Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD 254


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu begitu cepat. Bayu belum juga menunjukkan tanda-tanda mau berbagi Sultan pada sang mantan istri yang dalam kondisi sakit parah.


Di satu sisi Nayla terus didesak Bastian, yang meminta agar Bayu segera memberikan kesempatan pada istrinya, untuk bersama Sultan dalam melalui hari-hari perjuangannya melawan penyakit yang Linda derita.


Nayla tetaplah Nayla, didesak seperti apapun oleh Bastian, dia akan tetap terlihat tenang di depan suaminya. Ia berusaha mengerti kondisi kedua belah pihak.


Nayla paham jika suaminya belum dapat berdamai dengan masa lalunya bersama sang mantan istri. Jangan katakan Nayla tidak berusaha. Dia selalu berusaha setiap kali ada kesempatan bicara mengenai Linda dan Sultan pada sang suami.


Namun ia tidak bisa memaksakan kehendaknya pada sang suami. Ia tahu betul, sebagai seorang istri ia harus menjaga perasaan suaminya lebih utama daripada perasaan orang lain, apalagi notabene-nya Linda dan Bastian adalah sumber luka Bayu dimasa lalu.


"Sabarlah Kak Bastian! Jika ingin menangkap ikan, kita harus banyak menyediakan kesabaran."Ucap Nayla pada Bastian di sambung teleponnya.


"Aku sudah sangat bersabar selama ini Nayla. Kamu minta aku dan istriku sampai kapan bersabar hah? Istriku dalam kondisi sekarat. Ia hanya ingin menghabiskan waktu yang tersisa dengan putranya saja. Kenapa dipersulit?" Balas Bastian sedikit emosi.


"Hahaha... jangan memancingku tertawa Kak Bastian! Tolong sadarlah! Jika Kakak sedang bermimpi, tolong segera bangun dari mimpi Kakak!"


Di ujung telepon Bastian nampak mengerutkan alisnya mendengar tawa Nayla yang terkesan menakutkan dirinya. Apalagi Nada bicaranya yang mulai sedikit menekankan setiap kata-kata yang ia ucapkan padanya.

__ADS_1


"Aku dalam keadaan sadar dan sedang tidak bermimpi, Nayla." Sahut Bastian yang malah kembali membuat Nayla tertawa.


"Jika Kakak sadar dan tidak sedang bermimpi, seharusnya Kakak tidak bicara seakan suamiku adalah seorang penjahat yang tidak punya hati. Padahal kalian berdualah yang menjadi seorang penjahat sesungguhnya."


Glek!!


Bastian menelan salivanya dengan kasar, saat mendengar perkataan Nayla yang menampar dirinya.


"Apa perlu aku perjelas, bagaimana sikap kalian yang sangat tidak memiliki perasaan dan bersikap begitu egois. Mementingkan cinta kalian yang tidak berprikemanusiaan. Mengorbankan perasaan suamiku dan juga Sultan yang baru saja dilahirkan. Putra sambung ku tidak sedikit pun kalian beri kesempatan untuk menikmati setetes ASI dari istrimu dalam seumur hidupnya."


"Nayla---" Bastian berusaha memotong ucapan Nayla, namun Nayla jika sudah bicara tidak akan bisa dihentikan.


Bastian sangat terkejut mendengar pernyataan Nayla tentang sikap Sultan yang sebenarnya. Ia hingga menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan satu telapak tangannya.


"Jangan salahkan sikap putra sambungku ini! Ini sangat wajar terjadi, setelah apa yang telah Kak Linda perbuat pada putra sambungku." Sambung Nayla dan Bastian tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena ia menyadari betul kesalahan dirinya dan sang istri dimasa lalu.


Beberapa saat keduanya terdiam, Nayla tidak lagi bicara, ia hanya mendengar suara isak tangis tertahan dari Bastian di ujung telepon. Nayla sama sekali tidak tersentuh dengan kesedihan yang kini dirasakan oleh lawan bicaranya.

__ADS_1


Tut..Tut...Tut...


Sambungan telepon pun dimatikan oleh Nayla. Yang merasa tidak ada gunanya mendengar isak tangis Bastian yang tidak penting baginya.


Di sudut lain, tepatnya di ruangan kerja seorang pengusaha nomor satu di negeri ini. Bayu dan ketiga hot Papa telah usai mendengarkan percakapan Nayla dan Bastian yang mereka bajak.


"Dia tetap berada di belakang mu, Bay. Dia tidak mengkhianati mu." Ucap Andre pada Bayu yang hanya diam sejak tadi.


"Kau sudah salah menilai adikku, Bay. Dia lebih memahami mu daripada kedua orang yang telah menyakiti mu. Dia itu memang seperti itu, ingin sok jadi pahlawan kesiangan." Ucap Hendra sembari menepuk bahu adik iparnya.


"Saranku, beri satu kesempatan mantan istrimu bersama Sultan. Agar mereka tidak mendesak Nayla terus menerus. Kau harus perdulikan bagaimana kejiwaan Nayla. Jika terus di tekan seperti ini," sambung Jimmy memberi masukan, yang malah membuat ketiga hot Papa lain mengkerutkan alisnya.


"Apa kau tidak salah memberikan masukan Jim?" Tanya Andre dengan tatapan mata yang begitu serius menatap Jimmy.


Bukankah Jimmy sudah tahu betul jika Bayu tidak memiliki keinginan sedikit pun untuk berbagi Sultan dengan Linda. Seperti Linda yang tidak sudi ASI-nya ditengguk oleh Sultan satu tetes pun kala itu.


"Kejiwaan apa yang kau maksud Jim? Apa kau pikir adikku akan menjadi calon ODGJ dalam waktu dekat ini hah?" Tambah Hendra yang menarik kuat kursi Jimmy.

__ADS_1


Kakak Nayla ini tidak terima, Jimmy mengaitkan kejiwaan Nayla dalam masalah ini. Meskipun kata-kata Jimmy berisikan kekhawatirannya pada kepribadian Nayla yang tidak mudah ditebak.


__ADS_2