Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 248


__ADS_3

Disaat Leon kembali memejamkan matanya. Tuan Adam memilih untuk berdiri tepat di samping sebuah sofa singel yang diduduki oleh keponakannya. Selain ingin menjaga keponakannya, ia juga ingin lebih dekat bicara dengan mantan anak buahnya yang tidak tahu diri.


"Kau sudah membuat kesalahanan besar, Charles. Lihatlah Travis harus tiada karena keegoisan mu! Dia anak yang baik dan kau memanfaatkan kebaikannya padamu." Ucap Tuan Adam yang langsung ditanggapi Tuan Charles dengan sebuah senyum yang mengejek.


"Kesalahan besar? Hehehe... Aku tidak melakukan kesalahanan apapun Adams. Kau dan Brata-lah yang melakukan kesalahan padaku. Kalian berdua telah menyerang dan menjatuhkan diriku." Sanggah Tuan Charles yang enggan mengakui kesalahannya.


Tuan Adam tersenyum sinis mendengar mantan anak buahnya ini menyangkal perbuatannya.


"Kau pikir Brata menjatuhkan dan menghancurkan finansial mu tanpa sebab, begitu? Kau ini lucu sekali Charles. Bukankan sudah aku ingatkan pada mu untuk tidak menyentuh keluarga kami, atau kami----,"


Tuhan Adam tidak bisa melanjutkan percakapannya, ia harus menelan sisa percakapannya karena Tuan Charles memotongnya.


"Ini sebuah kecelakaan, aku tidak tahu jika Endah keponakanmu adalah wanita di masa lalu putraku. Wanita murahan yang menjadi parasit dikehidupan putraku. Putraku menjadi sosok pria yang lemah karenanya. Jimmy bukan di tempak oleh putraku, tapi oleh anak buah ku, karena dia ingin menghabisi putraku." Sambung Tuan Charles.


Kalimat pedas dan merendahkan Endah yang terdengar di telinga Leon langsung saja membuat Leon kembali membuka matanya. Karena ia hanya tidur-tidur ayam, mengistirahatkan matanya yang masih lengket karena kantuk.


Brakk!!!


Leon menendang meja dihadapnnya hingga membentur tulang kering Tuan Charles.


"Aaaaa...." Pekik Tuan Charles yang merasa kesakitan.

__ADS_1


Tuan Charles terus memegangi kedua tulang keringnya, dengan wajah meringis kesakitan.


"Siapa yang kau bilang wanita murahan? Siapa yang kau bilang parasit? Adikku-kah?" Tanya Leon dengan manik mata yang masih merah, ia menatap tajam Tuan Charles sembari menarik kerah kemaja hitam yang Tuan Charles kenakan.


Leon tak terima adiknya dihina serendah itu oleh mulut tua bangka seperti Tuan Charles. Sebagai seorang kakak dan anak laki-laki satu-satunya, ia harus bisa membela adiknya yang dihina serendah ini oleh orang macam Tuan Charles.


Dengan wajah yang meringis, Tuan Charles membalas tatapan tajam Leon. Suara keratan gigi Leon saat ini sungguh berhasil menyiutkan nyali Tuan Charles. Apalagi kaki Leon yang bergerak cepat sudah menginjak satu tangan Tuan Charles yang hendak menembaknya.


Ferdy yang melihat Tuan Charles ingin menembak Tuan mudanya, dan senjata Tuan Charles yang berhasil dijatuhkan oleh Tuan mudanya pun langsung mengamankan senjatanya itu.


"Kau ingin membunuhku, hum? Setelah kau hina adikku, kau ingin membunuhku. Pintar sekali kau." Ucap Leon sembari mencengkram kuat dagu Tuan Charles, hingga bentuk mulut Tuan Charles seperti mulut ikan mas koki.


"Ampunilah aku, Leon!" Ucap Tuan Charles memohon ampun pada Leon, yang selama ini ia kira lemah tak sekuat Ander, Jimmy apalagi Tuan Adam, sang paman.


Tuan Charles mengangguk dengan wajah memohon.


"Tidak. Aku tak akan mengampuni mu. Hahaha..." Jawab Leon yag kembali tertawa seperti gaya Nayla ketika menghadap musuhnya.


"Pasti kau pikir, aku ini pria yang lemah. Ya, aku memang lemah. Dan ini adalah kelemahan ku, tak bisa melihat adikku dihina. Seharusnya kau sudah mati di tangan Nayla, musuhmu yang sebenarnya, beberapa jam yang lalu. Dan sekarang kau harus mati di tangan ku dengan caraku. Buka cara Nayla yang akan menggoda juniormu hingga menegang lalu membunuhmu disaat hasratmu sedang menjulang tinggi padanya." Ucap Leon yag mengingatkan Tuan Charles saat Nayla mencoba menggodanya di tempat perkemahan.


"Sial, ternyata itu tekniknya membodohi lawan." Batin Tuan Charles.

__ADS_1


"Kenapa dengan wajahmu, Tuan Charles? Kau sudah pernah merasakan rayuannya, bukan? Rayuan mematikan dari musuh mu itu memang sangat memabukkan. Seharusnya kau berterima kasih pada adikku yang masih membiarkan mu pergi membawa putramu. Ia masih mau menyelamatkan mu dan putramu dari tangan Nayla. Karena kau tahu, dia tak pernah ada kata ampun pada musuhnya." Ucap Leon yang kemudian menengadahkan satu tangannya.


Ferdy yang paham Leon tengah meminta pisau belati padanya, segera memberikannya Leon.


Manik mata Tuan Charles membulat sempurna, saat melihat Ferdy memberikan pisau belati itu pada Leon.


"Keluarkan lidahmu! Pekik Leon yang memerintah Tuan Charles.


Tuan Chares menggelengkan kepalanya, menolak apa yanh ingin dilakukan Leon padanya.


"Cepat kau keluarkan lidahmu, atau ku bunuh putramu yang kau sembunyikan. Kau pikir aku tak tahu dimana keberadaan putra mu hah!" Ancam Leon.


Tuan Charles menggelengkan kepalanya, tak percaya jika semua yang telah dilakukannya dan Travis ternyata sia-sia belaka. Demi menyelamatkan sang putra, ia pun terpaksa mengeluarkan lidahnya.


Tuan Charles menjulurkan lidahnya keluar sembari menutup matanya. Sungguh ia takut dengan apa yang akan dilakukan Leon dalam beberapa menit ke depan.


Selama ini, ia selalu menjadi seorang yang selalu bertindak keji ataupun memberi perintah yang sangat keji pada anak buahnya, yang bekerja tak sesuai keinginannya, bahkan pada para musuhnya yang sudah menghalangi bisnisnya. Namun kali ini ia harus merasakan di posisi orang-orang yang pernah merasakan kekejiannya.


Srekkk!


"Aaaaa....." Pekik Tuan Charles saat lidahnya di potong oleh Leon.

__ADS_1


"Inilah hukum untukmu yang telah menghina adikku di hadapan ku. Adik-adikku, keluargaku adalah hartaku yang paling berharga di dunia ini. Tak satupun orang boleh menghina apalagi menyakitinya. Hahaa..." Pekik Leon yang kemudian meninggalkan Tuan Charles yang merasakan sakit bukan main.


"Selesaikanlah paman, aku sudah puas!" Ucap Leon yang memilih keluar dari ruangan itu.


__ADS_2