Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 223


__ADS_3

Sementara Nayla dan Amel beristirahat dengan tenang dan nyaman di Mansion mereka masing-masing.


Kini Andrew tengah berjuang melakukan pertemuan penting dengan Tuan Charles.


"Sebaiknya kau jangan ikut campur Andrew!" Ucap Tuan Charles pada Andrew yang sangat bernyali tinggi mendatangi mansionnya.


"Selama ini aku memang tidak pernah ikut campur urusan bisnis mu dengan siapapun Tuan Charles. Tapi tolong untuk kali ini saja aku memohon padamu. Untuk tidak menyentuh kedua bidadariku." Balas Andrew yang masih berusaha menggunakan cara kekeluargaan dalam menyelesaikan hal ini.


Tuhan Charles yang mendengar Andrew memohon langsung saja tergelak tawa. Ia tertawa merendahkan Andrew yang rela memohon pada dirinya hanya demi Nayla dan Amel.


"Tidakkah kau merasa sikapmu terlalu berlebihan Andrew. Mereka itu bukan siapa-siapamu. Kenapa kau rela memohon padaku hanya demi mereka?" Tanya Tuan Charles saat ia berhenti menertawakan Andrew.


"Mereka adalah bidadariku, Tuan Charles. Karena berkat mereka berdualah, aku masih bisa hidup hingga saat ini." Jawab Andrew.


"Owh... Jadi rupanya kau punya hutang nyawa dengan mereka."


"Ya. Bisa dibilang seperti itu."


"Oh come on, Andrew. Kau tahu club miik mereka itu pangsa pasarnya sangat bagus untuk bisnis haram yang kita jalani. Seharusnya kau memikirkan keuntungan yang akan kau dapatkan jika kau memiliki club itu." Ucap Tuan Charles yang berusaha mempengaruhi Andrew.


"Mohon maaf Tuan Charles yang terhormat, aku datang ke sini bukan untuk kau pengaruhi, tapi aku datang ke sini untuk berbicara baik-baik padamu untuk tidak menyentuh dan mengganggu kedua bidadariku. Jika kau masih nekat untuk mengganggu mereka. Kau akan berhadapan denganku." Ucap Andrew yang langsung beranjak dari kursi duduknya.


Tanpa berpamitan terlebih dahulu Andrew lantas meninggalkan Mantion Tuan Charles. Tuan Charles sedikit bergidik jari ketika Andrew mengatakan jika ia nekat menyentuh Nayla dan Amel, ia akan berhadapan langsung dengan Andrew. Si kepala preman terkejam di muka bumi ini.


"Daddy, bagaimana? Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Anderson Darwin, putra Satu-satunya dari Tuan Charles Darwin yang masih melajang.


"Tunda, semua rencana kita. Kita tidak bisa bermain-main dengan ancaman Andrew. Dia orang yang sangat berbahaya. Orang-orangnya di negara ini melebihi jumlah orang-orang kita." Jawab Tuan Charles pada putranya.

__ADS_1


Waktu pun berlalu dengan kondisi yang kembali kondusif. Kedua orang tua Nayla dan Bayu yang merasa nyaman dan betah tinggal di Mansion anak dan menantunya itu.


Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk tetap tinggal di sana sampai mereka bosan dan jenuh. Nayla terlihat senang namun tidak dengan Bayu. Ia tidak bisa leluasa melakukan dimana saja dia mau saat ini. Begitu pula dengan kedua orang tua Amel yang ikut-ikutan tak mau kembali ke kediaman mereka. Karena mereka para orang tua terlanjur betah di kediaman putra dan putri mereka.


Jika biasanya mereka berkumpul di kediaman Nayla atau Jessica, kini mereka berkumpul di kediaman Endah yang berada tepat di tengah-tengah.


Saat ini kondisi Mansion mereka sesuai perintah dan arahan Tuan Abraham, tembok pagar yang memisahkan Mansion mereka sedikit dirobohkan untuk dibuat jalan connecting antara mansion satu dan lainnya, agar anak-anak mereka tidak perlu keluar dari pagar mansion, saat anak-anak mereka ingin main bersama.


Kini para mama-mama muda ini tengah menikmati rujak mangga. Menemani ngidam kedua ibu hamil yang ingin sekali makan rujak mangga buatan Jimmy yang super dahsyat pedasnya.


Ya. Ada dua ibu hamil di antara mereka saat ini. Amel dan Anna ternyata kini tengah berbadan dua. Anna yang mengira dirinya menggunakan kontrasepsi ternyata tidak, Leon dan seorang dokter selama ini telah membohonginya.


Saat ini Anna tengah hamil delapan minggu, sedang Amel kehamilannya baru berusia enam minggu.


"Lo udah dapat kabar dari Bang Andrew, Nay?" Tanya Amel tiba-tiba saat mereka sedang menikmati rujak yang berhasil membuat bibir mereka memerah dan terlihat jontor, naun rasanya bikin nagih.


"Siap-siap minum obat mules nih langsung dua biar mampet." Ucap Endah yang memancing gelak tawa mereka.


"Iya-ya, gue gak punya lagi Ndah. Mintalah!" Sambar Jessica dengan tangannya yang menengadah.


"Belilah, pakai minta." Sahut Endah yang memang sangat pelit jika berurusan dengan Jessica.


Bukan karena iri atau bagaimana, Endah sangat mengenal betul bagaimana karakter Jessica, yang sangat hemat pada dirinya sendiri, meskipun sudah menjadi istri seorang Sultan. Ia selalu terbiasa meminta pada Endah dan Anna padahal ia sangat mampu membelinya, dan bahkan mampu membelikan barang-barang mahal untuk calon besannya, yaitu Nayla.


Di tempat lain, tepatnya di perusahaan Bayu, kini para suami tengah berkumpul, seperti orang yang kurang kerjaan di ruang kerja Bayu.


Mereka memainkan mainan Sultan dan Bianca di sana, seperti orang tua yang kembali merindukan masa kecilnya. Keempat pria itu dengan setia menemani Bayu yang tengah mengecek sebuah proposal dari salah satu Client-nya, sebelum mereka pergi main golf bersama hari ini.

__ADS_1


Ya. Keseharian mereka saat ini hanya bermain-main, seperti layaknya seorang Boss pada umumnya. Diantara mereka berlima hanya Jimmy yang jarang ikut bermain. Selain dirinya bukan bos, dia juga memiliki segudang urusan yang tak bisa ia tinggalkan begitu saja.


Namun untuk hari ini Jimmy meluangkan waktu untuk bermain golf bersama mereka. Usai menyelesaikan pekerjaannya, Bayu kemudian menghampiri mereka yang sedang tergelak tawa memainkan mainan Sultan dan Bianca.


"Hai, rapikan cepat! Pastikan kalian letakkan di tempat semula, kalian tahu bagaimana istriku bukan?" Ucap Bayu seakan menakut-nakuti keempat pria dewasa di hadapannya.


Mendengar Bayu menyebut istriku, yang itu artinya adalah Nayla. Membuat mereka segera merapikan mainan kedua anak Bayu yang lucu-lucu dan menggemaskan.


Setelah semua mainan dikembalikan ke tempat asalnya. Mereka bergegas pergi meninggalkan perusahaan Bayu menuju tempat bermain golf.


Kedatangan kelima pria tampan di tempat bermain golf selalu menjadi pusat perhatian para wanita yang berada di sana. Tak hanya candy golf, tapi juga para pemain golf yang berjenis kelamin wanita terus saja memandangi ketampanan kelima pria ini yang sangat karismatik.


"Apa taruhan hari ini?" Tanya Hendra pada kelimanya.


"Istri-istri kita minta kita untuk traveling dengan mobil campervan, aku belum punya, bagaimana jika siapa pun yang kalah harus membelikan empat mobil campervan dengan model yang sama." Jawab Leon yang langsung disetujui oleh empat temannya ini.


Lagi-lagi Leon dan Jimmy berkomplot untuk membuat Andre kalah. Keduanya berharap Andre yang kalah dalam permainan kali ini, karena mereka sudah mengincar tipe mobil campervan keluaran terbaru yang super canggih.


Sedangkan Hendra dan Bayu tidak ikut-ikutan dengan mereka berdua. Mereka bersemangat untuk menang, agar tabungan mereka tidak menipis karena harus membeli lima mobil campervan sekaligus.


Permainan pun di mulai. Mereka sangat serius untuk memenangkan pertandingan permainan ini. Di kala tiba waktunya Andre memukul bola, Jimmy dan Leon terus saja sengaja mengganggu konsentrasi Andre. Hingga terus membuat pukulan Andre jauh dari prediksinya.


"Bisakah kalian diam, lihat bolaku jadi melenceng entah kemana!" Protes Andre dengan wajah kusutnya.


Karena merasa bola golf masih sangat jauh dari bola mereka.


"Haha... Sudah akui saja kekalahan mu Ndre, di sini yang jago bermain golf hanya Bayu dan Hendra." Ucap Leon yang merendah kemampuan sang adik ipar.

__ADS_1


"Cih, kata siapa? Aku sebenarnya jago, hanya saja kalian berdua selalu mengganggu konsentrasi ku." Sahut Andre yang kesal.


__ADS_2