
Usai dipaksa oleh Nayla Amel pun akhirnya pasrah dan mau menginap di mansion sahabat sekaligus calon adik iparnya ini.
"Ok, kalau Amel menginap. Kak Hendra pamit pulang dulu ya," ucap Hendra yang beranjak dari sofa yang ia duduki.
"Apa ini tidak terlalu malam untuk pulang? Apakah tidak sebaiknya Kak Hendra menginap saja? Lagi pula di mention ini masih banyak kamar yang kosong." Imbuh Bayu yang memberi saran pada Hendra, kakak iparnya.
Jujur saja perasaan Bayu mulai tidak enak, iya seperti merasa memiliki firasat yang tidak baik dengan kepulangan Hendra kali ini.
"Tidak usah, tak apa. Aku takut ibu menunggu ku pulang." Tolak Hendra dengan menjadikan sang ibu alasan terkuatnya untuk tetap pulang.
Tak hanya Bayu yang memiliki firasat yang tidak baik dengan kepulangan Hendra. Nayla dan Amel pun demikian.
"Mas tolong kabari aku jika sudah sampai di rumah, hatiku merasa tidak tenang kau pulang hari ini tanpa diriku bersamamu." Ucap Amel saat ia mengantarkan Hendra sampai ke depan pintu mobil Hendra.
"Tidak usah khawatir berlebihan sayang, aku akan baik-baik saja percayalah." Seru Hendra sembari memberikan kecupan di kening calon istrinya.
Mobil Hendra pun melaju meninggalkan mansion Nayla dan Bayu. Saat pintu gerbang besar dan tinggi menjulang itu terbuka, sebuah mobil jeep yang berada di ujung jalan dekat dengan mansion Amel dan Hendra yang belum ditempati. Mulai menyalakan mesin mobilnya, dan ketika mobil Hendra keluar dari gerbang mansion Nayla dan Bayu. Mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak mobil yang dikendarai oleh Hendra.
Braak!! [Suara dentuman mobil yang bertabrakan]
Mobil Hendra yang ditabrak oleh mobil Jeep tersebut, membuat Hendra jatuh pingsan di dalamnya. Meski ada airbag di dalam mobilnya yang dalam kategori mobil mewah, benturan yang kencang menyebabkan ia tak sadarkan diri, meski tidak ada satupun luka yang terlihat di tubuhnya.
__ADS_1
Kedua penjahat yang ada di dalam mobil Jeep tersebut segera keluar dan menyeret tubuh Hendra dari mobilnya. Melihat hal itu Pak Jono dan juga seorang security bernama Pak Tri, mencoba melakukan pertolongan dan perlawanan. Namun sayang upaya Pak Jono dan Pak Tri dalam menyelamatkan Hendra harus terhenti ketika mereka ditodongkan sebuah pistol oleh salah satu penjahat tersebut.
Sedangkan di ke-4 mention, penghuninya saling bertanya-tanya bunyi dentuman apa yang sangat terdengar jelas di telinga mereka. Untuk memastikannya seluruh penghuni keempat mention yang berdekatan itu pun keluar.
Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati mobil Hendra yang mereka kenali sudah tidak berbentuk lagi. Bagian belakangnya remuk begitu pula dengan bagian depannya yang menabrak sebuah pohon palem yang berada di pinggiran tembok.
Nayla dan Amel yang melihat mobil Hendra sudah seperti itu langsung menjerit dan menangis apalagi Hendra tidak ada di dalamnya. Jawab sudah kecemasannya dan firasat tidak baiknya terhadap Hendra.
"Jujur sama gue sebenarnya, apa yang sedang kalian tutup-tutupi dari gue, Mel?" Tanya Nayla sambil mengguncangkan tubuh sahabatnya yang tengah menjerit dalam tangisnya.
"Sebenarnya kita berdua sedang diteror oleh orang tak dikenal, mereka tidak menginginkan gue dan kakak lo menikah. Jika gue dan kakak lo tetap nikah, Mereka bilang akan membunuh kita berdua." Jawab Amel yang membuat Nayla terperangah.
Iya begitu terkejut mendengar jawaban sahabatnya. Bagaimana bisa sahabatnya ini menyembunyikan masalah yang sangat penting dan krusial ini.
"Lo tau gue Nay, gue selalu berbagi apapun sama lo, tapi kakak lo melarang gue untuk cerita tentang hal ini. Dia nggak mau lo cemas dan buat produksi asi lo untuk Bianca jadi jelek, karena memikirkan masalah gue dan kakak lo ini." Ucap Amel mengatakan alasan yang sejujurnya, mengapa dirinya tidak berbagi masalah yang tengah dihadapinya dengan Nayla.
"Sudah kalian jangan ribut-ribut! Berdoalah Hendra tidak apa-apa. Serahkan masalah ini sama suami gue." Ringkas Endah yang menjadi penengah di antara Amel dan Nayla.
Malam ini keempat hot Daddy tak bisa istirahat dengan tenang. Mereka langsung kembali melakukan pencarian.
"Siapa sih orang yang kurang kerjaan banget nyulik Hendra?" Cetus Leon saat melihat Angel dan Bowo Tengah mengecek CCTV jalanan menuju mansion mereka.
__ADS_1
"Tuan, bukankah mobil Jeep ini adalah mobil milik anak buah Joseph?" Tanya Bowo yang mengenali mobil Jeep yang digunakan dua penjahat tersebut pada Jimmy.
"Iya Tuan ini sepertinya mobil anak buah Joseph. Apa kita perlu mendatangi markasnya atau Tuan akan menghubungi langsung Joseph untuk mengembalikan Tuan Hendra?" Tambah Angel pada Jimmy.
"Aku tidak akan menghubungi Joseph. Tidak mungkin seorang maling akan mengakui kesalahan yang sedang ia perbuat. Jika ia langsung mengaku, mungkin penjara akan penuh dan kehabisan kuota. Kerahkan anak buah kita sekarang! Libatkan Borni dan juga Septian dalam hal ini biarkan mereka yang memimpin. Kita akan datangi markas mereka malam ini juga" Perintah Jimmy pada Angel dan juga Bowo.
"Iya kau benar Jim, yang penting kita sudah tahu di mana letak Hendra kini berada. Sepertinya akan ada perpecahan geng mafia sebentar lagi." Tambah Andre dengan dugaannya.
"Iya karena itu sebaiknya, kalian tidak perlu ikut." Tukas Jimmy yang tidak disetujui oleh ketiga hot papa lainnya.
"Tidak seperti itu Jim kalau seperti itu kita tidak setia kawan,"timpal Bayu yang tidak menyetujui perkataan Jimmy.
"Apa kau bisa menembak? Jika kau bisa menembak maka aku akan mengizinkan dirimu untuk ikut, tapi jika dirimu tidak bisa menembak kehadiranmu hanya akan menyulitkan diriku." Jawab Jimmy yang membuat Bayu seketika diam. Leon yang tadinya ingin berkata-kata pun lebih memilih untuk diam. Karena ia paham betul jika Jimmy sudah berkata demikian jiwa mafianya yang telah mati suri telah hidup kembali.
"Andre jika aku belum kembali sampai esok hari, kau sudah tahu harus melakukan apa bukan?" Ucap Jimmy pada Andre adik iparnya sekaligus sahabatnya.
"Iya aku tahu itu. Tapi aku yakin kau akan kembali sebelum esok hari Jim," sahut Andre yang sangat percaya dengan skill yang dimiliki oleh kakak ipar sekaligus sahabatnya.
Usai berbincang-bincang dan berbagi tugas Jimmy, Angel dan Bowo pun pergi menuju lokasi yang mereka rasa Hendra berada di sana. Mereka kembali berangkat dengan menggunakan mobil anti peluru yang dimiliki oleh Jimmy.
Mengetahui suaminya pergi tanpa pamit ke medan perang, Endah terlihat geram. Iya langsung saja menitipkan kedua anaknya pada Andre dan juga Jessica. Ia tak suka suaminya berjuang sendirian tanpa dirinya.
__ADS_1
"Amel, Nayla lo bisa nembak atau enggak? Percuma lu barbar tapi nggak bisa megang beginian." Tanya Endah pada Nayla dan juga Amel. Kedua teman yang ini dibawa ke ruang senjata yang ada di ruang bawah tanah.