
Suara hentakan dan suara alat makan beradu di atas piring yang dilakukan Nayla, sangat membuat Sonya dan Linda merasa tak nyaman. Berbeda dengan anggota keluarga Tuan Tama yang sudah terbiasa, jika Nayla dalam mode ngambek di saat jam makan bersama mereka.
Biasanya jika seperti ini, Bayu akan membujuk Nayla agar ia kembali tenang dan menghentikan kelakuan buruknya. Namun kali ini tidak, Bayu memilih mengabaikan kelakuan buruk istrinya itu.
Selain ia tak mau mendapatkan tuduhan yang tidak-tidak dari istrinya, ia juga sengaja membiarkan istrinya memberi pelajaran pada kedua orang yang tak punya hati, yang kini duduk tanpa rasa malu di hadapannya.
Sedangkan Tuan Tama dan juga Ratna sang istri, juga membiarkan menantu satu-satunya ini, berbuat sesuka hati seperti itu pada tamu mereka, karena kedua mertuanya itu sangat paham, jika menantunya tidak bisa dibuat tidak nyaman sedikit pun, apalagi disenggol dengan sengaja seperti saat ini, oleh kedua tamu yang tak mereka harapkan kedatangannya.
Linda yang tak bisa menelan sama sekali makanannya, karena Nayla terus saja berbuat onar, ia terus mengejutkan Linda dan Sonya dari suara yang di timbulkan Nayla dengan alat makannya. Beberapa kali ia mencoba memasukkan makanan ke dalam mulutnya, beberapa kali juga ia tersedak karena Nayla terus membuatnya terkejut dengan tingkah tak sopannya.
Entah sendok yang ia adukan ke atas piring makannya,hingga menimbulkan suara yang membuat orang ngilu jika mendengarnya, atau ia yang dengan sengaja menjatuhkan alat makannya, yang kemudian berteriak memanggil assiten rumah tangga mertuanya, dengan pekikan suara seperti sedang berada di hutan.
Dan satu hal lagi yang dilakukan Nayla yang membuat kedua orang itu benar-benar tak nyaman berada di meja makan bersama dengan keluarga Bayu untuk pertama kalinya, yaitu dengan menghentakkan gelas minum miliknya ke atas meja makan. Hentakan gelas yang ada di dalam genggaman Nayla hingga membuat meja makan milik Tuan Tama itu bergetar hebat dan piring makan mereka semua sedikit terangkat.
"Ya Tuhan, Nayla. Dari mana asal tenagamu Sumo mu itu sayang? Semua bergetar dan terangkat." Gumam Bayu yang berusaha tenang meski ia pun terperangah dengan apa yang dilakukan istrinya.
Sedang sang putra melihat ibu sambungnya menggebrak meja, ia tersenyum senang. Ia merasa aman berada di dekat Nayla.
"Rasakan Tante lampir dan Nenek lampir. Kalian belum kenal siapa Mami ku bukan? Kalian akan habis ditangan Mami ku. Aku akan adukan apa yang kalian lakukan pada ku, hari ini." Gumam Sultan di dalam hatinya yang tersenyum menatap Nayla yang sedang menatap tajam kedua orang yang telah membuat dirinya ketakutan.
Dan jangan tanya bagaimana reaksi Tuan Tama dan Ratna saat ini. Karena saat ini keduanya sedang berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawa mereka yang hampir saja pecah, ketika kedua orang tamunya terlonjak kaget karena perbuatan menantunya itu, terutama saat mereka melihat raut wajah Sonya dengan kelatahannya.
Ya. Mereka menahan tawa sekuat tenaga saat mereka melihat wajah terkejut Sonya yang menganggap getaran yang ditimbukan karena kelakukan Nayla adalah sebuah gempa bumi dahsyat yang tengah terjadi di kediaman Tuan Tama.
"Monyong lo gempa, eh monyong lo gempa...!!" Lantah Sonya yang seketika membuat seluruh mata menatap dirinya, terkecuali Sultan.
"MOMMY!!" Bentak Linda yang malu dengan kebiasaan Mommynya yang suka latah jika terkejut.
"Gempa...gempa...!! Linda ada gempa Lin... Ayo cepat keluar, kita harus segera selamatkan diri..." Ucap Sonya kepada putrinya yang duduk di sampingnya.
"Mom, diamlah dan tetaplah tenang, tidak ada gempa." Ucap Linda yang berusaha menenangkan Sonya yang terkejut dan takut.
"Tapi meja makan ini bergetar hebat dan semua piring terangkat," sangkal Sonya yang tak melepaskan lengan putrinya yang ia peluk. Ia masih menganggap getaran di meja makan itu akibat dari gempa bumi yang terjadi di kediaman Tuan Tama.
"Tidak Mom, meja ini bergetar karena perbuatan wanita botak itu bukan karena gempa." Ucap Linda dengan emosi dan menunjuk Nayla melalui tatapan mata sinisnya.
Nayla yang di tatap malah membenarkan alat penutup telinga yang ia pasang di telinga putranya sejak tadi. Ya. Nayla sejak tadi sudah menutup telinga Sultan dengan alat penutup telinga yang selalu ia bawa kemana-mana, sebagai antisipasi jika ada pembicaraan yang tak harus di dengar oleh putranya.
__ADS_1
Pandangan mata Linda kini teralih, ia melirik Bayu yang terlihat tenang seperti tidak terjadi apa-apa, padahal istrinya sudah membuat huru-hara di meja makan. Linda merasa Bayu seperti orang yang berbeda. Ia tak mengenal Bayu yang sekarang ini duduk di depannya.
Jika dulu saat Bayu hidup bersama dengan dirinya. Bayu paling tidak suka ada kegaduhan di atas meja makan tapi sepertinya sekarang tidak seperti dahulu. Sekarang Linda merasa Bayu sudah tak lagi menghiraukan peraturan yang ia buat sendiri.
Peraturan yang dulu sangat dijunjung tinggi oleh Bayu ketika ada di meja makan, adalah meja makan hanya menjadi tempat untuk makan. Dilarang bersuara saat di meja makan. Dilarang mengadukan alat makan sampai menimbulkan bunyi, mengobrol ataupun berdiskusi apalagi berdebat di meja makan seperti saat ini.
Semua dugaan Linda dibuktikan dengan sikap Bayu yang tetap tenang dan terus menyantap makanannya dengan lahap, meskipun kegaduhan sejak tadi terus diciptakan oleh istri barunya itu.
Dan satu hal lagi yang menarik perhatian Linda, tentang kelahapan Bayu dalam menyantap menu makan malamnya kali ini. Untuk pertama kalinya Linda melihat Bayu menyantap menu yang tak pernah Linda lihat Bayu menyantapnya, selagi Bayu hidup bersama dengannya.
Linda sangat paham betul jika Capcay adalah menu makanan yang selalu Bayu hindari, karena ia sangat tidak menyukai menu makanan yang satu ini.
Tapi malam ini Linda dibuat terperangah ketika Bayu menyantap menu yang satu ini dengan begitu sangat lahapnya, dan terdengar berkali-kali Bayu meminta Nayla untuk mengambilkannya lagi ke atas piring makannya.
"Mih, ambilin capcaynya lagi untuk Papi!" Pinta Bayu pada Nayla yang tengah menatap tajam kedua rivalnya itu, dengan menyodorkan piring makannya pada sang istri.
Nayla yang mengutamakan suaminya segera menerima piring makan yang disodorkan suaminya itu, ia kemudian mengambilkan dua sendok capcay ke dalam piring makan Bayu dan sedikit menambahkan nasi di piring itu.
"Tambah nasinya ya Pih, biar sedikit padat berisi badan Papi ya. Biar gak keliatan menderita hidup sama Mami." Ucap Nayla yang menyindir Linda dengan terang-terangan.
"Lagi pula, kepalaku botak seperti ini bukan karena penyakit, tapi karena mempertahankan suamiku dari para Fans fanatik. Maklumlah punya suami mantan Duren, jadi harus kuat fisik sama mental. Dan Mulai detik ini tak akan aku biarkan seorang pun merebut belahan jiwaku dari dekapan ku, termasuk anak ku Sultan." Ucap Nayla yang kemudian menusukkan garpu pada piring makannya hingga terbelah menjadi dua.
Trakkk! [Suara piring terbelah menjadi dua].
"Jangan asal bicara, Sultan itu putra kandung ku bukan putra mu!" Linda beranjak dari duduknya, ia berdiri menatap sengit Nayla yang malah tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan mantan istri suaminya itu tanpa rasa malu.
Bayu dan kedua orang tuanya mulai menyeryitkan kedua alisnya ketika mendengar tawa Nayla yang sangat menyakitkan gendang telinga mereka.
Mereka ingin sekali menutup kedua telinga mereka, tapi mereka urungkan keinginan mereka itu, ketika Nayla menatap wajah mereka secara bergantian dengan tatapan penuh arti. Takut menantunya yang tengah hamil muda itu tersinggung, kedua orang tua Bayu mengurangkan niat mereka untuk menutup telinga mereka.
"Mami please!!" Ucap Bayu yang mengeluh pada Nayla, yang malah di salah artikan oleh Linda.
Linda menganggap Bayu ingin membelanya, tapi sebenarnya Bayu hanya mengeluh agar Nayla tak lagi tertawa seperti itu yang membuat telinga sakit.
"Bay, lihatlah istri mu mengakui putra kita adalah putranya," adu Linda dengan suara manja yang sangat menjijikkan di telinga Nayla maupun Bayu.
Bayu hanya diam membisu, ia tak menanggapi aduan mantan istrinya itu, karena memang sejak tadi ia tak menganggap wanita yang pernah menyakiti dirinya itu ada di hadapannya. Berbeda dengan Bayu, Nayla malah terus menanggapi ucapan mantan istri suaminya yang tengah kesal dan marah pada dirinya.
__ADS_1
"Kita? Lo aja kali sama kambing... Embeeeee..." Ledek Nayla yang makin membuat Linda bertanduk.
"Mami nih gimana kalau dia sama kambing berarti Papi kambingnya dong?" gumam Bayu dalam hatinya.
Tak jauh berbeda dengan Bayu kedua orang tuanya pun sedang membatin memikirkan ucapan menantunya.
"Jika Linda sama Kambing berarti Bayu Kambingnya dong, hahaha... Bay-bay, kasian sekali nasibmu Nak, istri mu tanpa sengaja mengatai mu." batin Tuan Tama dan Ratna yang tak jauh berbeda.
Linda yang marah terlihat berdiri sembari bertolak pinggang mantap tajam kearah Nayla. Nayla yang tak mau kalah juga ikut bertolak pinggang menatap tajam kearah Linda. Namun Nayla ya tetap Nayla. Ia kembali meledek Linda dengan bertolak pinggang menghadapi kedua mertuanya yang sedang menyaksikan pertikaian mereka. Ia berlagak dan berpose seperti Ratu sejagat kearah kedua mertuanya secara bergantian.
"Daddy bagaimana cara Nay bertolak pinggang cantik tidak?" Tanya Nayla pada Tuan Tama yang tersenyum dan memberikan dua jempolnya pada Nayla.
"Cantik, menantu Daddy sangat cantik, tak ada yang menandingi kecantikan menantu Daddy ini. Hahahaha," puji Tuan Tama di akhiri tawanya yang mengelegar seperti Nayla.
"Mom, gimana dengan Mommy, apa aku ini cantik seperti apa yang dikatakan Daddy?" Tanya Nayla kali ini pada Ratna, Ibu mertuanya.
"Cantik sayang, kamu itu tak hanya cantik parasnya saja sayang, tapi hati mu juga sangat cantik sayang, pantaslah jika anak Mommy sangat mencintai mu."
"Benarkah? Berarti lebih cantik aku dari Tante uget-uget itu dong Mom?" Tanya Nayla yang melirik Linda yang duduk di samping Ratna.
"Tentu saja sayang, kamu lebih dari siapapun," jawab Ratna yang membuat Linda mendengus kesal.
Linda terdengar menghentak-hentakkan kakinya karena kesal mendengar mantan ibu mertuanya menyindir dan menghinanya secara tidak langsung seperti ini.
"Pastinya Mom, aku ini daun muda yang lebih menarik di hati Mas Bayu, kalau Mas Bayu balik sama dia, susah dipastikan mata Mas Bayu udah picek sebelah." Balas Nayla yang membuat Bayu merespon. Ia menatap istrinya dengan memanyukan bibirnya.
"Itu tak akan pernah terjadi Mih," jawab Bayu sambil tersenyum manis pada istrinya yang kemudian ia cium punggung tangan kanan istrinya itu dengan penuh cinta.
Panas. Ya hati Linda begitu panas melihat keromantisan Bayu dan Nayla. Tidak ia sangka Bayu yang ia anggap masih mencintainya ternyata sudah move on dan mendapatkan istri yang jauh lebih muda dan cantik dari dirinya.
"Hai botak, jangan terlalu percaya diri, kamu pasti tersingkirkan cepat atau lambat, karena aku memiliki keturunan dari Bayu, sedang kamu tidak. Bayu akan segera meninggalkan kamu demi Sultan anak kami. Saat ini dia hanya sedang dibutakan dengan kecantikan mu yang busuk itu." Ucap Linda dengan penuh rasa percaya diri.
HAHAHAHA.... [Kembali suara tawa Nayla menggelegar]
"Eh monyong lo ketawa... Eh ketawa kaya kunti... Eh kuntilanak botak didepan kita itu coba deh liat, ketawa eh dia ketawa Cuu..." celoteh Sonya yang latah karena terkejut dengan suara tawa Nayla yang menggelegar.
"MOMMY!!! DIAM!!" Bentak Linda pada Sonya. Ia merasa malu dengan latahan Mommynya yang memalukan baginya tapi lucu bagi Nayla dan kedua orang tua Bayu.
__ADS_1