Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 194


__ADS_3

Satu minggu sudah Leon berada di mansion tanpa ada satupun yang menganggu keluarga kecilnya. Mereka semua takut dengan Anna. Hingga mansion nomor 01 di komplek itu, sama sekali tak pernah membuka pintu gerbang raksasanya.


Padahal biasanya pintu gerbang itu kerap kali terbuka dengan lalu lalang, kedua adik Leon dan juga para suami mereka.


Awalnya Anna dan Leon merasa tentram dan damai tanpa gangguan, namun lama-kelamaan mereka berdua mulai kesepian.


Anna dan Leon menekuk wajah mereka dengan kompaknya, ketika mereka baru saja ingin pergi tidur dan sedang ingin mematikan ponsel mereka, keduanya malah tanpa sengaja melihat status media sosial adik-adik mereka, bersama dengan kedua keluarga teman dekat mereka. Rupanya mereka tengah mengadakan pesta barbeque di mansion Andre.


"Wah, kita gak diundang sama mereka. Keterlaluan sekali mereka, Bun." Ucap Leon seperti mengompori istrinya.


Anna yang sedang membuka jendela chat, guna melihat adakah chat dari mereka, yang mengajak dan memberitahukan perihal acara itu pun, tak mendapati satu undangan dari adik-adik iparnya ataupun kedua teman baiknya kini sangat merasa kesal. Ia makin menekuk wajahnya, tanpa ingin menanggapi ucapan suaminya.


"Datang gak kita ini, Bun?" Ucap Leon yang bertanya sembari menarik kedua alisnya ke atas berulang-ulang.


Leon ingin sekali datang ke acara kumpul-kumpul mereka itu. Bukan hanya ingin kumpul dan makan bersama mereka yang ia rindukan tapi juga untuk melepaskan kejenuhannya selama lebih dari satu minggu terus berada di masion tanpa pernah keluar dari Mansion mewahnya itu.


"Kuy, cabutlah Yah. Datanglah kita masa mereka senang-senang tanpa kita!" Jawab Anna yang langsung bergegas berganti pakaian dengan kilat, begitu pula dengan Leon.


Keduanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit sudah sampai di mansion Andre.


Prok.... Prok...prok...


Anna bertepuk tangan ketika ia datang menghampiri mereka yang sedang mengobrol santai sembari menikmati hidangan yang disuguhkan oleh Andre dan Jessica sebagai Tuan rumah.


"Bagus ya, ngadain pesta gak ngundang-ngundang. Gini-gini gue ini kakak ipar kalian loh." Ucap Anna yang langsung saja bergabung bersama perkumpulan mereka. Begitu pula dengan Jimmy.


Angela yang ada di sana segera mengambil kursi lebih untuk Anna, tentunya dengan dibantu oleh Ferdy. Yang begitu sigap membantu kekasihnya. Bowo yang melihat Angela sudah makin banyak kemajuan dengan hubungannya dengan Ferdy pun hanya bisa memandangnya dengan tatapan iri.


"Kapan ya punya pasangan hidup kaya mereka, di sini yang gak ada pasangannya cuma aku seorang. Ngenes banget sendiri terus kaya gini... Ya Tuhan dekatkanlah jodoh ku." Cicit Bowo di dalam hatinya yang rupanya, isi pikiran Bowo dapat di baca oleh Bayu yang kadang suka seperti cenayang.

__ADS_1


"Marni nganggur Bow. Dia cantik lulusan sarjana keperawatan loh Bow." Bisik Bayu yang kebetulan duduk bersebelahan dengan Bowo.


Tuing! [Bowo membulatkan matanya ketika mendengar bisikan Bayu, menyebut nama Marni. Suster Marni yang bekerja dengan Bayu.]


"Pikir-pikir dulu Tuan," cicit Bowo pada Bayu.


"Yah, kau akan keduluan dengan Septian kalau terlalu banyak berpikir." Ucap Bayu kembali.


Memang Suster Marni kini sedang di pepet oleh Septian alias Septi. Wanita jadi-jadian ketika berada di perusahaan Bayu dan menjadi pria sejati jika datang bertandang ke mansion Bayu.


Sementara Bowo tengah berpikir keras tentang penawaran Bayu. Di meja lain yang letaknya cukup sedikit jauh dari meja para suami. Anna berhasil membuat adik iparnya ngedumel karena omelannya.


"Gak ngundang-ngundang salah, ngundang dia salah." Celetuk Jessica yang langsung di timpali oleh Endah.


Endah selalu menjadi garda terdepan ketika melihat adiknya sedih, gusar ataupun menghadapi masalah apapun. Endah adalah tipe kakak perempuan idaman yang selalu diinginkan ke kebanyakan orang.


Jessica menggerundel seperti itu, karena ia jadi merasa bersalah karena ucapan Anna, meskipun pesta ini adalah ide Endah tapi tempat acaranya ada di kediamannya. Sungguh tak enak mendengar kata-kata Anna barusan.


"Bukannya ente ini mau semedi sama Ayang embeb. Gak mau diganggu. Gimana sih, marah-marah mulu, masih kurangkah? Ngomong-ngomong jaga lilin dapat berapa tuyul Ann?" Timpal Endah dengan ledekannya.


"Gue pasang KB mana bisa menghasilkan tuyul." Sahut Anna masih dengan tampang juteknya.


"Lo harusnya jangan ikut KB, anak baru dua, terus juga lo belum punya anak cewek Ann, semangat buat dong!" Tambah Nayla.


"Lo juga belum punya anak cowok Nay, lanjut dong!" Timpal Jessica.


"Pasti itu besan, on proses. Ngadonin mah tiap malam, tapi jadi apa belumnya, belum ada tanda-tanda soalnya. Mungkin ini karena Sultan belum acc." Jawab Nayla yang membuat mereka tertawa.


"Ngadonin hahaha.... Bikin kue kali ahh...." Tawa Anna pecah seketika, hilang sudah kejutekannya.

__ADS_1


"Sultan Acc, emang lo lagi ajuin kredit panci ya sama anak sambung lo hahahaha...." Tambah Endah yang juga menertawai ucapan Nayla.


Sedang Nayla tak menanggapi ucapan kedua temannya itu, dia hanya senyum, cengar-cengir, menahan agar tak ikut tertawa lepas seperti keempat wanita bersuami di hadapannya, pasalnya ada sang suami yang meminta dirinya untuk berubah. Dia bersama dengan Angela sama-sama menahan tawa karena ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka berdua. Yaitu pasangan mereka masing-masing.


"Kenapa lo gak ketawa Ngel? Biasanya lo ikutan heboh kalau mereka ketawa." Cicit Nayla pada Angel yang duduk di sampingnya.


"Malu Nay, ada ayang," jawab Angel sambil menahan malu. Ia sampai menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Mengira Nayla akan menertawakan jawabannya.


Pasalnya wanita berwajah datar, sangar dan dingin ini berubah menjadi kemayu setelah tunangannya menetap di kota J bersama dengannya.


Benar saja Nayla ingin sekali menertawakan Angel. Namun ia tak bisa, hingga akhirnya ia menggigit bibir bawahnya dan menghentakkan berkali-kali kakinya di atas lantai. Guna menghilangkan rasa ingin menertawakan Angel. Sesekali ia melirik suaminya, berharap suaminya pergi entah kemana agar tawanya bisa meledak.


Melihat keanehan Angel dan Nayla. Keempat orang yang tengah menertawakan Nayla pun berhenti. Mereka memandang aneh tingkah Angel dan juga Nayla.


"Hai, kalian kenapa?" Tegur Endah yang berada di samping Angela yang menutupi wajahnya dan juga menghentakkan kakinya sama seperti Nayla.


Alih-alih menjawab, mereka memilih bungkam seribu bahasa, ia takut semakin bicara semakin ingin mereka memecahkan tawa. Apalagi melihat tampang bodoh keempat orang dihadapan mereka yang kini tegah bertanya-tanya, ada apa dengan mereka.


"Kesurupan kuda lumping kali si Nayla sama Angel. Liat aja tuh kaki dihentak-hentak." Seloroh Amel sembari menunjuk kearah kaki Nayla dan juga Angel.


Mendengar ucapan Amel, Nayla yang juga duduk di sampingnya langsung saja menggigit bahu kakak iparnya itu hingga Amel menjerit.


"Aaaaaaduuuuhh...." Pekik Amel kesakitan.


"Diem ga lo, jangan banyak omong, gue lagi nahan tawa." Ucap Nayla di telinga Amel, yang mulai bisa meredam rasa ingin tertawanya.


"Kenapa lo, pakai tahan tawa segala, biasanya paling nga-nga?" Tanya Amel, ia penasaran kenapa Nayla menahan tawanya. Pasalnya menahan tawa sama menderitanya seperti nahan buang angin. Rasa sakit perut dan pinggang begitu menggelitik.


"Tuh mantan Dosen lo, minta gue berubah sikap." Jawab Nayla yang kembali membuat Amel tertawa lebar.

__ADS_1


"Hahahaha .... Lo mau berubah jadi kemayu Nay, gak cocok tau hahahaha..." Ucap Amel dengan tawanya yang lebar. Lagi dan lagi ketiga temannya, yang juga mengerti tanpa dijelaskan kembali lagi ikut menertawakan Nayla. Sedang Nayla hanya bisa nyengir-nyengir kuda saja.


__ADS_2