
Kini masalah Hendra dan Amel tidak berhenti sampai di sini. Hilangnya Tuan Yudha dan istrinya dari kediamannya sudah lebih dari dua kali 24 jam membuat asisten rumah tangga mereka, melaporkan hal ini pada asisten Tuan Yudha, yaitu Eko.
Eko yang mengetahui rencana Tuan Yudha untuk menyingkirkan Hendra. Segera mencari informasi mengenai Hendra dari orang-orang suruhannya. Setelah mendapatkan informasi akurat mengenai Hendra, Eko pun mendatangi kediaman Gunawan. Setelah ia mencoba menemui Hendra di rumah sakit namun gagal. Penjagaan Hendra di rumah sakit Central Kusuma sangat ketat.
"Selamat malam Tuan Gunawan. Mohon maaf jika kedatangan saya mengganggu waktu istirahat anda." Sapa Eko saat ia sudah diterima masuk oleh asisten rumah tangga Tuan Gunawan dan di sambut ramah kehadirannya oleh Tuan Gunawan.
Saat ini mereka berada di ruang tamu kediaman Tuan Gunawan. Eko dan Tuan Gunawan tengah duduk saling berhadapan di ruang tamu. Tidak ada raut kegugupan yang terpancar di wajah Tuan Gunawan. Meski ia tahu maksud dan tujuan kedatangan asisten mantan besannya ini.
"Malam Pak Eko. Tidak apa-apa, kedatangan anda tidak terlalu mengganggu waktu istirahat saya. Ngomong-ngomong ada angin apa yang membawa anda datang ke kediaman saya?" Tanya Tuan Gunawan seolah tak mengerti maksud dan tujuan Eko mendatangi dirinya.
Padahal ia tahu pasti kedatangan Eko ke kediamannya untuk menanyakan perihal mantan besannya yang menghilang setelah kejadian buruk yang menimpa putranya beberapa hari yang lalu yang disebabkan oleh mantan besannya itu.
"Terima kasih Tuan Gunawan sudah meluangkan waktu untuk menerima dan menemui saya, kedatangan saya ke sini untuk menanyakan perihal mengenai hilangnya Tuan Yudha dan istrinya. Jawab Eko dengan tatapan menelisik kepada Tuan Gunawan, yang masih terlihat santai mendengar maksud dan tujuannya datang ke kediaman dirinya yang suda ditebak oleh Tuan Gunawan sebelumnya.
"Anda ini lucu sekali Pak Eko. Mengapa hilangnya Tuan Yudha dan istrinya, membuat anda harus mendatangi kediaman saya saat ini. Bukankah seharusnya Anda mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan beliau." Tanggap Tuan Gunawan santai dengan menarik senyum tipis di wajahnya
"Sebelum saya lapor hal ini ke kantor polisi, ada baiknya, jika kita menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Karena jika masalah ini sampai didengar oleh publik, reputasi perusahaan Anda dan juga Tuan Yudha akan menjadi taruhannya." Balas Eko dengan alibinya.
" Oh... begitu Sebenarnya saya tidak mengerti dengan arah pembicaraan dan maksud anda Pak Eko." Sambung Gunawan lagi dengan sedikit menyipitkan matanya, karena saat ia melihat tamunya tengah menatap dirinya dengan tatapan penuh curiga.
"Saya minta tolong kerja samanya Tuan Gunawan. Tolong untuk tidak bersandiwara dalam hal ini. Anda tinggal katakan saja di mana Tuan Yudha dan istrinya maka saya akan segera pergi dari kediaman Anda." Desak Eko pada Tuan Gunawan yang ia curigai.
"Sandiwara kau bilang? Siapa yang bersandiwara sebenarnya, saya atau Anda di sini Pak Eko? Pak Eko pikir saya menyembunyikan tuan besar Anda begitu? Untuk apa? Hubungan saya dengan Tuan Yudha sudah berakhir, dan saya tidak lagi memiliki kepentingan dengan beliau. Apalagi kerja sama dalam dunia bisnis." Tekan Tuan Gunawan.
Ia bicara dengan nada bicara sedikit meninggi, ia tidak terima dianggap sedang bersandiwara dan menyembunyikan Tuan Yudha beserta istrinya.
"Mohon maaf tuan Gunawan. Jika kata-kata saya menyinggung hati anda. Baiklah Tuan Gunawan saya akan bicara blak-blakan saja dengan Anda. Seperti yang anda tahu kedatangan saya kemari memang untuk mencari keberadaan Tuan Yudha dan juga istrinya. Dan seperti yang Anda ketahui pula putra Anda ingin dilenyapkan oleh Tuan besar saya. Tuan besar saya masih tidak terima dengan kematian putrinya, Silvi. Saya juga mengetahui jika putra sulung Anda sedang berada di rumah sakit Central Kusuma, beliau sedang mendapatkan perawatan setelah penganiayaan yang dilakukan tuan besar saya terhadap putra Anda bukan?" Terang Eko kembali menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke sini beserta duduk persoalan yang Tuan besarnya hadapi dengan Hendra.
"Iya lalu apa kaitannya dengan putra saya tentang menghilangnya kedua tuan besar Anda? Di sini putra saya sebagai korban dari tuan besar Anda. Mengapa hilangnya beliau Anda kaitkan pada putra saya? Putra saya saja ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri hingga saat ini. Asal Anda tahu saja Pak Eko, putra saya ditemukan oleh anggota keluarga Kusuma dan juga Adijaya. Jika saja tidak ada mereka yang menemukan putra saya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada nasib putra saya selanjutnya. Mungkin Anda akan datang ke acara pemakaman putra saya beberapa hari yang lalu karena disebabkan perbuatan Tuan besar Anda yang bi4dab itu." Tutur Tuan Gunawan penuh dengan emosi.
__ADS_1
Hati orang tua mana yang terima jika anaknya ingin dilenyapkan dari muka bumi ini.
Deg! Jantung Eko terasa ingin berhenti karena mendengar nama dua keluarga besar yang sangat ditakuti di dalam dunia bisnis, ikut campur tangan dalam permasalahan ini.
Melihat lawan bicaranya terdiam Tuan Gunawan melanjutkan kembali kata-katanya, karena kini ia pun tengah dikuasai oleh emosinya.
"Jika Anda ingin menanyakan keberadaan Tuhan Yudha dan juga istrinya, sebaiknya Anda datangi saja keluarga Adijaya dan juga keluarga Kusuma, karena merekalah yang lebih mengetahui di mana keberadaan Tuan besar Anda, Pak Eko. Tidak mungkin orang yang tidak sadarkan diri melakukan sesuatu pada orang yang telah menganiaya dirinya hingga hampir tewas." Ucapkan Gunawan yang kemudian berdiri dan meninggalkan Eko begitu saja di ruang tamu kediamannya.
Sepeninggalan Tuan Gunawan, Eko terus terdiam di ruang tamu kediaman Tuan Gunawan. Ia tak menyangka hilangnya Tuan besarnya berkaitan dengan keluarga dua keluarga besar yang berkuasa di dunia bisnis dan juga negeri ini.
Sepanjang perjalanan pulang, Eko terus berpikir langkah apa yang harus ia ambil untuk menghadapi dua keluarga besar penguasa ini demi menemukan Tuan Yudha dan juga istrinya.
Dia harus mengatur waktu dan juga berfikir untuk menyusun kata-kata yang baik saat menghadapi kedua keluarga besar yang cukup berbahaya tersebut. Jika ia sampai salah bicara dengan salah satu dari mereka, berakhir sudah hidupnya dan juga keluarganya. Ia tak ingin dan tak mungkin menyerahkan nyawanya hanya karena mencari keberadaan Tuan Yudha dan juga istrinya, yang mungkin saat ini mayatnya sudah jadi makanan ikan paus di tengah lautan lepas.
Keesokan harinya, tepat pukul 07.00 pagi Eko tengah melamun di halaman teras belakang rumahnya. Melihat hal tersebut sang istri yang ingin berangkat bekerja menghampiri Eko.
"Papa kenapa? Dari semalam papa terus melamun? Apa Papa sedang menghadapi suatu masalah yang besar? Berbagilah sama Mama Pah, siapa tahu Mama bisa membantu Papa." Tanya Lili, istri dari Eko.
"Apa hanya itu masalahnya? Jika hanya itu mengapa papa terlihat begitu cemas dan takut? Jika Tuan Yuda dan istrinya menghilang seharusnya Papa tinggal datangi saja ke kantor polisi, biarkan pihak berwenang yang mencari mereka." Tanggap Lili yang memang benar adanya.
Seharusnya memang, jika kita merasa kehilangan anggota keluarga selama lebih dari dua kali 24 jam kita bisa meminta bantuan polisi untuk mencarinya.
"Tidak sesederhana itu Mama. Ada kredibilitas dua keluarga yang harus Papa jaga. Papa lakukan ini semua demi perusahaan. Karena menghilangnya Tuhan Yudha dan istrinya berkaitan dengan rencana mereka untuk melenyapkan mantan menantu mereka, Hendra. Papa dengar dari orang suruhan Papa, Tuan Yudha sudah melancarkan aksinya dengan menyewa pembunuh bayaran." Terang Eko pada istrinya.
Lili begitu terkejut dengan keterangan yag diberikan suaminya.
"Apa?? Tega sekali Tuhan Yudha dan istrinya mau membunuh mantan menantunya sendiri. Bukankah seharusnya dia mengikhlaskan kepergian Silvi. Toh Silvi meninggal karena sakit yang dia derita bukan karena dibunuh oleh Hendra. Lalu bagaimana dengan kabar Hendra sendiri Pah?"
"Iya Mama, mereka berdua belum terima atas meninggalnya Putri semata wayang mereka, mereka masih menganggap Hendra penyebab dari kematian putri mereka. Terlebih Hendra akan segera menikah kembali dengan putri rival bisnis Tuan Yudha. Tuan Yudha termakan hasutan istrinya yang sangat tidak menyukai Hendra sejak awal mula Hendra menikahi Silvi. Di pikiran mereka Hendra sengaja membunuh Silvi demi tujuannya menikahi wanita yang dicintainya selama ini. Kabar Hendra, dia dirawat di rumah sakit Central Kusuma. Dia berhasil diselamatkan dari rencana pembunuhan itu." Sambung Eko, hingga istrinya paham duduk permasalahan yang dihadapi suaminya.
__ADS_1
"Lalu apa Papa sudah mendatangi Hendra, untuk menanyakan keberadaan Tuan Yudha?"
"Hendra dirawat di rumah sakit Central Kusuma dan Papa tidak bisa menemuinya karena penjagaan di rumah sakit itu sangat ketat untuk Hendra. Papa pun awalnya tidak mengerti mengapa Hendra diperlakukan khusus di rumah sakit itu. Setelah Papa mendatangi kediaman orang tua Hendra. Papa baru mengerti mengapa rumah sakit itu melakukan perlakuan khusus pada Hendra." Ucap Eko yang terhenti sejenak.
"Memangnya kenapa Pah? Apa mereka memiliki kekerabatan dengan pemilik rumah sakit Centra Kusuma?" Tanya Lili begitu penasaran.
"Papa tidak tahu, apakah mereka memiliki kekerabatan atau tidak? Karena yang Papa tahu dari tuan Gunawan, ayah dari Hendra. Putranya tersebut diselamatkan oleh anggota keluarga besar Adijaya dan juga anggota keluarga besar Kusuma. Mungkin saja yang menyelamatkan Hendra adalah Tuan muda Andre dan juga Tuan muda Leon." Jawab Eko yang terlihat bingung. Raut wajahnya begitu kacau balau saat ini.
"Terus bagaimana kalau sudah begini? Apakah papa akan berhenti melakukan pencarian Tuan Yudha dan istrinya?"
"Papa masih belum tahu Mah. Papa belum punya nyali untuk bertemu dengan kedua orang itu. Mama tahu sendiri tidak bisa sembarang orang menemui mereka, Apalagi untuk menanyakan hal yang tidak penting bagi mereka seperti ini. Papa sangat takut untuk bicara dengan mereka. Takut kata-kata Papa tak berkenan di hati mereka." jawab Eko.
"Tapi kalau Papa tidak melanjutkan pencarian dan menemukan Tuan Yudha, bagaimana dengan nasib perusahaan Tuhan Yudha? Dewan direksi pasti menginginkan kepastian di mana keberadaan Tuan Yudha sekarang." Sambung Lili yang ada benarnya.
"Papa juga tidak mengerti mah, makannya Papa terus berdiam diri karena Papa sedang berpikir, langkah apa yang harus papa ambil selanjutnya." Sahut Eko yang masih kalut.
"Menurut mama sebaiknya Papa temui saja Tuan Leon. Tuan Leon lebih bisa diajak bicara dari pada Tuan Andre, karena kalau kita ingin bicara dengan Tuan Andre secara langsung otu tidak akan mungkin bisa, kita harus melewati asistennya terlebih dahulu. Papa tahu kan asisten Jimmy itu orang yang terkenal sangat kejam." Saran Lili pada suaminya.
"Iya. Papa tahu itu Mah. Apa mama bisa bantu Papa bertemu dengan Tuan Leon?"
"Tentu saja mama bisa membantu papa untuk bertemu dengan Tuhan Leon, Mama mengenal baik istrinya dan juga Tuan Leon. Mereka berdua sering datang ke restoran mama pada hari Rabu, minggu ketiga. Tepat di acara arisan ibu sosialita yang diikuti oleh istri Leon, yaitu Nona Anna."
"Itu artinya, besok Papa bisa bertemu dengan mereka, mah?" Tanya Eko yang merasa mendapat angin segar dari sang istri.
"Tentu Pah." Jawab Lili dengan penuh keyakinan.
Setelah bicara dengan istrinya Eko pun dapat bernafas dengan lega, karena ia sudah menemukan jalan, bagaimana cara bertemu dengan salah satu keluarga penguasa tersebut.
Sementara itu Amel yang sudah memasak dari pagi-pagi buta, kini dalam perjalanan menuju mention Bayu dan juga Nayla untuk bertemu dengan sang pujaan hati yang sudah sadarkan diri minta di masakan menu makanan kesukaannya.
__ADS_1
Sementara di mension Bayu dan Nayla, kini suasana sungguh sangat ramai di mana ada tiga keluarga kecil yang pagi-pagi sudah datang bertamu di kediamannya. Rupanya Mereka ingin menikmati masakan istimewa yang dipesan Hendra pada Amel. Seperti yang diketahui oleh mereka jika Amel adalah sosok wanita yang sangat pandai memasak.