Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 98


__ADS_3

Huft! [Amel menghembuskan nafas kasarnya].


“Waktu lo dirawat, kakak ipar lo itu juga dirawat kan, Nay?”


“Iya gue tahu. Langsung pada inti ceritanya aja. Gak usah panjang kali lebar kali tinggi. Gue gak perlu itu!” tukas Nayla yang tak ingin Amel berbelit-belit.


“Oke baiklah. Intinya kakak ipar lo meninggal karena gak bisa nerima kenyataan.” Terang Amel singkat dan padat. Tapi malah membuat Amel penasaran.


“Kenyataan apa? Kenyataan Lo sama Mas Hendra pernah berhubungan, gitu?”sambung Nayla yang menebak, namun tebakannya kurang tepat.


“Salah satunya itu Nay, tapi lebih tepatnya lagi, kakak ipar lo itu tahu kalau Mas Hendra menikahi dia bukan karena cinta, tapi karena sebuah perjanjian dan itu semua dia lakukan demi gue.”


“Apa? Demi lo?” Nayla makin penasaran dengan kepingan puzzel yang di utarakan Amel. Otak bobroknya berusaha keras menyusun kepingan puzzel yang diutarakan oleh Amel.


“Ya demi gue, Mas Hendra rela jadi suami bayaran. Lo tahukan kedua orang tua gue Matrenya seperti apa?” Terang Amel lagi. Kali ini dia mengingatkan sikap buruk kedua orang tuanya yang memandang sesuatu dilihat dari materi.


“Ya gue tahu itu. Kelakuan orang tua lo emang minust dan gue aneh sama lo yang gak nurun sama sekali sama sifat mereka, mungkin lo anak yang tertukar Mel,” sahut Nayla.


“Gue gak mirip karena gue bukan didikan mereka. Tapi didikan para assiten rumah tangga di rumah gue. Makanya Nay, lo jangan hijau sama materi karena dunia itu terlalu sempit Nay, makanya kadang berbuat baiklah dengan seseorang, terkadang hidup itu saling berkaitan satu sama lainnya.”


“Apa sih lo sok bijak tapi gak nyambung. Cepet lanjutin cerita dan jangan coba ngomong ngelantur.”

__ADS_1


“Lo Mau gue cerita apa lagi?” tanya Amel yang ingin sesi tanya jawab ini segera berakhir.


“Semuanya.” Jawab Nayla


“Mas Hendra dapat tawaran jadi suami bayaran itu dari sepupu gue, Bang Neil.”


“Lah kok bisa sih Mel, emangnya mereka saling kenal?”


“Ya bisa, kan tadi udah gue bilang sama lo, hidup itu saling berkaitan, makanya kita harus selalu bersikap baik tanpa pandang bulu. Mereka saling kenal dan ternyata kakak ipar lo itu adalah calon istrinya Bang Neil. Mereka gagal nikah karena Bang Neil tahu kakak ipar lo sakit dan kemungkinan umurnya gak panjang karena penyakitnya. Dia gagal nikah bukan karena alasan sakitnya, tapi lebih karena ngin mengabulkan permintaan kakak ipar lo yang ingin menghabiskan sisa hidupnya sama orang yang dia cintai, ya itu Mas Hendra, kakak lo.” Terang Amel panjang lebar.


“Terus kenapa keluarga gue kompak gak ngasih tahu perihal ini sama gue Mel?” tanya Nayla yang sudah paham alur cerita yang dijelaskan Amel padanya.


Nayla tak menjawab mengetahui kakak satu-satunya menghilang di telan bumi. Ia paham betul bagaimana sifat asli Hendra. Pikiran buruk mulai hinggap di pikiran Nayla. Air mata turun tak henti-hentinya dari kelopak mata indah Nayla.


“Nay, lo jangan diem aja, ngomong Nay.” Ucap Amel yang mulai khawatir dengan Nayla yang menatap kosong kesatu arah, dengan air mata yang tak henti-hentinya menetes.


Inilah yang dikhawatirkan keluarganya bukan karena kepergian Silvi tapi lebih karena menghilangnya Hendra. Mereka memang seperti Tom and Jerry tapi mereka saling menyayangi satu sama lain.


“Inikah jawaban dari setiap malam gue mimpiin Mas gue Mel, dia terus menangis merasa bersalah dan menyesal. Dia selalu minta tolong gue untuk temani dia di masa sulitnya.” Ucap Nayla dengan tatapnnya yang masih kosong.


“Tapi kita mau cari dia dimana Nay, kita sudah sampai lapor polisi segela dan nggak ada hasilnya.” Balas Amel yang seakan sudah frustrasi. Selama ini dia pun ikut terus mencari keberadaan Hendra tanpa kenal lelah.

__ADS_1


“Ini salah kalian yang gak mau cerita sama gue. Kalau sampai terjadi apa-apa sama Mas gue kalian harus tanggung jawab terutama Dokter gabut itu.”


“Lo gak akan bisa nemuin sepupu gue lagi Nay, karena dia juga sudah gak ada.” Ucap Amel yang membuat Nayla kembali terkejut. Neil memang sudah tiada satu hari setelah Silvi pergi. Rasa bersalah pada Silvi dan cintanya pada Nayla tak akan bersatu akhirnya membuat dirinya memilih untuk pergi selama-lamanya.


“Apa???”  Pekik Nayla yang terkejut, ia ampir saja kehilangan kesadarannya.


Pantas saja Hendra menghilang, pastinya kakaknya itu juga sedang merasa bersalah. Karena rahasianya terbongkar membuat dua nyawa tak berdosa melayang begitu saja.


Dengan sisa kesadaran dan kekuatan yang masih ada, Nayla bangkit dan berdiri. Ia pergi meninggalkan ruang kerja Bayu. Melangkahkan kakinya cepat ke ruang meeting yang berada di dekat pintu lift.


Brakk!![Suara pintu terbuka lebar dengan kasar].


Bayu melihat wajah semerawut dari istrinya. Pipinya basah karena air mata. Airlinernya luntur karena saking derasnya air mata yang dikeluarkan Nayla secara terus menerus. Pipi putih mulusnya itu pun berubah sedikit menghitam karenanya.


“Mami kamu kenapa?” Tanya Bayu yang segera bangkit dari kursinya.


“Ikut aku Pih, antar aku jemput Mas Hendra.” Jawab Nayla dengan isak tangisnya.


“Mel??” cicit Bayu yang melirik Amel yang berdiri tepat di belakang Nayla bersama Sultan yang ia gandeng.


“Maaf, saya tak bisa menutupinya.” Jawab Amel dengan suara yang tak kalah lirih.

__ADS_1


__ADS_2