Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 101


__ADS_3

Masih pukul lima pagi dini hari, sebuah helikopter mendarat di halaman depan villa milik Hendra yang begitu terhampar luas. Seorang pilot tampan turun menghampiri Bayu yang berdiri di ambang pintu.


"Selamat pagi Tuan Bayu, apa kedatangan saya terlambat?" Sapa pilot itu dengan senyumannya yang ramah pada wajah lecek Bayu yang tak bisa istirahat karena istrinya terus menangis.


"Tidak, Anda datang di waktu yang tepat." Jawab Bayu yang segera pergi ke kamar untuk membawa istrinya kembali ke ibu kota tanpa menggunakan mobil.


Sultan yang masih memejamkan mata sudah berada di dalam gendongan Pak Jono yang sudah siap sejak tadi di ruang tamu. Menunggu helikopter milik Bayu datang menjemput.


"Pak Jon, tolong bawa Sultan dan Suster Marni duluan ya. Saya mau ke kamar dulu." Perintah Bayu pada Pak Jono.


"Baik Tuan, " jawab Pak Jono yang segera membawa Sultan dan Suster Marni ke helikopter yang sudah terparkir di pekarangan Villa.


Di dalam kamar, Nayla masih berbaring dan menangis di depan Hendra yang juga menangis menceritakan semua kisah hidupnya. Seolah sudah muak dengan drama yang dia dengar. Bayu segera mengangkat tubuh istrinya dalam gendongannya.


"Sudah cukup drama kisah cinta mu kakak ipar, aku tak mau terjadi hal yang buruk dengan janin yang ada di dalam kandungan istri ku. Aku akan membawanya pulang." Ucap Bayu saat menggendong tubuh Nayla yang sudah lemas, karena tidak kunjung istri sejak ia tiba di Villa ini.


"Aku gak mau naik mobil, perut ku seperti dikocok-kocok Pih." Tolak Nayla saat ia berada di dalam gendongan Bayu.


"Tidak sayag, kita tidak akan naik mobil, aku sudah mendatangkan helikopter untuk mu," jawab Bayu yang menatap sedih wajah sembab dan pucat sang istri.

__ADS_1


Tidak sampai satu jam Bayu dan keluarga telah sampai di kediamannya. Tepat di atas helipad yang ada di atap rumahnya, helikopter milik Bayu mendarat dengan sempurna.


Bayu benar-benar bersyukur karena selama perjalanan pulang menggunakan helikopter, kondisi Nayla tak seperti kemarin saat menggunakan mobil menuju ke Villa milik Hendra.


Setelah membaringkan istrinya di ranjang, Bayu segera menghubungi Dokter untuk memeriksakan kondisi sang istri yang terlihat begitu lemah.


Di sisi lain, sang fajar yang hari ini begitu cerah, membangunkan Amel yang tertidur begitu pulas karena kelelahan dan juga terlalu banyak menangis bersama Hendra kemarin malam. Tanpa Amel sadari, ia sudah di tinggal pergi oleh sahabatnya.


Amel menuruni anak tangga, ia dapati Hendra tengah duduk bersama Pak Jono di ruang keluarga, entah apa yang mereka bicarakan. Setelah mengetahui kedatangan Amel keduanya sama-sama bungkam.


"Pak Jon, kok sepi Nayla dan Sultan mana?" Tanya Amel dengan mata yang terus mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Sultan dan juga Nayla.


"Lemah? Apa dia tak tidur semalaman ini?" Tanya Amel yang begitu mengkhawatirkan Nayla.


"Saya kurang tahu Non, maaf." Jawab Pak Jono yang memang tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Amel melirik Hendra yang berada di sampingnya, tengah duduk seorang diri di sebuah sofa dengan mata yang terpejam.


"Aku akan ikut pulang bersama mu." Ucap Hendra yang seakan tahu apa yang ingin Amel tanyakan padanya.

__ADS_1


Di dalam perjalanan Hendra terlibat pembicaraan penting tentang kejadian semalam yang membuat Bayu akhirnya bangun dan memutuskan membawa Nayla pulang.


"Apa?? Maminya Silvi akan menuntut mu?? Atas dasar apa? Kenapa kau malah pergi menyendiri seperti buron seperti ini Mas? Seharusnya kau ceritakan pada kami."


"Aku sudah ceritakan pada Nayla dan akhirnya Nayla jadi seperti ini? Dia drop karena diriku."


"Ya jelas ajalah, dia tuh kondisinya gak Fit, butuh perjuangan ekstra untuk menuju villa mu yang begitu terpencil ini Mas, tambah kamu ceritakan hal ini di saat yang ga tepat. Hadduh pintar banget sih kamu Mas, terus gimana respon Pak Bayu, pasti dia marah liat istrinya drop kaya gitu."


"Iya, dia marah. Karena Nayla menangis histeris membayangkan aku membusuk di penjara."


"Terus, sekarang gimana kamu kedepannya Mas?" Tanya Amel yang juga merasa takut jika benar-benar Hendra mendekam dan membusuk di penjara.


"Bayu bilang serahkan semuanya padanya, dia akan melindungi ku demi istrinya." Jawab Hendra yang merasa begitu kerdil di hadapan Bayu.


"Hah, dia benar-benar bucin dengan Nayla sekarang, rela pasang badan untuk kakak iparnya demi istri tercintanya." Puji Ameo yang mencubit relung hati Hendra.


Walau bagaimana pun seorang pria tak suka mendengar wanita yang dicintainya memuji pria lain, apalagi adik iparnya yang lebih segala-galanya dari dirinya.


__ADS_1


segala-galanya dari dirinya.


__ADS_2