
Belum selesai dengan sarapannya Anna dan Leon kembali lagi ke kamar, setelah orang suruhan Leon datang mengantar obat perangsang pesanannya.
Nayla tak bisa menahan tawanya melihat kepergiaan Anna dan Leon. Terlihat jelas Leon sangat berat melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamar. Sedangkan Anna terlihat begitu semangat. Pandai betul Nayla memprospek Anna untuk memaksa suaminya meminum obat itu, hanya untuk merasakan sensasi yang diceritakan Nayla padanya.
Ancaman Anna sungguh tak main-main untuk Leon, jika saja apa yang dilakukannya nanti tidak sesuai dengan ekspektasi istrinya itu. Seperti biasa Nayla sudah membuat cerita percintaannya dengan suami seperhiperbola mungkin agar membuat Anna tertarik untuk masuk ke dalam prangkapnya.
Jujur saja memang cara Nayla menceritakan pengalamannya, membuat junior Leon pun ikut berdenyut. Mulut Nayla memang benar-benar absurd tanpa saringan. Beberapa kali Leon menggaruk kepalanya, ingin sekali ia berteriak sudah cukup. Jangan lanjutkan cerita plus-plus yang keluar dari mulut Nayla ini.
Sungguh ini sangat menyiksanya. Selain juniornya menegang, remasan dari tangan Anna yang sekuat tenaga pun membuat tangannya terasa sakit. Tapi apa daya istrinya seperti orang ketagihan dengan cerita berlebihan Nayla. Ia terus saja berkata.
"Terus Nay...terus... Owhhh sepertinya nikmat sekali...Aku pasti akan merasakannya nanti dari Mas Leon, lanjut Nay, lagi Nay...Apa lagi yang dilakukan suami mu pada mu? Aku akan menceritakannya nanti pada Endah dan Jessica agar mereka merasakannya juga" Leon menepuk jidatnya seketika itu juga. Ia sudah dapat membayangkan amukan Jimmy dan Andre nanti padanya karena mulut istrinya.
Di saat Nayla sedang puas-puasnya tertawa. Tiba-tiba Tyo datang ke mejanya. Ia duduk bergabung dengan Nayla tanpa izin. Seketika Nayla menghentikan tawanya. Ia menatap tak suka dengan kedatangan Tyo yang tersenyum manis padanya.
"Sepertinya kamu bahagia sekali Nay." Ucap Tyo yang duduk bersandar pada sandaran kursi dan menopangkan satu kaki kanannya pada kaki kirinya dan satu tangannya menopang dagunya.
"Tentu saja, apa ada masalah jika aku bahagia Yo?" Sahut Nayla melanjutkan memakan makanannya yang belum habis.
"Tentu saja masalah bagi ku, Nay. Karena kamu bahagia di atas penderitaan ku. Kamu bahagia tidak bersama ku." Jawab Tyo.
Nayla menghentikan kunyahan makanan yang ada di mulutnya. Ia mencerna betul-betul ucapan Tyo yang duduk di hadapannya.
__ADS_1
"Aku belum bisa merelakan mu. Kita baru saja membina hubungan dan dia dengan seenaknya mengambil mu dari diriku. Bahkan mengukir kenangan indah pun belum kita lakukan." Ucap Tyo lagi.
"Maaf Yo, aku tahu aku salah, mencampakkan dirimu, tapi aku tak bisa menolak perjodohan yang sudah dilakukan kedua orang tuaku sejak lama. Jujur waktu aku mau jadi kekasih mu, aku belum mencintaimu Yo. Aku hanya menerima cintamu, seperti menerima cinta pria lain yang datang silih berganti di kehidupanku yang dahulu. Itu aku lakukan karena aku mencari pria yang tepat untukku. Maaf jika aku melukai perasaan mu,Yo." Balas Nayla dengan mengatakan apa adanya.
"Permintaan maaf mu tak akan mengembalikan diri mu pada ku, Nay? Apa kamu mencintai suami mu itu Nay?" Sahut Tyo yang malah menanyakan perasaan Nayla pada Bayu.
"Aku mencintai suamiku?" Nayla mengulang pertanyaan Tyo.
"Ya, apa kamu mencintai dia?" Tyo pun mengulang kembali pertanyaanny.
Nayla tersenyum mendengar pertanyaan Tyo yang Tyo ulang itu.
"Kenapa kamu malah tersenyum seperti itu Nay, kamu tidak mencintainya kah? Jika kamu tidak mencintainya, tinggalkan dia dan pergilah bersama ku. Aku akan membahagiakan hidup mu." Ucap Tyo yang seakan mendapat angin segar dari tawa pias yang terukir di wajah Nayla.
Tyo tersenyum kecut mendengar ancaman Nayla.
"Apa yang akan kamu lakukan jika suami mu lah yang selingkuh dan meninggalkan mu nanti, apa kamu akan membunuhnya seperti kamu ingin membunuh ku humm?" Tanya Tyo dengan tatapan memandang remeh Nayla.
"Hahaha... tentu saja Yo. Aku akan membunuhnya di depan wanita selingkuhannya. Tidak ada yang bisa memiliki apa yang sudah menjadi milik ku. Jika aku tak bisa memilikinya lagi, tidak juga dengan orang lain." Jawab Nayla yang menancapkan pisau makan ke piring makannya, hingga piring itu terbelah dua.
"Kamu sungguh perempuan yang mengerikan Nay." Ucap Tyo saat melihat Nayla melakukan debus di hadapannya.
__ADS_1
Nayla memakan daging yang mungkin ada pecahan piring di dalamnya.
"Ya aku akan terlihat mengerikan dan akan lebih mengerikan dari ini jika kamu memaksa masuk dalam kehidupan ku." Balas Nayla yang kemudian pergi meninggalkan Tyo.
Tanpa Nayla duga Bayu sudah ada di belakang kursinya. Bayu mencengkram rahang Nayla dan memasukkan jari tulunjuknya ke mulut Nayla. Bayu membuat Nayla mengeluarkan kembali makanan yang mungkin bercampur pecahan piring, yang sangat membahayakan diri Nayla bahkan janin dalam kandungannya.
"Jangan lakukan ini lagi! Ini bisa membahayakan dirimu dan anak kita!" Ucap Bayu yang kemudian mengusap mulut Nayla tanpa rasa jijik.
Bayu kemudian merangkul Nayla pergi meninggalkan Tyo. Tyo tersenyum getir melihat keromantisan keduanya.
"Aku tak akan menyerah mendapatkan cinta mu Nay. Dia telah merebutmu dari ku dan aku akan kembali merebut dirimu darinya. Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan mu. Tak perduli kamu akan membenciku nantinya, yang terpenting kau akan menjadi milikku." Gumam Tyo di dalam hatinya.
"Papi, Mami jadi lapar lagi ihhh..." ucap Nayla dalam rangkulan Bayu.
"Nanti Papi pesankan dari kamar." Jawab Bayu yang mengencangkan rangkulannya.
Dia begitu bahagia mendengar istrinya mengatakan sangat mencintai dirinya. Walaupun ungkapan kata cinta itu tidak dibicarakan secara langsung dengannya.
Pasalnya Nayla sangat sulit jika diminta untuk mengungkapkan perasaannya pada Bayu. Entah gensi atau bagaimana, yang pasti cukup sulit Bayu mendengar Nayla mengungkapkan perasaannya. Jika ditanya oleh Bayu "Mami cinta tidak sama Papi?" Nayla malah menjawab, "Memangnya yang Papi rasa gimana selama ini?" Jawaban Nayla membuat Bayu harus berpikir sendiri dengan apa yang ia rasakan tentang perasaan Nayla.
Berbeda dengan Bayu yang tengah berbahagia. Kini Leon tengah merasakan efek obat perangsang yang baru saja ia minum. Leon mulai merasakan ada sesuatu hal yang berbeda pada tubuhnya. Pandangan matanya terlihat terganggu. Matanya tidak fokus dan pandangannya berbayang, jantungnya mulai berdebar kencang, suhu tubuhnya terasa meningkat, ia merasakan panas dan kepalanya terasa sangat pusing. Di dalam hatinya terus merutuki Nayla.
__ADS_1
"Dasar pentol korek, aku harus seperti orang bodoh membeli dan meminumnya sendiri dalam kondisi sesadar-sadarnya hanya karena istriku ingin menikmati sensasi permainan brutal ala Bayu." Gumam Leon dalam hatinya sembari senyum terpaksa menatap Anna yang sudah memakai baju dinasnya.