. Istrinya pasti akan memintanya untuk berbagi Sultan dengan adil, tanpa memikirkan betapa hatinya masih terluka dengan segala perbuatan Linda di masa silam.


Nayla sendiri belum memberitahukan secara gamblang mengenai kondisi Linda sebenarnya pada Sultan. Namun perlahan Nayla memberitahukan jika ibu kandung dari putra sambungnya ini tengah sakit. Sultan nampak acuh dan terlihat tak perduli dengan berita mengenai Linda. Meskipun sikap Sultan seperti itu. Nayla tetap mengajarkan Sultan untuk mendoakan kesembuhan ibu kandungnya.


"Sultan, sayang. Anak Mami yang ganteng, sholeh dan pintar. Boleh ya minta waktunya sebentar?"


"Boleh Mami, lama juga gak apa-apa." Jawab Sultan sembari memeluk Nayla.


"Huumm... So sweet-nya anak Mami."


"Iya dong," Sultan makin mempererat pelukannya di pinggang Nayla.


"Sultan, sayang 'kan sama Mami?" Tanya Nayla yang kini berjongkok di hadapan putra sambungnya.

__ADS_1


"Sayang, sayang banget Mami." Jawab Sultan sembari menatap dapam manik mata Nayla.


"Kalau sayang sama Mami. Sultan harus nurut dan mau melakukan sesuatu yang Mami minta ya."


"Hemmm... Oke." Jawab Sultan sambik menganggukan kepalanya berkali-kali.


"Mami mau minta Sultan lakukan apa?" Tanya Sultan yang malah menangkupkan wajah Nayla.


Nayla mencium telapak tangan Sultan dengan penuh kasih sayang, layaknya seorang ibu kandung mencintai anaknya sendiri.


"Sultan tahu bukan, Mami mengandung adikmu, Bianca selama sembilan bulan?"


"Heem tahu Mami."


"Ya, begitu pula dengan Mommy Linda, sayang. Banyak perjuangan yang Mommy Linda lakukan saat Sultan di dalam kandungannya."


Hati putra sambungnya ini seakan sudah membeku karena rasa tak sukanya dengan Ibu kandungnya sendiri. Meski ia beberapa kali menghabiskan waktu bersama, itu ia lakukan bukan untuk Linda, sang Ibu. Namun demi adik perempuannya dan juga Nayla.


"Mami ingin Sultan meluangkan waktu sebentar saja untuk mendoakan kesembuhan Mommy Linda, apa boleh sayang?" Pinta Nayla dengan wajah memohon.


Sultan terdiam, mendengar permintaan ibu sambungnya ini.


Nayla yang melihat putra sambungnya terdiam, dan seakan berat untuk melakukan permintaannyanyangbterkesan mudah, namun sukit dilakukan pada orang yang hatinya sudah tersakiti ini pun kembali bicara.


"Please, lakukan ini demi Mami dan kedua adikmu, sayang. Jadilah contoh yang baik untuk adik-adikmu, humm?"


Layaknya orang dewasa, gaya Sultan benar-benar sebelas dua belas dengan sang Papi. Ia membuang pandangannya sejenak kesembarang arah. Sebelum menjawab permintaan ini sambungnya ini.


"Heem. Ok baiklah. Jika Sultan lupa, tolong ingatkan Sultan ya Mih." Jawab Sultan dengan penuh keterpaksaan dan Nayla tahu itu.

__ADS_1


"Meluluhkan hati anaknya saja sulit, apalagi biangnya yang sudah diam membisu, dingin kaya es balok." Batin Nayla.


Mulai dari saat itu, Sultan mulai dibiasakan oleh Nayla untuk mendoakan kesembuhan Linda. Ia kerap kali merekam Sultan saat memanjatkan doa untuk Linda dan mengirimkannya ke ponsel Linda. Nayla hanya bisa melakukan hal ini, karena untuk membawa Sultan ke rumah sakit. Itu sangat tidak mungkin tanpa seizin suaminya.


Linda mendapatkan rekaman video dari Nayla pun merasa sangat senang dan bahagia. Hidupnya kembali bersemangat. Seolah ingin mengabulkan doa sang putra yang terlihat begitu tulus. Padahal jika saja Linda tahu. Nayla selalu meminta putranya untuk mengulang doa untuknya karena terlihat terpaksa dan tidak tulus.


"Sultan!! Ulang lagi gak! Doa tuh yang ikhlas, gak begitu caranya. Mami nangis nih huaaa!!"


"Mami!!! Salah mulu ih... Cape tahu Mih. Harus bagaimana lagi aku ini?" Protes Sultan yang sudah lebih dari lima kali mengulang mendoakan Linda.


"Harus ikhlas. Jangan kaya orang terpaksa! Jangan-jangan kalau Mami sakit. Sultan akan doain Mami terpaksa kaya gini. Huaaaa...." Tuduh Nayla sembari pura-pura menangis


"Nggak Mih. Kalau Mami yang sakit Sultan pasti rawat Mami, jagain Mami dan doain Mami sepanjang waktu. Tapi Mami gak boleh sakit ya. Sehat ya Mih, Please." Balas Sultan dengan wajah yang berkaca-kaca.


"Enak aja Mami gak boleh sakit. Emang Mami robot. Kalau Sultan kaya gini Mami bakal sakit nih," ancam Nayla.


"Jangan Mih, ya deh Sultan berdoanya ikhlas. Tapi Mami jangan sakit." Sultan berlari memeluh Nayla


"Hemmm, ya udah sana cepat ulang lagi. Nanti Mami kasih coklat."


"Oke mau-mau. Benar ya Mih dikasih coklat?"


"Benar. Asal kalau sudah selesai makan coklat langsung sikat gigi sampai bersih."


"Ok Mami. I love you."


"I love you to Boy,"


Tanpa Nayla sadari, apa yang ia lakukan dengan putra sambungnya selalu diperhatikan oleh Bayu. Bayu hanya menyunggingkan senyum tipis saat melihat Nayla mengajarkan putranya untuk mendoakan Linda dengan ikhlas.

__ADS_1


__ADS_2