Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 169


__ADS_3

Ketiga wanita power rangers ini sudah berhasil masuk ke dalam markas Joseph. Setelah mereka berhasil melumpuhkan anak buah Joseph dengan tanpa perlawanan.


Bagaimana tidak Nayla yang mahir dalam menggoda keimanan pria, berhasil menggiring satu persatu anak buah Joseph masuk ke dalam mobil mereka. Niat hati untuk ingin bersenang-senang tapi malah nyawa melayang.


"Udah bersih yuk masuk!" Ajak Nayla sembari memakai lagi baju luarannya, beserta rompi anti peluru dan juga meletakkan pistol di sela celana panjangnya yang sudah berubah menjadi hotpants, karena di gunting Endah demi menggoda anak buah Joseph.


Ya, tadi Nayla masuk ke dalam menggoda para anak buah Joseph dengan pakaian minimnya. Bagaimana tidak tergoda, meski belum lama melahirkan seorang anak, tubuh Nayla malah makin terlihat indah dipandang mata. Jimmy dan Bowo saja hingga kesulitan menelan saliva mereka, saking terpananya dengan indahnya tubuh istri Bayu.


"Pantas saja Bayu cinta mati padanya. Ternyata ini kelebihan dari sejuta kekurangannya." Cicit Jimmy memuji Nayla.


"Ya Tuhan tolong jangan siksa aku. Beri aku jodoh secepatnya. Untuk menyalurkan jagoan ku yang belum terjamah satu pun wanita." Rutuk Bowo, sebagai lelaki yang normal miliknya langsung menegang sempurna saat melihat tubuh indah seperti gitar Spanyol yang terpampang nyata di depan matanya.


"Hemm... Siap-siap ada balada rumah tangga sebentar lagi." Gumam Angela yang paham betul, jika Bayu tipe pria pencemburu, tak rela miliknya dilihat apa lagi dikagumi pria lain.


Di dalam markas Joseph. Baik Nayla dan Amel di buat terkejut dengan sosok yang kini mereka lihat. Bukan hanya keberadaan Jali dan Pendi, tapi juga Tuan Yudha dan Nyonya Sari.


"Gue bayar 10.000 dollar yang berani habisin mereka berdua." Ucap Nayla yang buat Endah dan Amel terperangah dengan penawaran Nayla.


"Kenapa Lo?" Tanya Endah tak percaya, Nayla yang gila dalam mendapatkan uang, kini malah mau rela menggelontorkan banyak uangnya.


"Nggak tega gue. Dia orang tua Kakak ipar gue yang udah tiada. Bagaimana pun Mbak Silvi baik sama gue." Jawab Nayla dengan mata berkaca-kaca. Ia kembali mengingat kebaikan Kakak iparnya yang telah tiada itu.


"Ok, gue ambil penawaran Lo Nay," jawab Amel dengan mata yang di penuhi dendam.


Amel begitu menaruh dendam pada kedua orang tua Silvi. Bagaimana tidak, sebelum Neil di temukan mati bunuh diri, ia membaca pesan terakhir Neil dan Tuan Yudha. Lagi-lagi Tuan Yudha dan Nyonya Sari menyalahkan Neil atas kepergian putrinya.


"Good. Jangan pernah ada perasaan kasihan pada musuh kita! Cuma ada dua pilihan di sini membunuh atau di bunuh." Ucap Endah sembari menepuk punggung Amel.


"Sudah siap? Kalau sudah mari kita mulai permainan kita. Kak Hendra sudah tak berdaya seperti itu, dia sudah tak bisa menunggu lama lagi." Ucap Endah yang diangguki oleh Amel dan Nayla.


"Kalian tunggu di sini, kalau sudah aku beri kode, baru kalian muncul." Ucap Endah.

__ADS_1


Ia berjalan meninggalkan kedua yang kemudian bersembunyi.


Prok...prok...prok... [Endah berjalan sambil bertepuk tangan mendekati mereka yang berkerumun].


Semua mata kini tertuju pada Endah. Anak buah Joseph yang berada di dalam ruangan itu terkejut dengan kehadiran sang Dewi kematian, julukan Endah dari kepala Mafia internasional untuk istri Jimmy. Wanita yang tak mengenal kata ampun. Wanita yang tidak abu-abu dalam menetapkan keputusannya.


"Rupanya sudah ada yang berani menghianati suamiku dan diriku." Ucap Endah yang menatap tajam mata Joseph.


"Ti-tidak Nyonya." Jawab Joseph tergagap.


"Borni, Septian humm...!" Perintah Endah pada kedua anak buah suaminya itu sembari menggerakkan kepalanya untuk memegangi Kedua orang tua mendiang Silvi.


Borni dan Septian pun langsung bergerak mengikuti perintah Endah.


"Hai, apa-apaan kalian?" Baik Tuan Yudha maupun Nyonya Sari terus melakukan perlawanan.


"Kau bilang tidak, tapi kau dengan berani-beraninya menculik orang terdekat kami." Ucap Endah yang berjalan mendekati Joseph tanpa rasa takut.


Namun anak buah Joseph yang merasa Endah hanya seorang diri pun melihat bosnya dalam bahaya langsung saja mengangkat senjata, belum sempat ia menekan pelatuk senjatanya. Senjatanya terlempar bersamaan dengan teriakan kesakitannya yang sangat kencang terdengar.


"Aaaaa..... Sakit sekali tangan ku." Pekik anak buah Joseph, dengan tangan berlumuran darah setelah tembakan Nayla tepat mengenai tangannya.


"Yes, 1000 Dollar pertama gue." Cicit Nayla kesenangan.


"Belom koit, blom dihitung nyet." Sahut Amel mengingatkan.


"Ya, setidaknya gue tandain." Balas Nayla sembari menjulurkan lidahnya.


Joseph melihat Endah tengah lengah, mengambil pistol dan menembak dada bagian kiri Endah.


Door!!!

__ADS_1


Endah terjatuh ke atas lantai dan Joseph tersenyum senang bisa mengalah Endah sang Dewi kematian dengan mudah.


"Aaa... Sa-sakit sekali." Ucap Endah terbata-bata.


Joseph berjalan menghampiri Endah yang terbaring dan meringkuk seperti udang di atas lantai yang kotor dan tak terawat. Joseph dengan beraninya menendang kaki Endah.


Septian dan Borni tak menyangka jika istri Boss besar mereka akan habis di tangan kawan sesama mafianya dengan semudah itu. Borni segera mengirim pesan 2222 sebagai kode bahaya pada Angel.


Angel yang menerima pesan itu ditambah tersengat suara letusan tembakan segara memberikan kabar tak enak pada Jimmy. Jimmy langsung keluar dari mobil. Perasaan tak enak kini tengah menghantui dirinya.


"Apa istri ku yang tertembak? Jika ia akan ku bunuh semua anggota keluarga mu hingga tak tersisa Joseph." Ucap Jimmy saat keluar dari mobil.


Bersamaan dengan turunnya Jimmy dari mobil, mobil yang dikendarai Andre pun tiba. Langkah Jimmy terhenti, melihat mobil miliknya ada di depan matanya.


"Ada apa Jim?" Tanya Leon yang keluar dari mobil meski mobil yang dikendarai Andre belum berhenti sempurna.


"Sepertinya istriku tertembak." Jawab Jimmy yang membuat Leon terkejut.


"Siapa yang berani menembah adikku? Si4lan cari mati dia." Leon malah berjalan mendahului Jimmy dengan emosi membara.


Secuek, seabsurd apapun tingkah Leon, dia sangat menyayangi adiknya.


"Kau pikir kau wanita hebat hah! Aku dengan mudah mengalahkan mu. Kau bukan lagi Dewi kematian. Sekarang aku akan mengirimmu untuk bertemu dengan orang tua angkat mu yang telah kau lenyapkan." Ucap Joseph penuh percaya diri. Ia kembali mengacungkan pistol ke arah kepala Endah.


Namun sebuah tembakan dengan peredam suara meletus tepat mengenai pinggang Joseph.


Bleppp....


Brukkk.... Joseph terjatuh tak jauh dari Endah.


"2000 Dollar gue, jangan langsung mati, biar ada dramanya dikit. Pasti Endah mau kultum sebelum koitin tuh orang hahaha." Ucap Nayla pada Amel.

__ADS_1


Borni dan Septian memandang keseluruh penjuru ruangan, mencari penembak jitu yang sejak tadi bersembunyi.


__ADS_2