Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 34


__ADS_3

Hal yang dilupakan Nayla adalah bagaimana kondisinya saat di kampus nanti, dengan menyandang status barunya sebagai seorang istri dari salah satu dosen yang menjadi primadona di kampusnya itu.


"Sial... Bagaimana ini? Gue gak sanggup di keroyok barisan para fans laki gue di kampus nanti, duh gue gak mau muka cantik paripurna ini dicakar-cakar sama mereka, apalagi Amel udah ngomong gue dicariin sama genknya si Angel, ohhh my Godddd .....," batin Nayla seraya menepuk jidatnya.


Memang benar sosok Nayla saat ini di cari-cari oleh genk Angel yang merasa terkalahkan oleh sosok gadis biasa dan amburadul seperti Nayla. Mereka merasa kalah telak karena mengetahui pria pujaan hati mereka sudah menikah dengan wanita macam Nayla, yang mengaku cantik tapi jauh dari kata modis dan elegan.


Disaat Nayla bermain dengan pikirannya tentang apa yang akan terjadi saat ia berada di kampus nanti, tiba-tiba Sultan yang sudah selesai menghabiskan piring kedua sarapannya. Putranya itu menghampiri dirinya.


"Mami-Mami kok melamun, Sultan sudah habis sarapan paginya. Ayo kita segera berangkat!" ajak Sultan sembari menggoncangkan lengan kiri Nayla.


"Oh i-iya sayang, maafin Mami yang jadi melamun karena ucapan Papi kamu tadi itu ya sayang hehehe..."


"Iya Mami gak apa-apa, kata Suster sudah biasa tuh Mami seperti ini dan Sultan harus terbiasa dari sekarang dengan kebiasaan Mami yang suka melamun,"balas Sultan dengan tawa renyahnya yang membuat Nayla ikut tertawa bersama putranya, sembari memandang penuh arti ke arah Suster Marni yang tengah menunduk tak enak hati padanya.


"Suster Marni, Karlota made in Indonesia. Apa yang kau ajarkan pada putra sambungku hemm? Cari masalah saja kau dengan ku ya," batin Nayla yang merutuki Suster Marni.


Suster Marni mendapatkan julukan baru dari Nayla, karena tanpa tak sengaja Nayla pernah menguping pembicaraan Suster Marni dengan ibu mertuanya, saat ia menyambangi rumah mertuanya yang berbeda beberapa blok dengan kediamannya. Ternyata Suster Marni selain menjadi pengasuh putra sambungnya, ia juga menjadi mata-mata ibu mertuanya yang sangat rajin memberikan informasi apa saja yang Nayla lakukan terhadap anak dan cucunya.


"Ok sayang,Mami mau siap-siap dulu dan ambil tas kuliah Mami di kamar Mami, ya? Sultan bisa tunggu Mami di mobil sambil nonton bus imut dan lucu itu ya sayang! Ok?

__ADS_1


"Ok Mami," jawab Sultan dengan mengacungkan jempol kanannya kehadapan Nayla.


"Gih sana lari ke mobil, balapan sama Suster Marni siapa yang jadi pemenangnya!" jawab Nayla sembari mengelus pipi Sultan yang makin menggemaskan dari hari ke hari.


"Ok Mami siap, Sultan pasti menang. Ayo Suster kita balapan!" Ajak Sultan yang kemudian berlarian ke arah luar rumah tanpa aba-aba, mencuri start lebih dulu yang kemudian di ikuti Suster Marni yang sepertinya merasa tak nyaman baru selesai sarapan diajak berlarian dengan anak majikannya itu.


"Selamat berolahraga ya Sus,hahaha...." gumam Nayla dengan suara pelannnya yang masih dapat didengar oleh Suster Marni.


"Nyonya memang paling-paling, bisa-bisanya kesalahan ku dibayar kontan olehnya sekarang," batin Suster Marni merutuki majikannya.


Setelah kepergian Sultan dan Suster Marni, Nayla kemudian beranjak ke kamar pribadinya di lantai atas untuk mengganti pakaian dan mengambil tas kuliahnya.


Ya, supir pribadi Nayla harus memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, dan Bayu sengaja memilih orang yang memiliki tingkat kesabaran tinggi untuk menjadi supir pribadi istrinya itu. Karena apa? Karena tiap hari supir itu akan menghadapi tingkah menyebalkan Nayla dan juga putranya.


Hari pertama mobil itu beroperasi untuk mengantarkan Sultan ke sekolah, masih menggunakan supir pribadi Sultan yang lama, belum satu hari full supir itu ikut bekerja dengan nyonya mudanya, ia sudah angkat tangan dan meninggalkan mobil itu beserta penumpangnya di sebuah halte bus. Karena apa? Karena kupingnya panas menerima kebawelan Nayla mengenai cara ia mengendarai mobil baru nyonya mudanya yang selalu salah dimata nyonya mudanya itu.


Syok itu pasti yang dirasakan Nayla saat ditinggal supirnya yang sengaja menepikan mobil miliknya itu disebuah halte bus begitu saja, apalagi ia melihat supirnya itu langsung naik bus yang berhenti tepat di depan mobilnya tanpa menoleh ke arah mobilnya itu.


"Selamat pagi Nyonya. Apa sudah siap untuk berangkat, sudah dpastikan tidak ada lagi yang tertinggal, Nyonya?" sapa Pak Jono yang sengaja menanyakan kesiapan nyonya mudanya itu untuk berangkat. Ia lebih baik bertanya dari awal daripada dia harus berbalik arah di tengah perjalanan, bukan hanya di tengah perjalanan tapi juga diujung berjalanan mereka.

__ADS_1


Bagaimana bisa diujung perjalanan mereka kembali lagi? Tentu saja bisa jika ada Nayla di sana. Saat itu Nayla lupa memasukkan kotak bekal makan putranya. Buruknya, ia mengingatnya setelah sudah berada di depan pintu gerbang sekolah Sultan.


Bukannya turun dan membiarkan Pak Jono mengambil sendiri bekal makanan itu. Nayla, Sultan dan juga Suster Marni memilih untuk tidak turun dari mobil yang di kendarai Pak Jono. Mereka tetap ikut pulang ke rumah untuk mengambil kotak bekal Sultan yang tertinggal, dan alhasil saat mereka datang kembali kesekolah, mereka terlambat dan Nayla memilih memboloskan putranya dari sekolah.


Pak Jono yang berada dibalik kemudi merasa sia-sia, dia sudah membelah jalanan kota Jakarta seperti pembalap formula one demi Sultan agar tetap sekolah meskipun telat-telat dikit, eh malah Nyonya mudanya dengan seenaknya berkata, "Udah anak Mami hari ini bolos aja ya, kita ke Mall beli es cream, sepertinya lebih seru daripada sekolah hari ini,"


Sultan yang tadinya sedih karena tidak bisa sekolah hari itu pun, berubah menjadi senang buka main karena ajakan sesat Nayla. Suster Marni dan Pak Jono hanya bisa menyayangkan keputusan Nayla sembari menggelengkan kepalanya saat mendengar ajakan Nayla pada putra sambungnya itu.


"Nyonya, sepertinya Anda dalam masalah besar hari ini. Tuan pasti akan marah besar nanti pada Anda, karena Anda sudah mengajari putranya dengan kebiasaan baru yang sangat buruk," batin Suster Marni yang duduk di kursi mobil paling belakang kala itu.


Dan benar saja apa yang dikatakan Suster Marni kala itu, tanpa tak disengaja Bayu yang sedang memantau perkembangan salah satu Mall miliknya ditengah Ibukota bersama asisten pribadinya yang bernama Nathan, begitu terkejut melihat keberadaan anak dan istrinya yang berada di taman Mall yang letaknya tak jauh dari tempat mobil Nayla di parkirkan.


Bayu dengan langkah seribu menghampiri istrinya, ia berdiri tepat dibelakang istrinya itu yang terlihat bangga melihat Sultan yang sudah lancar bersepeda tanpa roda berkat kegigihannya mengajari putra sambungnya itu, sambil berkacak pinggang Bayu menegur istri kecilnya itu.


"Apa sekolah Sultan sudah pindah ke Mall ini, Nayla, istriku yang sangat nakal?" tanya Bayu yang membuat Nayla menghentikan euforia-nya.


Nayla membalikkan tubuhnya, ia menatap tak percaya keberadaan suaminya yang seperti jalangkung baginya. Drama rumah tangga dan perdebatan mereka pun kembali di mulai. Sultan yang sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan kedua orang tuanya pun tak mau menghampiri kedua orang tuanya itu, ia malah asyik bersepeda dengan pengawasan Suster Marni dan Pak Jono.


Perdebatan Nayla dan Bayu kembali dimenangkan oleh Nayla. Bayu tak berkutik ketika istrinya itu sudah mengomel seperti kereta yang panjang bergerbong-gerbong, ngalor-ngidul entah kemana pembicaraannya, seketika kepala Bayu merasa cenat-cenut di buatnya.

__ADS_1


Diakhir kalimatnya Nayla mengatakan pada Bayu, ".... Udahlah tugas kamu tuh cari uang aja yang benar, gak mungkin juga aku tuh jerumusin anak aku sendiri. Jadi orang jangan lempeng-lempeng amatlah. Mencong dikit buat nikmatin hidup. Lagi pula ada gunanya juga anak kita kesini, coba lihat dia udah bisa bersepeda sendiri tanpa rodakan! Kamu mana ada waktu buat ngajarin dia, anak kita kesini gak cuma main tapi juga belajar, belajar bersepeda tuh liat! Perlu kamu ingat ya suamiku yang perfect, usia putra kita tuh baru tiga tahun lebih, waktunya dia untuk banyak bermain dan mengenal dunia bukan belajar mata pelajaran terus-terusan, aku gak mau anak aku stress ya karena tekanan dari kamu! Kamu mau ya aku pakai asal-asalan kalau kamu begini terus sama anak aku?" Omel Nayla yang seakan-akan dia adalah ibu kandung Sultan sesungguhnya.


__ADS_2