
Pasca kejadian Siera, suasana pasca akad nikah di kediaman keluarga Siera pun terasa berbeda dari sebelumnya. Sang mempelai wanita dan pria saling diam tak menyapa, bahkan raut wajah Nuga pun terlihat tak acuh dan cenderung enggan menatap wanita yang telah menjadi istrinya.
"Sekarang bisa dilanjutkan kembali?" tanya Bram guna memecah kecanggungan yang kian menekan atmosfer di ruangan tersebut.
Nuga menoleh dan tersenyum sebatas formalitas belaka, lalu mengambil cincin pernikahan yang telah Siena pungut dan diletakkan di atas meja.
"Cepat kenakan ke istrimu!" seru Farida yang tidak lain adalah ibu dari Nugraha.
Dengan sangat terpaksa Nuga memasangkan cincin pernikahan di jemari manis Siena, lalu dibalas dengan sebuah kecupan di punggung tangan yang dilakukan oleh Siena.
Nuga terus memalingkan wajahnya, satu hal yang ia tahu pasti saat itu adalah, dirinya sangat membenci wanita di hadapannya.
Setiap senyuman yang Siena lontarkan padanya, seakan menjadi sebuah tali kekang berduri yang kian membelitnya tanpa ampun.
Sebuah moment sakral dan membahagiakan setiap pasang anak manusia, tetapi menjadi moment mengerikan bagi Nuga dan juga Siena. Tanpa mereka sadari, pernikahan membuat mereka semakin saling menyakiti karena sebuah ego dan keterpaksaan berlandaskan sebuah balas budi.
***
__ADS_1
"Bagaimana, dok?" tanya Nikolai khawatir.
Dokter yang baru saja menangani Siera hanya tersenyum lalu berkata, "Tidak apa-apa, hanya sedikit terkilir saja. Pasien bisa berjalan perlahan-lahan tetapi tolong dihindari terlalu lama berdiri ataupun berjalan, dan jangan memakai sepatu yang memiliki hak tinggi untuk sementara waktu."
"Baiklah, terima kasih, Dok!" ucap Nikolai.
Segera ia menghampiri Siera yang masih terduduk di atas brankar. Lalu dengan cepat mencegah Siera yang berusaha berjalan tanpa bantuan.
"Kamu gak boleh banyak bergerak!" seru Nikolai.
"Tidak! Aku gak bolehin Kamu jalan sendirian. Sekarang Kamu pilih, mau Aku bantu berjalan atau Aku gendong lagi?" Nikolai tetap bersikukuh hingga membuat Siera tak memiliki pilihan selain menurutinya.
Beberapa pekan tinggal bersama dengan Nikolai perlahan membuatnya sedikit memahami sifat pria itu. Nikolai adalah seorang pria alpha, selalu mendominasi apapun yang selalu ia kehendaki. Nikolai tidak mau dibantah, hingga tak jarang membuat para bawahannya menjadi sakit kepala.
"Baiklah, tapi jangan gendong lagi! Aku malu," ucap Siera.
Sekali lagi, Nikolai menunjukan sebuah senyuman hangat yang hanya ditunjukan oleh Siera seorang. Senyuman yang terkadang membuat gadis itu merinding, mengingat bagaimana perlakuannya pada orang lain yang sangat jauh berbeda.
__ADS_1
Merekapun kembali menuju mobil Nikolai, melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang menuju apartemen yang mereka tempati.
"Kalau begitu nanti malam Kamu tidak usah datang ke resepsi. Lebih baik Kamu istirahat saja di rumah," ucap Nikolai sambil terus fokus mengendarai mobil miliknya.
Ucapan Nikolai seketika membuat Siera tersentak. Gadis itu seketika terperanjat dari lamunannya lalu menatap Nikolai.
"Tidak bisa! Malah Aku harus datang pas acara resepsi! Aku gak bisa kehilangan moment itu!" protes Siera tidak terima.
Nikolai menghela napasnya lalu kembali berucap, "Tidak bisa! Kesehatan Kamu itu lebih penting dari apapun. Coba Kamu ingat deh, saat Kamu jatuh apa ada satupun anggota keluargamu yang peduli dan menolongmu? Siera, sudahlah. Aku memang tidak tahu apa saja yang sudah Kamu alami bersama keluargamu, tetapi sekarang Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan perlakuan tidak mengenakan seperti itu lagi!"
Siera tersenyum kecil mendengar seluruh ocehan Nikolai. Setelah sekian lamanya ia hidup dan bernapas di dunia, baru kali ini ada seseorang yang memihaknya selain Bibi Aisyah. Tidak bisa dipungkiri jika ada sedikit rasa hangat di hatinya, seolah dirinya baru mendapatkan tempat untuk bernaung dan berkeluh kesah.
"Niko, dengarkan Aku dulu!" seru Siera, memotong omelan Niko yang tiada henti.
Siera tersenyum seringai lalu mendekat ke arah Nikolai lalu berbisik, "Kamu tidak perlu khawatir, karena Aku tidak akan datang sendiri. Bukankah ini adalah moment yang pas, untuk mengenalkan kekasihku yang tampan di hadapan banyak orang, mengerti?"
...****************...
__ADS_1