
Di sisi lain, tepat lima menit yang lalu. Meeting bersama para peserta vendor telah selesai. Ketiga pria tampan, gagah dan berkuasa sedang berjalan menuju lobby perusahaan Group Adijaya.
Ya. Setiap kali ada meeting yang melibatkan perusahaan milik Adijaya, Andre dan Jimmy harus mendatangi perusahaan itu. Bukan tanpa sebab, itu karena Leon ingin di tuakan oleh Andre dan juga Jimmy yang notabenenya adalah adik ipar dirinya. Meskipun Andre adalah pemegang andil terbesar dalam bisnis ini. Sebagai rasa hormat Andre dan Jimmy pun mengiyakan permintaan sang kakak iparnya itu.
Saat berjalan, tiba-tiba ponsel Jimmy berdering. Ternyata ada notifikasi pesan dari Angel. Ia segera mengambil ponselnya di saku celananya. Perlu diketahui nada dering panggilan dan notifikasi pesan Angel, Bowo dan apalagi Endah sudah di setting sedemikian rupa. Sehingga Jimmy akan memprioritaskan panggilan atau pun membaca pesan itu, meskipun dalam keadaan sibuk.
Dibukaya isi pesan itu sembari terus berjalan, meski Andre dan Leon yang sudah hafal dengan nada notifikasi yang mereka anggap tanda bahaya itu, terus saja berjalan sembari melihat kearah Jimmy.
"Tuan-tuan silahkan dengar pesan-pesan dari para istri Anda." Angel
Dilihatnya ada voice note di bawah tulisan oesan Angel. Jimmy segera menekan tombol play.
Terdengarlah suara istri mereka yang di mulai dari Endah, Anna dan terakhir Jessica
"Katakan pada dia 15 menit belum sampai. Ucapkan say good bye dengan hewan peliharaannya."Endah.
Saat mendengar pesan suara Endah. Leon dan Andre tampak santai. Mereka yakin hanya Endah yang marah. Senyum mengejek pun terbit di wajah kedua pria tampan itu untuk Jimmy.
"Sialan kalian, lihat pesan ini belum berakhir kangan senang dulu." Ucap Jimmy yang menekan tombol pause, membuat mereka tak langsung mendengar pesan selanjutnya yang mungkin masih suara ancaman istri kejamnya atau suara kakak dan adik iparnya.
"Halah, paling juga suara istri mu lagi, karena setahu ku istriku Anna dan adikku Jessica tidak suka mengancam seperti adikku yang satu itu." Ucap Leon yang tersenyum menarik alisnya ke arah Andre.
"Ya, benar. Jessica itu manis dan lembut." Tambah Andre yang memuji istrinya.
"Cihh, kita coba liat saja nanti." Timpal Jimmy yang tak yakin dengan omong kosong saudara iparnya itu. Ia kembali menekan tombol Play pada pesan suara yang dikirimkan Angel.
Deg! [Jatung Leon ingin berhenti ketika mendengar suara istrinya].
__ADS_1
"Katakan pada Mas Leon, kalau dia dalam waktu 15 menit gak datang, aku mau pulang ke rumah Papi sama Mami aja," suara Anna, membuat Leon melihat wajah adik iparnya secara bergantian. Tak berselang lama dari suara Anna. Terdengar kembali suara Jessica
"Katakan sama Tuan muda mu itu, kalau dia gak datang dalam waktu 15 menit, aku mau pulang aja ke kota D, mau tinggal sama Kakek dan Nenek." Mata Andre membola mendengar ancaman istrinya.
Ketiga pria yang semula menghentikan langkahnya itu saling melirik satu sama lain.
"Kita dalam bahaya, pasti mereka ketemu dengan si pentol korek api alias istri Bayu, dia pasti sudah menjadi kompor atas kemarahan istri kita." Ucap Jimmy yang kemudian membuat kedua saudara iparnya itu mengambil langkah seribu.
"Kau yang bawa mobilnya, aku dilarang ngebut oleh adik sepupu itu!" Perintah Leon yang langsung masuk ke pintu samping pengemudi.
"Aissss.... Ini urgent kenapa masih harus patuh dengan peraturan Anna." Gerutu Andre yang kemudian berlarii ke pintu pengemudi.
Ia menancap gas, meninggalkan Jimmy begitu saja. Dalam kondisi seperti ini tidak ada kata menunggu. Menunggu sama saja menjemput penderitaan mereka dari para istri yang akan kompak merajuk.
Diperjalanan menuju rumah sakit, terjadi saling salib-menyalib antara Andre dan juga Jimmy. Meskipun mereka kebut-kebutan, mereka masih patuh pada peraturan lampu lalu lintas. Mereka tak menerabas lampu merah tapi hanya mengerutu dan memukul-mukul stir karena merasa tak sabar.
Jarak rumah sakit dari perusahaan Adijaya cukup memakan waktu, karena jaraknya lebih jauh dari perusahaan Batara Group milik Andre. Kurang dari lima belas menit setelah membaca oesa Angel dan mendengar suara ancaman dari istri-istri mereka. Kedua mobil itu sampai juga di lobby rumah sakit.
Cittt....Brakkkk!!!
Andre dan Leon terjungkal, karena Jimmy telat menginjak pedal rem.
"Aduhhh sial!!! Jimmy!!!!" Pekik keduanya bersamaan.
Keduanya turun dari mobil dan sejenak melihat kondisi mobil Anna yang di kemudiakan Andre tadi dan mobil Endah yang di kemudikan Jimmy tadi.
"Astaga, sudah jatuh ketiban tangga pula," ucap Jimmy dan Leon bersama. Kedua ipar ini begitu kompak dan sehati.
__ADS_1
"Andre kau dalam masalah besar, adik sepupu mu dan kakak ipar mu Endah akan minta ganti rugi. Kedua mobil ini milik mereka. Kau penyebab utama Jimmy menabrak mobil Anna." Ucap Leon yang menyalahkan Andre.
"Hah, kok aku??" Tanya Andre yang tak ingin disalahkan. Tapi memang dia yang salah. Mengerem secara mendadak. Membuat Jimmy yang berada di belakang tak sempat menekan pedal rem.
"Iya kau penyebabnya. Kenapa mengerem mendadak, membuatku sampai tak sempat menginjak pedal rem?" Tambah Jimmy menyalahkan. Hatinya sudah kacau seperti lagu balon ku ketika melihat mobil kesayangan sang istri di menabrak mobil kesayangan Anna.
"Arghhh terserahlah. Cuma mobil, aku oasti ganti rugi, sekarang aku tak oerduli dengan urusan ini. Aku mau urus istri dulu." Ucap Amdre yang kemudian meninggalkan kedua saudara iparnya. Ia berjalan penuh wibawa ketika banyak orang yang melihat kedatangannya dan berkerumun di depan kedua mobil itu.
Setelah di tempat yang sepi tak ada banyak orang. Andre mulai berlari mengambil langkah seribunya menuju ruang periksa kandungan istrinya.
Ceklek [Pintu dibuka selembut mungkin walauoun rasanya ingin mendobrak saja agar cepat terbuka].
"Mommy sayang, ma....." Sapa Andre pada Jessica yang terputus, karena Endah sudah bertolak pinggang dan memotong ucapannya.
"Cepat telepon Dokter Nisa datang ke sini. Dia tak akan datang kalau kalian tidak meneleponnya." Perintah Endah dengan suara yang meninggi.
Andre yang melihat Jessica menangis, segera menuruti perintah kakak iparnya itu.
"Hallo dok, cepat datang ke ruang praktek Anda. Saya sudah tiba." Ucap Andre pada Dokter Nisa yang makin membuat Jessica menangis dengan suara yang lebih keras lagi.
Sedang Nayla yang melihat wajah panik Andre malah menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Ia tertawa geli tanpa suara, tubuhnya tergoncang seperti orang sedang menangis, sesekali ia menggigit dada bidang suaminya karena merasa gemas,ia telah berhasil membalas rasa kesalnya kepada pria penguasa itu.
"Rasakan! Hahahaha...."
Andre yang melihat Bayu memeluk istri nakalnya itu, memandang penuh curiga. Bayu yanh tak mau istrinya kena serpihan amarah Andre pun berkata.
"Karena kau datang terlalu lama, lihatlah istriku menangis juga karena mu," tuduh Bayu berbohong, padahal ia tahu dengan jelas, istrinya ini terus tertawa di dalam dadanya.
__ADS_1
"Kau berhutang pada ku sayang," bisik Bayu yang minta upah dari tindakan pembelaanya tadi.