
Nayla baru mau ditinggal setelah mereka berkenalan dengan Jessica dan Endah. Mereka langsung akrab karena usia mereka yang ternyata seumuran dan jurusan kuliah yang sama pula.
Saat mereka sedang asyik bercerita. Tiba-tiba Endah, duduk di tepi ranjang Nayla.
"Lo gak perlu nyakitib diri lo sendiri,Nayla. Buang jauh-jauh rasa takut berlebihan lo, ketika lo sudah mengenal kita, gak akan ada satu lalat pun berani hinggap di hidup lo," ucap Endah dengen senyum penuh arti yang malah mendapat tabokan dari Jessica. Jujur Nayla sama sekali tak mengerti apa yang dimaksud oleh Endah.
"Aduh sakit! Kedua anak gue pasti nangis nih, di dalam sini nih, karena bundanya dipukul sama tantenya, hiks..."
"Cih, gak mungkinlah, Mama Papanya aja bengis, masa anaknya cengeng. Gak cocok." Timpal Jessica yang mengelus perut buncitnya yang berusia tujuh bulan sembari membuang mukanya kesembarang arah.
"Eh, Jess... anak gue jugakan anak bayi kaya orang-orang, masa mereka gak boleh nangis, gara-gara punya Mama Papanya kaya gue sama laki gue," balas Endah dengen emosinya yang gampang naik.
"Boleh kok, siapa bilang gak boleh?" Kilah Jessica.
"Nah kan mulai, tadi lo bilang apa coba hah? Lupa? Gak inget? Lo emang kadang-kadang ya. Gak mungkin kan anak gue merojol langsung jadi penembak jitu kaya Mama Papanya? Jangan bener deh Jes jadi orang!" Balas Endah yang malah menyenggol lengan Jessica dengan perut buncitnya.
"Daddy... Endah nih!!!" Pekik Jessica yang mengadu pada suaminya.
__ADS_1
Andre yang sedang mengobrol masalah Hendra dan juga bisnis segera terperanjat. Ia segera bangkit dan menghampiri Jessica. Dia ambang pintu ia lihat Endah yang sudah membulatkan kedua matanya.
"Punya istri cengeng, digituin aja ngadu!" Gerutu Endah yang mengerucutkan bibirnya.
"Abang sayang, ayo pulang, aku dah BT nih," ajah Endah tanpa memperdulikan pandangan Bayu dan Hendra yang saling melirik satu sama lain.
Melihat Jimmy, asisten yang menakutkan dan mengerikan sedunia bisnis begitu nurut dengan istrinya adalah pemandangan yang aneh bagi mereka berdua.
"Mau ketawa tapi takut mati," decit Hendra dengan suara yang begitu pelan.
"Sama," sahut Bayu yang kemudian saling bertukar pandangan dengan kakak iparnya. Keduanya sama-sama sedang menahan tawa mereka.
"Meong hahahaha...." sahut Bayu yang tertawa begitu lepas, seakan penatnya selama beberapa minggu belakangan ini telah terobati.
Dan di dalam ruang rawat Nayla. Nayla sejak tadi hanya diam dan menjadi penonton keributan kakak beradik, ditambah lagi sekarang drama istri yang menangis sambil mengadu pada suaminya. Membuatnya begitu terhibur. Ia jadi merasa lapar melihat kesomplakan tamu yang dianggap istimewa oleh suaminya.
"Daddy sakit ihhh....Endah jahat,dia suka dorong-dorong, tabrak-tabrak aku pakai perutnya,perutnya tajam banget Daddy, dia seperti hamil paku Dad," rintih Jessica yang mengadu pada suaminya. Ia terus ingin di usap lengannya yang ditabrak oleh Endah.
__ADS_1
"Ya sudah ya, ini sudah Daddy obati. Apa masih sakit?" Andre terus mengusapnya tanpa henti yang malah membuat Jessica mulai terlelap.
"Dia tidur." Ucap Nayla yang memberitahukan pada Andre, jika istrinya itu tertidur.
Dilihatnya wajah istrinya, dan benar saja istrinya sudah terpejam. Andre segera menghubungi Bowo dan Angel yang selalu setia ikut kemana pun Jessica pergi.
Sebuah brankar rumah sakit pun disiapkan, Jessica di gendong Andre dan di naikan ke atas barangkar. Bayu dan Hendra yang masih bicara di ruang tamu yang ada di kamar rawat Nayla, begitu bingung ketika melihat Bowo dan Angel datang membaw brangkar rumah sakit masuk ke dalam kamar rawat Nayla.
"Bay, Nayla?" Ucap Hendra yang Bayu mengerti.
Merasa khawatir dengan Nayla, Bayu segera ikut masuk ke dalam, begitu pula dengan Hendra. Saat ia masuk kembali pemandangan aneh ia dapatkan. Ia lihat istri dari raja bisnis tertidur lelap dalam pelukan suaminya.
Andre segera mengangkat tubuh Jessica dan membaringkannya di ranjang, setelah itu Angel dan Bowo membawanya keluar dari kamar rawat Nayla. Andre menghampiri Bayu dan Hendra yang berdiri terpaku di ambang pintu.
"Istri sepertinya butuh istirahat,Aku pulang dulu Bay, semoga istri mu lekas sembuh ya." Pamit Andre dengan ramah. Ia seolah tak perduli dengan tatapan aneh dari Bayu dan juga Hendra.
Setelah merasa yakin tamu-tamunya sudahnpergi dan menjauh. Bayu dan Hendra tak kuat lagi menahan tawanya. Pecahlah tawa kedua pria yang dua minggu lebih ini tersiksa dan tegang menghadapi tingkah Nayla.
__ADS_1
Yang makin membuat Bayu dan Hendra tertawa adalah ketika Nayla juga ikut tertawa seperti mereka. Seolah tak ada lagi beban di hidupnya saat ini.