Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 252


__ADS_3

Siang itu, setelah jam makan siang. Bayu dan Nayla mendatangi rumah sakit, tempat di mana Linda kini dirawat. Keduanya datang tanpa konfirmasi terlebih dahulu, baik pada Linda maupun Bastian. Hal ini memang sengaja dilakukan oleh keduanya demi mendapatkan kebenaran.


Sesampainya di rumah sakit. Bayu dan Nayla yang sudah mengetahui di mana ruangan rawat Linda dari Septian. Melangkahkan kaki mereka beriringan menuju ruang rawat mantan istri Bayu itu.


Uueeekk... uuueeekkkkk!


Suara seorang wanita sedang menderita saat muntah-muntah terdengar jelas hingga keluar ruang rawatnya. Ya, suara wanita yang sedang muntah-muntah itu dapat dipastikan adalah Linda.


Tak lama kemudian, setelah suara muntah-muntah iru berakhir, suara tangis memilukan mulai terdengar.


"Ini sakit sekali hiks... Aku lelah seperti ini terus... Cabut saja nyawaku. Aku sudah tidak sanggup lagi." Rintih Linda dalam tangisnya.


"Sabar sayang, yakinlah kamu akan sehat kembali. Apa sekarang masih begitu mual? Bagian mana yang sakit. Aku akan mengusapnya."Terdengar suara Bastian yang mencoba menenangkan diri sang istri.


Pria ini berusaha bersikap tegar meski nada bicaranya begitu bergetar menahan kesedihannya, karena mendengar dan melihat penderitaan sang istri yang tak mungkin digantikan oleh dirinya.


"Ini bukan acting Papi, dia benar-benar sakit seperti Kak Silvi." Bisik Nayla pada Bayu.


"Diamlah, jangan sok menduga-duga! Bisa saja dia sedang beracting demi mendapatkan putraku." Sanggah Bayi yang masih tidak percaya akan penyakit yang diderita Linda.


"Yeah... Dasar batu!" Umpat Nayla dengan suara sangat pelan. Namun masih dapat di dengar oleh Bayu. Seketika mata Bayu membulat dan menoleh kearah sang istri yang tersenyum kaku di sampingnya.


"Kita itu sama-sama batu. Jadi jangan saling mengumpat." Ucap Bayu yang kemudian membuka handle pintu ruang rawat mantan istrinya.


Ceklek!

__ADS_1


Pintu ruang rawat terbuka. Nayla dan Bayu muncul dari balik pintu. Linda dan Bastian menoleh kearah keduanya. Keduanya cukup terkejutnya dengan kedatangan sepasang suami istri ini.


Di dapati oleh Nayla dan Bayu. Wajah pucat Linda dengan tubuh yang hanya tinggal tulang yang diselimuti oleh kulit. Pemandangan yang sangat tak disangka oleh seorang Nayla ataupun Bayu.


"Kak Linda," cicit Nayla yang tak kuasa melihat kondisi Linda yang sangat menyedihkan.


Nayla menitikkan air mata, inikah sebab mengapa saat melakukan video call bersama dirinya dan Sultan, Linda selalu tak menampakkan wajahnya.


"Mau apa kau ke sini Mas? Mau membuktikan aku benar-benar sakit atau sedang menipu mu, bukan?" Linda nampak begitu marah pada sosok sang mantan suami.


Bayu diam tak bergeming, manik matanya terus menatap pada kondisi mantan istrinya yang sangat memprihatinkan.


Melihat Bayu diam saja. Linda mengalihkan pandangannya pada Nayla yang terus saja menangis melilhat kondisi dirinya.


Hubungan Linda dan Nayla memang cukup akrab. Nayla yang memang memiliki hati yang baik, menyambut hangat perubahan positif pada diri Linda.


Mendengar permintaan mantan istri suaminya. Nayla yang paham akan kondisi emosi Linda, menarik lengan Bayu untuk keluar dari ruang rawat Linda.


Bayu keluar dengan manik mata yang terus menatap sedih dan empati dengan kondisi sang mantan istri.


Sekeluarnya dari ruang rawat Linda, tatapan Bayu kosong. Entah kemana kini pikirannya melayang. Nayla sama sekali tidak cemburu atau merasakan apapun saat sikap Bayu berubah seperti ini.


Walau bagaimanapun Linda adalah wanita yang pernah Bayu cintai. Dan diantara mereka berdua, ada Sultan yang menjadi buah cinta mereka kala itu.


Sesampainya di mansion. Nayla memberikan ruang pada Bayu untuk sendiri. Nayla pun tak bisa tinggal diam melihat penderitaan dari ibu kandung Sultan itu. Ia pun melakukan sesuatu dibelakang Bayu untuk membantu mantan istri suaminya.

__ADS_1


"Carilah rumah sakit terbaik Kak Bastian!" Pinta Nayla pada Sebastian.


"Aku tak memiliki daya dan upaya untuk mrmbayar rumah sakit lain lagi Nayla. Ini saja aku sudah menjual beberapa aset milikku." Jawab Sebastian yang merasa kerdil atas ketidak mampuannya.


"Tak perlu khawatirkan masalah biaya. Aku yang akan membayarnya. Jika Kakak mau, bersiaplah. Mobil ambulans rumah sakit yang aku tunjuk akan menjemput kalian."


Hiks...hiks...


Terdengar suara Linda dan juga Sebastian menangis.


"Terima kasih Nayla, tapi istriku tak ingin menggunakan uang Bayu dalam pengobatannya." Ucap Sebastian.


"Kak Bastian, katakan pada Kak Linda. Tak ada uang suamiku yang aku gunakan untuk membantu biaya pengobatannya. Uangku jauh lebih banyak dari suamiku yang tak ada apa-apanya." Ucap Nayla sedikit menyombongkan diri, namun itu memang benar adanya.


Setelah melakukan pembicaraan serius mengenai pengobatan Linda, Nayla yang berhasil membujuk sepasang suami istri yang sedang dilanda kesusahan itu pun akhirnya menyetujui bantuan dari Nayla.


Usai panggilan teleponnya dengan Sebastian berakhir. Nayla lantas menghubungi Jessica. Iw membicarakan tentang kondisi Linda. Kedua orang baik hati ini pun akhirnya sepakat untuk membantu pengobatan Linda.


Jessica segera saja menghubungi rumah sakit milik keluarga suaminya untuk menjemput Linda dan menyiapkan ruang perawatan serta menunjuk Dokter terbaik untuk Linda.


"Gue sudah hubungin rumah sakit, dalam sepuluh menit mereka akan tiba di rumah sakit Linda dirawat. Gue juga sudah memintai mereka cantumkan nama lo sebagai penanggung jawab biaya pengobatan Linda. Mungkin sebentar lagi bagian administrasi rumah sakit akan hubungin lo. Untuk minta deposit biaya awal." Ucap Jessica dari sambungan telepon.


"Ok makasih Jess,"


"Sama-sama besan." Balas Jessica yang menjadi akhir pembicaraan mereka.

__ADS_1


__ADS_2