
"Pih, sepi banget nih rumah, Sultan jemput dong," ucap Nayla yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sudah biarin dulu dia di sana. Daddy dan Mommy juga lagi kangen-kangenan sama dia. Kamu harus mau berbagi Sultan dengan kedua orang tuaku," balas Bayu yang juga baru keluar dari kamar mandi.
Mereka baru saja menyelesaikan ritual mandi bersama setelah menjalankan misi mereka bermain di dalam mobil yang terparkir di taman komplek perumahan yang tertunda siang tadi.
"Ishhh... itu sih emang maunya Papi, Sultan di rumah Mommy sama Daddy, biar kamu leluasa ngapain-ngapain Mamih. Dasar mesum." Umpat Nayla sembari menggunakan cream malam di wajahnya.
"Itu tahu suaminya mesum, masih saja nyuruh jemput anaknya." Balas Bayu yang sudah rapih mengenakan pakaian rumahannya.
Saat mereka ingin ke ruang makan. Tiba-tiba bell rumahnya berbunyi. Seorang Security masuk ke dalam rumah dan berkata pada Bayu yang baru saja duduk di kursi meja makannya, jika ada tiga tetangga baru dengan pasangannya datang bertamu di kediamannya saat ini. Bayu terlihat manggut-manggut dan meminta tamu itu untuk masuk sembari melihat Nayla menuangkan lauk ke dalam piringnya.
"Segini cukup Pih?" Tanya Nayla yang sudah menuangkan dua centong sayur sop, hingga membuat nasi Bayu dan lauk pauk Bayu tenggelam.
"Mami becanda mulu, Ya Tuhan. Ampun... tolong beri aku stok kesabaran ekstra menghadapi istri ku." Gumam Bayu dengan suara kerasnya supaya istrinya sadar dan mengerti, untuk menghentikan kelakuan konyolnya.
Nayla kembali menyendokkan nasi dengan lauk pauk untuk Bayu masih dengan wajah cengengesannya. Ia sering kali meledek Bayu saat mengambilkan suaminya itu makan. Jika ada Sultan, dia akan bertanya pada Bayu, apa saja lauk yang ingin suaminya itu makan, tapi setelah selesai diambilkan, piring yang terisi makanan itu malah di sunguhkan untuk Sultan, bukan untuk dirinya yang sudah siap menerima piring itu.
Duh kebayangkan ya, jadi Pak Bayu yang selalu di PHP-in sepiring nasi oleh Nayla yang punya kebiasaan jahil ini.
"Mami simpan senyum menyebalkan mu itu atau Papi akan pakai Mami di meja makan ini!" Omel Bayu dengan mengancam, yang berhasil membuat wajah Nayla datar sedatar papan tripleks.
"Mesum!" Umpat Nayla yang masih mengambilkan lauk pauk ke dalam piring.
Saat Nayla ingin memberikan sepiring nasi yang berisi lauk pauk untuk Bayu. Gerombolan pengacau masuk ke dalam rumahnya dan tengah berdiri di dekat meja makan mereka.
"Wah, rupanya Tuan Bayu sedang ada cara makan malam romantis dengan istrinya ya," ledek Jimmy dengan seringai liciknya.
"Romantis kaya gini, standar keromantisan Anda ternyata sangat rendah sekali Tuan Jimmy, pantas saja temanku jadi wanita kaku seperti itu." Sahut Nayla yang kembali duduk di kursinya setelah memberikan piring nasi pada Bayu.
"Endah, Anna, Jessica, ayo makan bareng sama aku. Ini ada sop ceker dari amazon buatan Bi Darmi rasanya enak sekali." Tawar Nayla pada ketiga temannya yang membuat Bayu seketika tersedak.
Nayla segera memberikan air putih untuk suami tercintanya. "Papi hati-hati dong kalau makan, inget usia ya Pih, di kunyah dulu yang halus baru di telan. Jangan kaya ular yang suka makan dengan cara ditelan hidup-hidup." Ucap Nayla yang kembali menyindir Jimmy.
__ADS_1
Ya. Nayla memang sedang menyindir Jimmy yang selalu mengancam suaminya di pesan singkat mereka saat membicarakan mengenai bisnis.
"Sialan. Dasar pentol korek." Umpat Jimmy di dalam hatinya. Ia sadar betul jika Nayla tengah menyindirnya.
"Mami, sepertinya kamu memang benar-benar harus kembali kuliah, otak mu ini sudah terlalu lama tertidur." gumam Bayu pada Nayla.
Pasalnya suaminya ini tersedak karena perkataan Nayla yang bicara sop ceker yang ada di atas meja ini dari Amazon. Padahal Nayla sebenarnya sedang menyindir Leon yang katanya ingin membuang dirinya ke sungai Amazon saat itu.
"Duduklah Bro, ikutlah makan bersama kami." ucap Bayu yang mempersilahkan kretiga temannya untuk duduk sedangkan istri mereka sudah duduk terlebih dahulu.
"Bi, tolong ambilkan nasi dan lauk pauknya lagi ya, ini ada tiga penguasaha yang lagi numpang makan," perintah Nayla yang membuat ketiga calon hot papa ini membulatkan matanya.
Mereka ingin marah dan menyahuti perkataan Nayla, namun ketiga istri mereka melarangnya.
"Tolong jangan dianggap ocehan istriku, anggap saja kalian sedang mendengarkan suara radio ya. Nitmati saja hidangan yang ada dihadapan kalian." ucap Bayu yang tak enak hati pada ketiga temannya.
"Papi!! Awas ya. Ingat ya Pih pembalasan akan lebih menyakitkan." geram Nayla yang seakan tak terima suaminya berkata seperti itu pada ketiga rivalnya.
"Bagus Bayu, marahi saja istri nakal mu itu." gumam ketiganya di dalam hati.
Selesai makan malam, mereka pun terlibat perbincangan. Lagi-lagi Nayla menceritakan pengalaman bercintanya yang baru saja ia lakukan di mobil bersama suaminya di taman kompleks. Nayla menceritakan dengan detil bagaimana permainan yang mereka lakukan di sana. Ketiga bumil ini mendengarkan dengan begitu serius dan hanyut terbawa cerita plus-plus Nayla.
"Kalian tahu, Mas Bayu begitu menimati permainan gue, dan gue pun juga begitu. Suara erangannya Mas Bayu begitu seksi di telinga gue, bikin gue mau lagi dan lagi. Jadi deh gue lakuin tiga ronde di sana dan berlanjut satu ronde di kamar mandi." ucap Nayla yang membuat ketiganya ingin mencoba kembali hal yang sama dengan apa yang Nayla pernah lakukan.
"Tapi kayanya gue gak bisa ngelakuin itu deh, prut gue udah terlalu besar mana bisa." ucap Jessica yang pesimis.
"Bisalah, mana mungkin gak bisa, belum dicoba udah bilang gak bisa," sela Endah yang usia kehamilannya tak jauh berbeda dengan Jessica.
"Ya, tapikan kalau di mobil sedan terlalu sempit," ucap Anna kali ini bersuara.
"Segala sesuatu yang sempit itu enak," tambah Nayla yang mengompori ketiganya.
"Gas Kenlah. Mumpung hari ini mereka free." ajak Endah pada kedua saudaranya.
__ADS_1
"Ntar dulu masih begah nih habis makan, sayur sop ceker dari Amazon," sela Jessica yang tengah mengipas-ngipas tubuhnya dengan kipas yang sering ia bawa-bawa.
Karena ia terus merasa gerah bawaannya setelah kehamilannya menginjak bulan kedelapan.
"Ok, lima menit ya, gue udah gak tahan pengen nyoba." balas Endah yang selalu excited untuk mencoba hal baru yang ia dengar dari Nayla.
"Iya Jess, gue juga. Kapan lagi nyoba hal ini, gue gak pernah main di mobil sebelumnya." tambah Anna yang terlihat kalem sebelumnya sekarang jadi terlihat liar setelah kenal dengan Nayla.
"Ya udah deh, ayo deh ah," Jessica pun terpaksa berdiri dan berjalan menghampiri ketiga suami mereka yang sedang bersenda gurau di luar sembari menyesap rokok mereka masing-masing.
"Daddy ayo kita jalan-jalan yuk!" ajak Jessica pada Andre yang terlihat terkejut dengan permintaan istrinya.
"Udah malam Mom," sahut Andre yang membuang rokoknya dan menghampiri istrinya.
"Aku lagi pengen jalan-jalan lihat danau di taman kompleks ini. Kata Nayla pemandangannya indah kalau malam Dad," ucap Jessica yang mebuat Andre seketika memicingkan sebelah matanya.
"Apa yang kau rencanakan lagi pentol korek?" batin Andre yang begitu membenci tawa cengengesan Nayla dibelakang tubuh Anna.
"Pah, Ayo kita pulang Mama, mau ketaman, gak ada penolakan. Ayo cepat!" ajak Endah yang seketika membuat Jimmy berdiri. Tak mau kena masalah Jimmy langsung menurut dan membuang rokoknya.
"Ayo Mah, Papa anterin." Jawab Jimmy yang segera menghampiri Endah.
Anna dengan malu-malu berjalan menghampiri Leon yang masih setia menyesap sebatang rokok dengan sikapnya yang sok cool di mata Nayla.
"Jangan bilang kamu mau yang sama seperti kedua adikku!" ucap Leon dengan wajah dinginnya.
"Kalau ia bagaimana? Kalau Mas gak mau ya sudah, biar aku dijemput supir Daddy saja." Sahur Anna dengan wajah di tekuknya tapi tangannya malah menarik Leon.
"Bisakah kau tak mengancam ku seperti itu Anna. Ingin ku lakban saja mulutmu yang suka sekali mengancam ku." ucap Leon yang terpaksa membuang rokoknya yang masih panjang karena keinginan istrinya.
Akhirnya ketiga tamu tak diundang itu pun pergi meninggalkan kediaman Bayu tanpa pamit apalagi mengucapkan terima kasih. Melihat tamu-tamunya sudah pergi kembali kerumah mereka dan tak lama terdengar suara mobil keluar dari kediaman mereka masing-masing. Nayla tak henti-hentinya tertawa.
"Rasakan keberingasan istri kalian hahaha...." ucap Nayla di sela tawanya.
__ADS_1