
Sepulangnya dari Villa, kondisi kesehatannya drop. Ia tak mau makan dan tak bergairah menjalani hari-harinya. Bayangan kehancuran Hendra terus mengusik pikirannya. Hingga akhirnya ia kembali dilarikan ke rumah sakit karena mengalami demam tinggi.
Satu minggu sudah Nayla di rawat di rumah sakit central Kusuma. Bukannya bertambah baik, Nayla malah makin jatuh sakit. Banyangan bagaimana Silvi dan Hendra menjaganya sewaktu sakit malah mengusik ketenangannya.
Bayu semakin frustrasi menghadapi kondisi Nayla, begitu pula dengan kedua orang tuanya dan juga mertuanya. Nayla tak mau lepas dari sisi Hendara dan juga Bayu. Praktis hal ini membuat banyak pekerjaan Bayu yang terbengkalai termasuk proyek kerja samanya bersama Andre.
Andre yang mengetahui kondisi kesehatan istri teman bisnisnya sakit segera datang menjenguk dengan di dampingi istri tercintanya Jessica. Tak lupa Asisten sekaligus kakak iparnya beserta istri bar-barnya pun ikut serta menjenguk Nayla.
Ceklek! [Suara pintu terbuka]
Di ikuti suara kepala rumah sakit yang membimbing langkah pemilik rumah sakit itu menuju ranjang rawat Nayla.
"Selamat pagi Bay," sapa Andre pada Bayu yang duduk di kursi yang ada di ranjang istrinya. Ia tengah mengistirahatkan matanya yang benar-benar lelah karena kurang tidur semalam.
Ya. Setiap malam Nayla akan selalu bermimpi buruk dan menangis histeris takut jika Hendra mati membusuk di penjara. Ia begitu mencintai dan menyayangi kakaknya, hingga mimpi buruk selalu mengusik alam bawah sadarnya.
"Pagi," jawab Bayu yang terlihat ngantuk, kusut dan berantakan.
Manik matanya yang merah, ia perlihatkan pada teman bisnisnya itu.
__ADS_1
"Ada apa datang ke sini Ndre? Maaf jika proyek kerja sama kita harus di tunda karena---" ucap Bayu terpotong karena Andre menyelanya.
"Tidak apa, kesehatan istri mu lebih penting." Sambung Andre yang kemudian duduk di sebuah kursi yang di sediakan oleh pegawai rumah sakit.
Keempatnya duduk memandangi wajah sembab Nayla yang semalam tak henti-hentinya menangis. Ia bisa tertidur karena Hendra memeluk tubuhnya. Hendra berkata ia tak akan kemana-mana dan tak akan pergi jauh dari Nayla. Saat ini pun Nayla masih tertidur dalam dekapan kakaknya, ia begitu takut kehilangan Hendra.
"Ada apa dengan istri mu?" Tanya Andre dengan mata yang terus menatap Nayla yang masih tidur dalam dekapan Hendra.
"Depresi, ia takut kakaknya Hendra di penjara, karena mantan ibu mertua Hendra sedang melayangkan tuntutan atas meninggalnya putri semata wayang yang ia miliki." Jawab Bayu dengan menahan rasa kantuknya.
"Katakan pada istrimu, dia tak perlu takut, karena gugutan yang ia layangkan pada Hendra telah di tolak oleh pihak berwajib." Jawab Andre yang menatap iba dengan keadaan Bayu yang terlihat begitu lelah.
"Ya, itu untuk pertama dan terakhir, mereka mencari keberadaan kakak ipar mu. Jika mereka sudah menjadikan kakak iparmu tersangka, tidak mungkin dia bisa berbaring di samping istri mu sekarang, bukan? Mungkin jika pihak berwajib itu tak datang ke sini, aku tak akan tahu masalah yang sedang kau hadapi Bay." Jawab Andre yang membuat Bayu terharu dan berhutang budi dengan Andre.
"Andre kau memang teman yang baik, padahal aku memang akan meminta bantuan mu, jika aku tak bisa menyelesaikannya sendiri. Tapi kau malah lebih dulu menyelesaikan masalahnya sebelum aku berbuat apa-apa," balas Bayu yang beranjak dari kursinya menghampiri keberadaan Andre.
Andre yang melihat Bayu menghampirinya segera berdiri dan menerima pulukan Bayu yang mengucapkan terima kasih padanya. Nayla yang merasa Bayu menjauh darinya seketika membuka matanya.
"Papi, jangan pergi!" Rintih Nayla yang juga membuat Hendra membuka matanya.
__ADS_1
"Kenapa De?" Tanya Hendra yang melihat Nayla kembali menangis.
"Mas Bayu pergi," jawab Nayla yang malah menangis.
Hendra segera beranjak dari tidurnya. Ia begitu terkejut melihat banyak orang ada di depan ranjang tidur adiknya. Duduk di kursi dengan tatapan kaku dan dingin menatap dirinya. Hingga membuat ia terjatuh ke lantai saat berusaha bangun dari tempat tidur yang begitu sempit.
Gubrak!! [Suara Hendra jatuh dari ranjang tidur Nayla].
"Aduhhh..." rintih Hendra yang kesakitan karena bokongnya menyium lantai.
"Kau jatuh Hend?" Tanya Bayu dengan polosnya, ia ingin membantu Hendra untuk bangun dan berdiri.
"Nggak, cuma bokong ku, nyium lantai." Jawab Hendra dengan kesal.
"Sudah tahu jatuh malah nanya," umpat Hendra dalam hatinya.
Hendra bangun dengan bantuan Bayu. Bayu mendekati ranjang istrinya dan merubah ranjang tidur Nayla dengan posisi sedikit bersandar, agar ia bisa melihat tamu penting yang datang menjenguk dirinya.
"Aku tidak kemana-mana sayang, aku hanya sedang menyapa tamu kita yang sedang menjenguk diri mu," ucap Bayu yang menghapus air mata yang membasahi pipi istrinya.
__ADS_1