Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 127


__ADS_3

Dua minggu ditinggal Jessica dan Endah yang bertolak ke kota D. Nayla dan Anna menghabiskan waktu mereka berdua. Nayla sudah jarang ikut Bayu ke perusahaan.


Sedang Sultan sudah di panggilkan beberapa guru les yang datang silih berganti ke rumah mertuanya yang tak jauh dari kediamannya. Sehingga setiap pagi Pak Jono dan Suster Marni selalu pergi ke kediaman mertuanya mengantarkan Sultan untuk Les.


Jika ditanya kenapa Lesnya harus di kediaman mertuanya, tentunya agar mertuanya saja yang mengawasi guru dan Sultan saat proses pembelajaran. Hal ini kedua mertuanya putuskan agar tak terjadi kejadian seperti Miss Claudia kedepannya nanti.


Hari ini adalah hari spesial untuk Nayla. Telah berkurang sisa hidupnya didunia ini. Nayla yang merasa kesal dan bosan datang ke kediaman Anna. Anna yang tengah sibuk bereksperimen dengan resep masakan, di temani Nayla dengan wajah merengutnya.


"Kenapa muka lu asem banget Nay?" tanya Anna yang sedang menguleni adonan donat kentang. Yang digadang-gadang sang ibu mertua,ini adalah makanan kesukaan suaminya.


"BT alias Boring Time, hari ini gue nambah tua, tapi gak ada yang inget. Sedihkan. Si Amel juga tuh, tumben habis manis sepah dibuang. Pas belum direstuin nempel kaya buntelan kentut sama gue, giliran sekarang dia lupa." ucap Nayla yang mencurahkan isi hatinya.


"Wehh.. ulang tahun ya Lo. Selamat ya Nay, semoga lo tambah kaya, tambah cantik, tambah gemisin dan tambah nyadar diri kalau lo banyak dosa hahahaha..." Ujar Anna yang menghampiri Nayla dan memeluk teman dekatnya itu.


"Iya makasih ya Ann. Semoga doa lo yang baik-baik dikabulin sama Tuhan. Baru lo doang nih yang pertama ngucapin, yang lain pada kemana coba. Nyokap bokap gue juga, malah gak bisa dihubungin malah. Kaya anak kebuang nih gue rasanya. Suami gue juga, masa dia gak inget udah gue sindir-sindir malah gak peka." balas Nayla masih dengan raut wajah sedihnya.


Sebenarnya Anna tahu betuk jika Nayla hari ini berulang tahun, namun ia pura-pura tak tahu. Pasalnya pada hari ini mereka kompak mengacuhkan Nayla yang akan diboyong ke kota D saat makan siang nanti oleh Anna.


Mereka kompak akan memberikan kejutan ulang tahun pada Nayla di kota D. Semuanya sudah berangkat ke sana pagi tadi hanya Nayla, Anna dan Leon yang belum berangkat. Jika ditanya kenapa, memang skenarionya seperti itu yang mereka rencanakan.


"Ya udah sih, jangan marah-marah! Gak baik tahu lagi hamil marah-marah. Mendingan daripada BT, lo ikut gue nengokin Jessica, gimana mau gak? Itung-itung lo anggap aja ini kado refresing dari gue." tawar Anna yang mulai memainkan perannya.


"Gak ah ribetlah, gue harus izin laki gue dulu kalau mau pergi, apalagi pergi jauh kaya gini. Gak boleh gue asal pergi-pergi aja kalau belum izin suami gue kata nyokap gue." tolak Nayla.


Penolakan Nayla mengharuskan Anna berpikir keras untuk tetap membawa Nayla pergi ke sana.

__ADS_1


"Masalah izin biar suami gue yang urus, yamng penting lo mau dulu," bujuk Anna yang kembali mendapat penolakan dari Nayla.


"Ya udah gue telepon deh suami lo, gue yang minta izin sama dia, kalau gue mau bawa lo sebentar ke kota D. Lo belum pernahkan naik Jet pribadi?" Kembali Anna melakukan penawaran yang menggiurkan Nayla.


Tentu saja penawaran Anna untuk menaiki Jet pribadi sangat mencuri perhatian Nayla yang belum pernah sama sekali menumpangi pesawat Jet pribadi di dalam hidupnya.


Nayla menggelengkan kepalanya menandakan jika ia belum pernah menumpangi pesawat macam itu, pasalnya selama ini dia selalu naik pesawat komersil dikelas ekonomi, jarang naik di kelas bisnis, alasannya sangat klasik cuma karena untuk hemat.


"Mau gak? Kalau lo mau, gue telepon sekarang suami lo." tanya Anna lagi untuk memastikan.


"Mau deh, kapan lagi gue naik pesawat Jet pribadi. Kira-kira suami gue punya apa gak ya Ann?"


Anna menjawab dengan mengangkat kedua bahunya. Tanda jika ia tak tahu Bayu memiliki pesawat Jet pribadi atau tidak.


Bukannya menghubungi Bayu, Anna yang memang tak memiliki nomor telepon Bayu, segera saja menghubungi suaminya,Leon.


"Hemm," sahut Leon singkat seperti biasanya.


"Tolong sambungkan telepon ku dengan Kak Bayu, istrinya mau minta izin pergi ikut aku, dia tak akan mau ikut tanpa izin dari suaminya."


"OK." jawab Leon singkat yang langsung mengkonfrens sambungan teleponnya dengan Bayu.


"Hallo Leon, ada apa?" sapa Bayu pada Leon yang didengar juga oleh Anna.


"Istriku mau bicara dengan mu," balas Leon dengan suara datar dan dinginnya.

__ADS_1


"Iya ada apa Anna?" tanya Bayu yang tahu jika panggilan mereka sedang di konfrens.


"Aku mau bawa Nayla pergi mengjenguk Jessica di kota D, apa boleh Kak Bayu?" ucap Anna yang kembali memainkan perannya di depan Nayla.


"Ok, boleh." jawab Bayu singkat dan langsung di tutup oleh Leon.


"Sialan! Aku belum selesai bicara sudah ditutup saja, pasti ini Leon yang menutupnya." umpat Bayu yang kesal pada Leon, namun malah ditertawai oleh Andre dan Jimmy yang membantu mempersiapkan acara kejutan untuk Nayla di mansion Andre.


"Bersiaplah satu jam lagi, aku akan datang menjemput kalian." ucap Leon pada Anna.


"Ok, makasih Mas," balas Anna yang mengetahui jika suaminya bicara datar dan dingin seperti ini, pastinya dia sedang meeting atau sedang bertemu client penting.


"Hemmm.." balas Leon yang langsung menutup panggilan teleponnya dengan Anna. Ia tak enak membuat clientnya menunggu terlalu lama karena dia yang sibuk mengangkat panggiln telepon dari sang istri.


"Nay, siap-siap gih sana! Suami lo udah izinin." perintah Anna pada Nayl yang membuat Nayla terkejut.


"Hah! Serius Ann? Kok gue gak percaya ya? Semudah itu suami gue izinin gue. Aishhh...dia emang udah gak perduli sama gue lagi. Ughhh..." Nayla lagi-lagi menganggap Bayu sudah berubah hanya karena tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya sejak tengah malam tadi.


"Jadi nyesel udah kasih service jor-joran. Inget sama ulang tahun gue ajah enggak. Siap-siap puasa selama setahun Mas, biar berkarat tuh si Ntong.." Umpat Nayla saat berjalanapulang menuju rumahnya.


Ia pun bersiap dan membawa satu pasang baju ganti, jika diperlukan nanti. Kali saja ia betah disana dan tak ingin pulang karena ngambek di lupakan hari spesialnya.


Nayla begitu menikmati perjalanannya menuju kota D, menggunakan pesawat Jet Pribadi milik keluarga Adijaya. Sesampainya mereka di bandara dua buah mobil sedan mewah menjemput mereka langsung di lapangan udara, tepatnya di tempat pesawat Jet Pribadi milik keluarga adijaya terparkir.


Nayla merasa seperti ratu hari ini. Ia senyum-senyum sendiri di kursi penumpang seorang diri.

__ADS_1


"Ternyata begini kehidupan mereka, serba mudah dan serba dilayani. Hemmm ngerasain juga walaupun gak punya sebagian yang mereka miliki hahahaha..." gumam Nayla di dalam hatinya.


__ADS_2