
Ketiga pria yang memiliki tubuh profesional tak jauh dari kelima suami mereka. Kini terlihat keren berdiri di atas papan seluncur mengarungi ombak yang bergulung-gulung sungguh sangat menakjubkan.
Kelima para istri terus mengagumi permainan selancar Borni, Septian dan juga Bowo.
Baik Nayla, Endah dan Amel terus berteriak menyemangati permainan ketiga pria lajang itu. Sedangkan Jessica dan Anna hanya berani bertepuk tangan sekali saja, itupun saat mereka baru satu kali menaklukan ombak, lalu tersenyum kaku ketika mendapati tatapan tajam dari suami-suami mereka.
"Mami!" Panggil Bayu dengan wajah kesalnya.
"Apa?" Sahut Nayla tanpa menoleh ke arah Bayu.
"Biasa aja, gak usah norak." Ucap Bayu kesal.
"Ini udah biasa kok," balas Nayla lagi-lagi tanpa melihat wajah Bayu yang sudah di tekuk.
Cemburu. Ya jelas. Bayu cemburu karena Nayla mengagumi pria lain. Kesal di acuhkan Bayu membawa kedua anaknya ke dalam mobil Campervan, begitu pula dengan Jimmy.
Alih-alih peduli, Nayla dan Endah terus saja menyaksikan permainan Septian, Borni dan Bowo.
"Hufft... Keren... Suster Marni pilih yang mana tuh, Septian, Bowo apa Borni." Ucap Nayla yang menyangka jika Suster Marni masih ada di belakangnya bersama dengan anak-anaknya.
Saat Nayla dan Endah membalikkan badannya. Zonk!! Suami dan anak-anak sudah menghilang. Begitu pula dengan Endah.
"Hah, cemburu deh mulai." Ucap keduanya kompak.
Baik Endah dan Nayla langsung saja menyusul keberadaan suami dan anak-anak mereka yang pastinya ada di dalam mobil campervan.
Dan benar saja, saat Nayla masuk ke dalam. Anak-anak mereka sudah mandi dan sudah berdandan rapih. Bianca malah sedang tertidur dengan botol asi yang dipegangi oleh sang Kakak Sultan.
"Papi mana, Nak?" Tanya Nayla pada Sultan yang terlihat mengantuk.
Rupanya bermain pasir dan air dipantai membuat kedua anak Nayla lelah dan mengantuk kembali.
"Sedang mandi Mami," jawab Sultan yang terus menguap.
"Dede sudah tidur. Sultan bobo saja ya. Nanti Mami bangunkan saat kita akan makan malam."
Nayla mengambil botol susu yang berada di tangan Sultan. Ia mengusap sejenak penuh cinta rambut putranya, hingga tertidur.
Setelah itu, ia pun mengetuk pintu kamar mandi. Bayu mengintip siapa yang mengetuk pintu kamar mandi tanpa bersuara sedikitpun. Ia dapati Nayla sudah berdiri tanpa mengenakan apapun.
__ADS_1
Awalnya Bayu yang merajuk karena cemburu, kembali menutup pintu kamar mandi menolak tawaran dan ajakan Nayla secara langsung.
"Yakin nih gak mau? Anak-anak tidur loh?" Goda Nayla dari luar.
"Argh, sial? Kenapa dia selalu pandai menggoda ku." Bayu mengusap wajahnya kasar. Menutupi kelemahannya yang sama sekali tak bisa menolak tawaran dari istrinya yang pandai merayu itu.
Nayla tetap berdiri di balik pintu kamar mandi, menunggu suaminya membukakan pintu untuknya.
"Pih, Mami hitung ya, penawaran tidak datang dua kali loh." Ucap Nayla seakan memaksa Bayu.
Belum sempat Nayla berhitung Bayu sudah membuka pintu kamar mandi dan menarik tangan Nayla untuk masuk.
Ukuran kamar mandi yang kecil tak sampai satu meter membuat mereka berhimpitan di dalam. Tapi ukuran kamar mandi yang sempit ini tak mengurungkan niat mereka untuk melakukan penyatuan mereka.
Bayu terus mengecup bibir Nayla dengan buasnya dan sedikit menjambak rambut istrinya.
"Nakal sekali kamu Mami, berani mengagumi pria lain di depan Papi hum," ucap Bayu saat menembus milik Nayla dengan hentakan-hentakannya.
"Cemburulah Papi, aku menyukainya." Balas Nayla yang kini berada dalam gendongan Bayu.
Mobil campervan mereka pun bergoyang seirama dengan gerakan Bayu yang mengguncang Nayla di dalam kamar mandi sana.
Kelima orang dewasa di sana langsung saja mengikuti arah pandangan Anna yang melihat dua mobil campervan bergoyang.
"Sakit!!" Cicit Amel yang tahu betul apa yang dilakukan Nayla dan Endah di dalam mobil mereka bersama para suami mereka.
"Ini masih siang, mereka melakukannya dimana?" Tanya Jessica yag malah penasaran mereka melakukannya dimana.
"Kamar mandilah, emang dimana lagi." Leon menyahuti pertanyaan adiknya yang bodoh masalah percintaan.
"Kan sempit Bang?" Tanya Jessica lagi.
"Bukannya yang sempit itu enak," sahut Andre sembari memeluk Jessica.
"Waw, liatlah mobil Nayla bergerak lebih cepat dari mobil Endah." Ucap Anna lagi yang terus mengamati pergerakan mobil keduanya.
"Nayla memang jago bergoyang," puji Jessica.
"Bukan Nayla pasti Bayu," sanggah Leon.
__ADS_1
"Loh kok Kak Bayu sih?" Tanya Anna.
"Karena dalam kamar mandi sempit itu pasti hanya bisa satu gaya." jawab Andre.
Sementara kakak beradik ini menjadi komentator. Hendra mencoba melobi Amel untuk mencoba melakukan apa yang dilakukan adiknya.
"Nggak. Jangan macam-macam! Aku lagi hamil." Tolak Amel yang selalu menganggap apa yag dilakukan Nayla adalah sebuah kegilaan dan dibatas normal.
Kembali lagi pada pasangan kakak beradik ini. Kedua pasang suami istri ini Leon dan Andre, kini kompak melakukan taruhan mobil mana yang berhenti bergoyang terlebih dahulu. Yang kalah harus membelikan mobil listrik keluaran terbaru untuk mereka berlima.
Jessica langsung memegang Nayla, karena dia adalah guru master dalam hal bercocok tanam dan Anna selalu setia memegang Endah. Bagi Anna Endah selalu handal dalam hal apapun.
Anna dan Leon kompak, ingin kembali mengambil keuntungan dari taruhan ini. Anna pun melakukan kecurangan dengan mengirim pesan pada Endah untuk menambah durasi bermain mereka karena dirinya sedang taruhan dengan Andre dan Jessica.
Endah yang membaca pesan itu langsung mengatakan pada Jimmy, dan Jimmy langsung menggelengkan kepala.
"Tidak Mama, Papa tidak sanggup. Mereka itu gila, kita pasti kalah."
"Coba dulu,"
"Arghhh, kenapa mereka jadikan kami bahan taruhan dasar sinting!" Gerutu Jimmy di dalam hatinya.
Sementara Nayla dan Bayu, sama sekali tak ada yang memberi tahukan mereka, jika mereka menjadi bahan taruhan oleh teman-teman mereka. Mereka asyik sendiri dengan penyatuan mereka. Bayu terus menghujani Nayla sebagai bentuk hukuman karena mengagumi pria lain di depannya.
Tiga puluh menit mereka menunggu, hingga senja pun datang, kedua mobil itu tak juga berhenti. Andre dan Leon sampai memainkan kerang-kerang kosong di tepi pantai saking jenuhnya menunggu.
Begitu pula dengan Borni, Septian dan Bowo yang akhirnya ikut menyaksikan pergerakan mobil itu. Karena rasa penasaran mereka. Siapakah pemenangnya Tim Nayla atau Endah.
Dan satu jam kemudian ketika senja hampir berganti malam, mobil Endah berhenti bergerak terlebih dahulu, sedangkan mobil Nayla masih terus bergerak tanpa henti.
Jessica dan Andre bersorak gembira memenangkan taruhan. Leon dan Anna menepuk jidat mereka, karena mengalami kekalahan telak dari taruhan mereka.
Hendra tertawa senang melihat Leon kalah.
"Huahahaha, kalah kau hahaha... Kocek tabunganmu dalam-dalam Tuan Muda Adijaya. Huahahaha ...." Tawa Hendra tepat di depan muka Leon.
"Argh, Si4L!" Umpat Leon dengan kekalahannya.
"Kami tetap jadi dapat motor sport kan Tuan Muda?" ucap Septian yang makin menambah kesal Leon.
__ADS_1