Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 133


__ADS_3

"Pak hari ini kita ada pertemuan dengan perusahaan Monces di hotel Grand Adams." Ucap Septi pada Bayu saat mereka sudah tiba di kantor.


"Jam berapa Sep?" Tanya Bayu yang sedang menandatangani berkas-berkas di atas mejanya.


"Saat makan malam nanti Pak. Saya sudah lakukan negosiasi tentang jam pertemuan meeting kita ini, hanya saja pihak sana menolak merubah waktu yang mereka tentukan." Jawab Septi dengan rasa tak enaknya karena ia dapat lirikan tajam dari Bayu.


Pasalnya ia selama ini tak pernah melewati makan malam bersama keluarga kecilnya.


"Tolong pinta Nathan untuk menjemput istri dan anak saya terlebih dahulu, sebelum kita berangkat meeting ke hotel Grand Adams, dan satu lagi. Tolong pesankan kamar dengan tipe connecting ya untuk saya dan keluarga." Perintah Bayu pada Septi.


Septi segera pamit dan mengerjakan semua perintah yang diberikan Bayu padanya. Septi yang merasa curiga dengan Perusahaan Monces segera menghubungi Jimmy.


"Bos, hari ini Pak Bayu akan ada pertemuan bisnis dengan perusahaan Monces. Tapi ini aneh Bos. Tidak biasanya perusahaan Monces mengajak meeting di malam hari dan di hotel pula lagi Bos. Sepertinya Pak Bayu akan dijebak seseorang." Ucap Septi di sambungan teleponnya bersama Jimmy. Saat bicara dengan Jimmy, septi menggunakan suara laki-laki tulennya.


"Apa kau sudah coba selidiki tentang kecurigaan mu ini?" Tanya Jimmy pada Septi.


"Sudah Boss. Tapi nihil, mereka seperti menutup-nutupi informasi dengan siapa Pak Bayu meeting malam ini." Jawab Septi alias Septian.


"Mereka menentukan pertemuan di hotel mana Sep?"


"Di hotel Grand Adams"


"Bagus, dia masih menggunakan tempat yang ada di bawah kekuasaan kita, kamu jangan khawatir!"


"Siap Boss, saya hanya takut di penggal istri Anda jika saya sampai tak bisa menjaga Pak Bayu."

__ADS_1


"Hahaha... kau tenang saja, jika kau terus melapor seperti ini istriku tak akan membinasakan mu. Oh, ya. Apa Nathan ikut meeting bersama Bayu?"


"Ikut Boss, tapi dia diminta menjemput anak dan istri Pak Bayu dulu Boss."


"Bagus, katakan pada Nathan untuk sedikit telat datang, biarkan mereka melakukan rencana mereka terhadap Bayu dulu. Kita jangan bertindak sebelum kita tahu apa yang diinginkan mereka pada Bayu." Perintah Jimmy.


Sementara itu Diana dan Tyo yang sudah ada di hotel tengah mempersiapkan segalanya. Diana nampak begitu bahagia. Ia terus saja tersenyum melihat ranjang tidur yang akan menjadi ranjang panas antara dirinya dan Bayu nanti malam.


"Tunggu aku nanti malam Bay, akan ku buat kau terbuai dengan permainan ranjang ku, yang tak mungkin istri botakmu itu berikan pada mu. Kau pasti akan ketagihan dan mengilai tubuh ini," gumam Diana di dalam hatinya.


Ia begitu percaya diri sekali jika Bayu akan menjadi miliknya malam ini. Semua terasa impossible ketika Endah sudah menyuruh suaminya mencarikan sekertaris sesuai kriteria Endah untuk Bayu. Karena yang dipilihkan Endah adalah sekertaris jadi-jadian. Bisa dikatakan jadi-jadian karena Septi alias Septian adalah seorang anggota mafia yang biasa bertugasnya menyamar sebagai seorang wanita, di bawah kepemimpinan Jimmy.


Di kediaman Anna. Nayla sedang memotong-motong wortel untuk membuat sup. Ya. kali ini mereka akan belajar membuat sup tulang iga sapi dan Nayla di minta untuk memotong wortel oleh Anna. Sedangkan Amel tengah menghaluskan bumbu-bumbu yang diperlukan.


"Nay, bibir lo biasa aja sih, gak usah maju-maju begitu." Protes Amel yang melihat sahabatnya memotong wortel sembari mengerucutkan bibirnya.


"Ya masih nempel, tapi bibir lo udah monyong sampai lima meter." Celetuk Amel dengan tawa renyahnya.


"Lah...panjang amat Mel, gilingan lo ya! Hahaha..." Sahut Nayla yang kemudian tertawa begitu pun dengan Anna.


Ia ikut tertawa bersama keduanya. Anna tak lagi kesepian semenjak kenal dengan Nayla dan Amel, saat ia harus berada di kota J menemani suaminya yang tidak bisa selalu berada di kota D. Karena perusahaan Adijaya Group yang ada di kota J membutuhkan dirinya, sedang di kota D masih ada Ayah mertua dan juga Paman Adams.


"Iya lo kenapa cemberut gak biasanya? Apa karena ada suami gue lo jadi boring?" Tanya Anna kali ini sembari mengupas kentang dan memotongnya.


"Gak bukan itu, perasaan gue dari bangun tidur gak enak aja. Gak biasanya gue punya firasat gak enak kaya gini. Apalagi bawaannya gak pengen jauh dari dia." Jawab Nayla yang langsung ditanggapi serius oleh keduanya.

__ADS_1


"Wah gawat lo lagi ngerasain yang namanya feeling seorang istri pada suaminya. Dan lo tahu Nay, biasanya feeling gak enak seorang istri itu adalah sebuah bertanda buruk yang akan terjadi pada suaminya." Terang Amel dengan kesok tahuannya yang membuat Nayla jadi ketar-ketir.


"Ah, lo jangan nakut-nakutin dong Mel, gue lagi bunting nih. Jadi Parnokan gue sekarang." Sahut Nayla yang melepas pisau dan wortel yang dipegangnya.


"Lah gue gak nakutin tapi cuma ngasih tahu faktanya aja." Balas Amel dengan wajah seriusnya.


"Ya udah kalau gitu, gue gak ikutan acara masak-memasaknya, gue mau pulang. Gue mau nyusul suami gue ke kantor. Bye." Putus Nayla yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan keduanya yang saling bertukar pandangan.


"Lanjut apa ikut dia nih?" Tanya Amel pada Anna.


"Lanjut aja sih Mel, ntar kita malah dijadiin obat nyamuk sama dia. Tahu sendirikan dia kalau gak ada Sultan. Manja-manjaan sama Suaminya gak mandang ada kita. Bikin iri aja. Huuu...." Jawab Anna yang malah di balas Amel dengan wajah lebih menyedihkan dari Anna.


"Lo mah enak Ann, bisa ngelampiasin rasa iri lo ke Bang Leon. Lah gue cuma sama guling tidur gue. Nasib banget kan?" Sahut Amel yang langsung memeluk Anna sejenak lalu melepaskannya.


"Kok guling? Kan ada Mas Hendra?" Tanya Anna pada Amel.


"Heemm... Kan kita belum halal Ann, ga mungkinkan gue main kuda-kudaan sama dia kalau belum halal." Jawab Amel dengan malu-malu, wajahnya bersemu merah saat bicarakan tentang Hendra.


"Hahahaha... Kirain gue, lo udah di icip sama Mas Hendra." Balas Anna dengan tawanya.


"Diicip mah udah tapi kuda-kudaan belum. Hahahaha... Kalau praktekin apa yang dilakukan Nay sama Pak Bayu kan bikin menjurus ke situ Ann.. pernah coba dan malah nyiksa Mas Hendra." Tutur Amel.


"Iya kah? Hahahaha.... Nayla emang pakarnya begituan. Ilmunya banyak banget, jangan-jangan dia sering nonton ya?" Balas Anna dengan praduganya.


"Gak, gue tahu banget dia tuh anaknya polos, pacaran tuh lempeng-lempeng aja, walaupun gonta-ganti pasangan terus. Dia pernah bilang sama gue, kalau Pak Bayu rajin ngajarin dia di minggu pertama pernikahan mereka. Ya maklum ajakan Pak Bayu duda. Duda banyak pengalamannya jadi dia sudah banyak koleksi banyak gaya. Hahahaha...." Sahut Amel yang selalu membela sahabatnya.

__ADS_1


Padahal Nayla dan dirinya memang sering nonton adegan-adegan itu dan mempelajarinya dengan baik namun belum pernah mempraktekkan semua yang mereka pelajari, sebelum mereka memiliki pasangan halal.


Jika ditanya dimana mereka menonton dan mempelajarinya, tentunya di rumah Amel yang sepi dan tak ada kedua orang tuanya. Pernah sekali mereka dipergoki Neil sepupu Amel yang telah tiada. Hasilnya Televisi yang ada di kamar Amel hancur di tendang Neil.


__ADS_2