Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 234


__ADS_3

Sesuai keinginan Jimmy dan juga Leon. Andre sengaja di buat kalah. Dan kini mereka berada di sebuah showroom mobil campervan, tepatnya di bagian pembayaran.


Jimmy dan Leon terus tersenyum dikala adik ipar mereka yang Sultan sejagat negeri ini mengeluarkan kartu saktinya.


"Bekerjalah lebih giat lagi, agar kau bisa membahagiakan banyak orang ya!" Ucap Leon yang menepuk cukup keras bahu adik iparnya ini.


"Membahagiakan banyak orang kata mu? Ishh... Kau yang selalu bahagia setelah mencurangi ku." Batin Andre kesal.


Andre sadar jika dirinya telah dicurangi oleh kedua saudara iparnya, nsmun mau bagaimana lagi ia hanya bisa melirik tajam tangan Leon yang tak henti-hentinya menepuk bahunya. Tanpa bisa melawan mereka berdua. Bukan karena takut hanya saja dia tak mau hilag muka dan wibawanya di depan Bayu dan juga Hendra.


"Aku tahu pasti ini akal-akalan kalian berdua." Lirik Andre pada Leon dan Jimmy.


"Akal-akalan bagaimana sih Ndre? Kalu kalah-kalah saja, jangan menuduh orang yang enggak-enggak dong!" Balas Leon sembari menahan tawanya.


"Aku tidak menuduh, tapi ini fakta. Kalian sengaja membuatku kalah. Lebih baik kau menyuruhku membayar langsung daripada aku harus merasakan kekalahan yang tidak fair." Protes Andre.


Sementara ketiganya beradu argument. Bayu dan Hendra yang tidak ikut ke bagian pembayaran, lebih memilih mempelajari fitur-fitur canggih yang ada di mobil campervan yang Andre borong untuk mereka berlima.


Cukup lama mereka berdua menunggu ketiganya keluar dari bagian pembayaran mobil. Merasa curiga Bayu dan Hendra pun akhirnya datang menyusul.


Sungguh pantas saja keduanya di buat lama menunggu, ternyata Andre dan Leon tengah bergulat. Jimmy bukannya memisahkan keduanya, tapi malah menikmatinya. Bukan hal yang baru bagi Jimmy melihat Andre dan Leon bergulat, keduanya memang sering berselisih paham dan berujung gulat, jika tidak ada orang lain diantara mereka.

__ADS_1


Pergulatan keduanya tiba-tiba terhenti ketika Leon dan Jimmy menyadari keberadaan Bayu dan Hendra yang datang ke ruangan khusus pembayaran customer VVIP ini. Rupanya keduanya masih menjaga gengsinya di depan Bayu dan Hendra.


"Eh ada Bayu sama Hendra." Panggil Leon sembari merapikan pakaiannya.


"Gak dilanjutin lagi? Kayanya seru ada atlet gulat baru," ledek Hendra yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Leon dan Andre.


"Tutup mulutmu, Ndra! Atau ku gulingkan perusahaan mu itu!" Ancam Leon yang tak suka diledek.


"Hahaha... Gulingkan saja dan bersiaplah berhadapan dengan adikku, Naylul... hahaha." Balas Hendra dengan kata kunci yang membuat Leon tak lagi bicara.


Kelima pria tampan ini akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan showroom. Mereka pergi ke sebuah coffee shop untuk nongkrong dan mengobrol seperti biasanya.


"Kalian bawa baby sister tidak diperjalanan liburan kita ini?" Tanya Leon pada ketiga hot Papa kecuali Hendra yang memang belum memiliki seorang anak.


"Kalau begitu aku pinjam Bowo, Ndre. Kau bisa pakai calon pengantin baru untuk menyetir bukan? Hahaha..." Ucap Jimmy pada Andre yang menyarankan secara tidak langsung jasa Ferdy untuk menjadi supir perjalanan liburan mereka kali ini.


"Hahaha...ide bagus. Ambillah. Sekalian tolong carikan Bowo pasangan ya. Aku kasihan dengannya yang suka menyendiri di pojokan. Jangan sampai dia jadi jomblo karatan." Balas Andre yang memancing keemoat lawan bicaranya tertawa.


"Bay, ngomong-ngomong kau jadi ajak Septian untuk ikut?" Tanya Hendra pada adik iparnya.


"Ya. Aku jadi mengajak Septian dan Nathan. Kasihan mereka terlalu fokus bekerja selama ini. lagi pula mereka bisa pakai mobil campervan lama ku untuk. Liburan petualangan kita ini." Jawab Bayu.

__ADS_1


"Wah kalau begitu Borni bisa ikut bersama mereka, aku akan ajak dia." Sambung Andre.


"Ya. Ajak saja. Jadi kita bisa seru-seruan di sana." Sahut Bayu.


Obrolan mereka pun tak hanya sampai di situ. Mereka terus merencanakan liburan mereka untuk menjelajah tempat-tempat wisata dengan mobil campervan ini.


Tak hanya para suami, para istri pun demikian terus membicarakan liburan mereka yang berbeda kali ini. Sampai h-1 keberangkatan mereka.


Para istri mulai disibukan dengan begitu banyaknya perlengkapan yang akan mereka bawa. Masing-masing dari mereka hanya membawa satu baby sister, hanya Jessica yang tidak membawa baby sister karena sudah ada Angela bersamanya.


Sedangkan Amel dia memang tak membawa Baby sister karena belum mempunyai seorang anak, tapi dia membawa sepasang suami istri yang sudah merawatnya selama ini, yaitu Pae Parjo dan Mboe.


"Sayang, kenapa sebanyak ini makanan yang kita bawa. Kamu kaya mindahin isi minimarket ke mobil ini." Protes seluruh para suami dengan kompak, saat para istri mereka membawa jajanan begitu banyak.


"Haduh, kenapa sih protes aja? Awas ya kalau ikutan makan." Jawab para istri yang kompak mengomel dengan kalimat mereka yang hampir sama dengan ini.


Sementara di kediaman Amel dan Hendra. Setelah protesnya mendapat omelan. Hendra hanya duduk diam di dalam campervan. Mengamati istrinya tengah merapikan bawaan bersama Mboe.


"Non Amel, jangan lupa stok kopi Liong Pae dibawa biar gak ngantuk pas nyetir nanti." Pinta Pae pada Amel.


"Tenang saja, sudah dibawa kok Pae, cukup untuk persediann kita selama satu minggu. Ini lihatlah!" Jawab Amel sembari menunjuk setumpuk kopi kesukaan Pae Parjo.

__ADS_1


Pae Parjo yag melihat begitu banyak stok kopi kesukaanmya dia bawa langsung saja mengacungkan dua jempol tangannya pada Amel.


__ADS_2