
"Lo habis ngapain kita dua jam nungguin lo di sini?" Tanya Anna yang menyenggol lengan Nayla.
"Iya gue hampir lumutan nungguin lo yang lelet kali ini." Tambah Endah yang menatap Nayla penuh arti. Berbeda dengan sang suami yang serba tahu, Endah malah tidak tahu dengan apa yang menyebabkan Nayla lama datang ke showroom.
"Lo gak ikutan nanya ke gue Jess?" Tanya Nayla pada Jessica yang sejak tadi hanya terlihat diam saja.
"Gak Nay, udah di wakilin sama mereka kan, nafas gue mulai engap, jadi gue mending gak banyak omong deh." Jawab Jessica yang memang merasa sudah engap dengan usia ke hamilannya yang menginjak delapan bulan di minggu ini.
"Ooo... Gitu ya kalau hamil kembar engap ya rasanya." Balas Nayla yang malah mengusap perut Jessica.
"Sehat-sehat ya calon mantuku. Jangan nakal ya, kasian Mommy mu tuh nafasnya kembang kempis kaya dompet tanggung bulan." Ucap Nayla lagi yang membuat ketiganya tertawa termasuk Jessica.
Jessica memukul lengan Nayla sekuat tenaga dengan celotehan Nayla yang mengatakan nafasnya seperti dompet tanggung bulan.
"Eh, Naylul... Nayla berkepala tuyul, jawab dong habis ngapain sampai lama datang ke sini, gue gak mau mati penasaran loh." Desak Endah yang memberi nama baru pada Nayla. Seakan ia tak terima nafas adiknya dikatakan seperti dompet tanggung bulan.
"Eh, calon besan nama orang di ganti-ganti harus bikin bubur merah putih loh." Sahut Nayla yang tak marah dengan nama pemberian Endah. Setidaknya nama itu lebih bagus dari pada nama yang diberikan para suami mereka, pentol korek.
"Sudah sih, gak usah ribet bikin bubur, gue gak bisa masak. Nanti lo gue beliin baju hamil aja satu toko." Balas Endah yang membuat Nayla langsung mencatat hari tanggal dimana Endah menjanjikan akan membelikannya baju hamil satu toko untuknya.
"Ndah, seriusan di catat Ndah sama dia tuh di ponsel, siap-siap lo Ndah, dia bakal jadi depcolektor lo sebentar lagi, nagih-nagih janji lo." Seloroh Anna yang melihat Nayla menambah catatan janji-janji mereka kepada dirinya.
"Hahahaha biarin. Selagi gue masih pegang kartu bimsalabim dari kakek semua itu tak akan jadi masalah." Sahut Endah dengan entengnya.
__ADS_1
Tanpa memikirkan tagihan belanjanya selalu membuat sang Kakek dan Pamannya triping tujuh hari tujuh malam. Baru kali ini mereka mendapatkan tagihan membludak dengan jajaran angka nol di belakang seperti sebuah gerbong kereta.
"Eh Naylul cepat jawab dong, habis ngapain lama banget ke sininya?" Tanya Endah lagi untuk kesekian kalinya.
"Ini gak ada air yang bisa di minum ya, haus nih baru nyampe tapi ga ada setetes air pun untuk menghilangkan dahaga," kilah Nayla yang belum juga mau menjawab pertanyaan yang di lontarkan Endah. Ia seperti sengaja melama-lamakan jawaban yang ingin di dengar oleh ketiganya.
"Angel, Bowo kalian dengarkan!" Ucap Anna yang segera memerintah pengawal adik iparnya untuk menyediakan minum untuk Nayla.
Lima menit mereka menunggu Bowo membawakan lima jenis minuman dingin kesukaan Nayla. Bowo meletakkannya dan membukakan tutup botol kelima minuman itu. Nayla meneguk satu persatu botol minuman yang dibelikan bowo untuknya. Walau hanya satu tegukan. Hal ini ia lakukan agar Tak ada yang meminum miliknya.
"Udah minumkan cepat jawab habis ngapain?" Tanya Endah lagi.
"Masa lo gak tahu sih gue habis ngapain. Ya gue habis bercocok tanamlah. Tapi cara bercocok tanam gue sungguh berbeda kali ini. Gue yakin lo belum pernah ngerasainnya." Jawab Nayla yang membuat ketiga ibu hamil itu penasaran.
"Hahahaha,ternyata cara kalian bercocok tanam selama ini monoton ya, kalah dong sama gue yang udah berbagai macam posisi gaya dan situasi walaupun masih bisa dibilang gue nih pengantun baru." Jawab Nayla dengan sombongnya.
Ia sengaja membuat ketiganya iri dan kepingin hal yang sama dengan apa yang pernah ia lakukan. Tujuan Nayla hanya satu, membuat ketiga suami temannya ini repot.
"Apalah cepet, bikin penasaran aja lo!" Perintah Endah yag tak sabaran.
"Kalau main di bathtub itu udah klasik banget, udah biasa kan? Tapi lo pernah gak main di kolam renang yang terbuka? Duhhh rasanya suasana pagi main di kolam renang tuh syahdu banget, airnya sejuk tapi kita dapat kehangatan dari pak suami." Ucap Nayla yang membuat ketiganya berpikir pernah atau tidak mereka merasakan bermain di kolam renang.
Ketiganya kompak saling menggelengkan kepalanya, yang artinya mereka belum pernah bermain di kolam renang.
__ADS_1
"Kalian tahu, Mas Bayu itu pintar membuka pakaian dalam gue tanpa gue sadari, karena dia kasih gue ciuman yang sangat-sangat hot dan memabukan di kolam renang tadi. Asal kalian tahu. Aroma bau mulut laki gue tuh ummmm wangi mints kalau di pagi hari."
"Ya jelas wangi mints kan baru sikat gigi dia." Sahut Anna.
"Kalau pagi wangi mints kalau siang udah bau jengkol hahahaha...." Tambah Endah yang membuat ketiganya tertawa terkecuali Nayla.
"Sialan lo, laki gue gak suka makan jengkol, jadi kalau siang bukannya bau jengkol, tapi bau Naga hahahahaha...." Seloroh Nayla dengan santainya. Dia sungguh tak tersinggung sedikitpun dengan ucapan Anna dan Endah.
"Terus cerita lagi. Lo ngapain lagi di kolam renang."
Nayla pun menceritakan panjang kali lebar semua yang dilakukan suaminya terhadap dirinya, bahkan ia sengaja melebih-lebihkan. Hingga terlihat di mata Nayla jika Endah dan Anna menginginkannya juga, berbeda dengan Jessica yang berwajah sendu. Ia pun kepingin melakukannya, tapi ia takut dengan kehamilannya yang sudah besar seperti ini. Dia tak yakin bisa melakukan yang sama dengan Nayla.
Setelah para istri sudah menentu warna mobil yang diinginkan dan di tambah Andre sudah membayar semua tagihan mobil keempat wanita hamil itu. Anna dan Endah cepat-cepat berpamitan lebih awal. Mereka ingin segera pulang untuk melakukan semua gaya yang Nayla ceritakan pada mereka. Begitu pula dengan Jessica. Awalnya Jessica bilang ingin berjalan-jalan dulu di Mall namun ia urungkan, ia memilih pulang ke apartemen dengan segera.
Ketiga pria itu saling lirik satu sama lain, mereka sudah dapat mengira, ada sesuatu yang tidak beres dengan ketiga istrinya setelah bertemu dan berbincang dengan Nayla.
Di dalam mobil Bayu, Nayla tak henti-henti tertawa geli menertawakan apa yang ada di dalam bayangannya. Bagaimana Andre, Leon dan Jimmy yang akan melayani permintaan para istri mereka yang di luar nalar dan akal sehat mereka.
Bayu terus berusaha menghentikan tawa tak jelas istrinya, tapi Nayla malah gemas dan menggigit lengan Bayu sekuat tenaga.
"Mami sakit, kamu tuh kenapa? Kesambet ya?" Tanya Bayu yang mengusap lengannya yang di gigit Nayla.
"Hahaha... Nanti Papi juga tahu sendiri kok," jawab Nayla yang masih tak bisa melepas tawanya.
__ADS_1