
Di sisi lain di rumah sakit Central Kusuma. Pemandangan kontras dari kelima pasangan suami istri lainnya. Bastian masih tetap dipusingkan dengan rengikan permintaan Linda yang tidak ada hentinya memohon agar putranya dapat berada di sisinya saat ini.
"Tolong aku satu kali ini saja Daddy. Mungkin ini akan menjadi permintaan terakhirku padamu. Aku tidak meminta harta atau barang-barang padamu. Aku hanya meminta mu berusaha untuk meminjam putraku." Mohon Linda yang entah untuk keberapa ratus ribu kalinya pada Bastian.
"Bukannya aku tidak mau mengabulkan permintaan mu. Aku sudah berusaha dan kamu tahu sendiri bukan? Aku tidak pernah berhasil melawan kerasnya hati Bayu yang sudah kecewa dan sakit hati pada kita."
Mendapati jawaban ketidak berdayaan suaminya, Linda hanya bisa menangis sedih.
Kejam sekali kamu, Mas Bayu. Tidakkah ada maaf dan kesempatan untuk ku memeluk putraku? Batin Linda menangis pilu.
Sebagai seorang ibu, hati Linda terasa tertusuk belati, ketika tak mendapatkan kesempatan untuk menggapai sang putra yang telah ia lahirkan dan ia sia-siakan.
"Satu kali ini, datangilah orang tua Mas Bayu, Dad. Mintalah pada mereka, katakan bagaimana kondisiku. Aku mohon, mereka pasti dapat mengerti kondisi ku. Aku ingin sekali memeluk Sultan putraku." Pinta Linda dengan tatapan memohon pada suaminya.
Bastian menatap lekat manik mata Linda yang tak lagi segar seperti dulu. Kelopak matanya menghitam dan terlihat cembung. Meski bobot tubuhnya tetap berisi karena Nayla terus menyuplai makanan bernutrisi terbaik untuk mantan istri suaminya ini.
__ADS_1
"Aku akan melakukannya, tapi jangan terlalu banyak berharap. Aku takut kamu kecewa." Jawab Bastian yang selalu berusaha menjadi suami terbaik untuk Linda.
Linda tersenyum mendengar jawaban suaminya. Ia ciumi lengan suaminya berulang-ulang kali.
"Istirahatlah, aku akan pergi kekediaman orang tua Bayu, ketika kamu sudah tidur nanti." Perintah Bastian pada istrinya.
Linda mengangguk patuh dan langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang rumah sakit. Bastian dengan telaten membantu Linda menyelimuti tubuhnya. Bastian tersenyum tipis ketika Linda mulai menutup matanya.
Dikediaman orang tua Bayu. Suasana rumah yang biasa hening, kini terdengar begitu ramai dengan suara anak-anak dan dua pasang Kakek Nenek yang merasa senang, melihat cucunya tengah berkumpul dan bermain bersama.
Tuan Brata yang sedang memainkan ponselnya tidak sengaja melihat foto yang dibagikan Tuan Tama. Dengan segera Tuan Brata segera menghubungi Tuan Tama.
"Kenapa cucuku ada di kediaman mu, Tam?" Tanya Brata di sambungan teleponnya.
"Tidak tahu, tiba-tiba mereka semua dititipkan di rumah ku. Awalnya hanya kedua cucuku yang datang, selang berapa lama putramu datang bersama kedua saudara iparnya ikut menitipkan anak-anaknya." Jawab Tuan Tama apa adanya.
__ADS_1
"Apa kau tidak tanya kenapa mereka menitikkan cucu-cucu ku?"
"Tentu, aku menanyakannya. Tapi putramu hanya tersenyum saja tanpa memberikan aku jawaban."
"Hah, anak itu." Tuan Brata sudah paham apa yang dilakukan putranya saat ini, hingga bisa menitipkan kedua anaknya pada Tuan Tama.
"Tam. Bawalah mereka ke sini. Sekali-kali kita buat mereka kelimpungan. Hahaha..." lanjut Tuan Brata dengan niatnya untuk mengerjai putra bungsunya.
"Baik, jemputlah kami, agar kami terkesan seperti penculikan." Sahut Tuan Tama memberikan saran.
"Ide bagus. Angkutlah semua orang yang ada di kediaman mu sekalian hahahaha ..." tambah Tuan Brata dengan ide gilanya.
"Siap." Jawab Tuan Tama yang kemudian menyudahi panggilan teleponnya bersama Tuan Brata.
Tuan Tama pun menceritakan apa yang dikatakan Tuan Brata pada Gunawan dan juga para istri mereka. Mereka pun terkekeh geli membayangkan wajah keempat hot Mama dan Papa ini jika tahu mereka menghilang.
__ADS_1
Apalagi saat ini Angel tengah sibuk menyiapkan pernikahannya dengan Ferdy dan Bowo tengah cuti mengunjungi kedua orang tuanya di luar kota. Hingga membuat mereka dengan mudah mengerjai keempat hot Papa dan Mama ini.