
Semenjak pertemuannya dengan Zahra Patricia Leon banyak menghabiskan waktu dengan menyendiri. Hal ini mengundang kecurigaan Anna. Pasalnya belum lama ini Leon lengket dengan mereka. Namun sekarang Leon kembali menyendiri. Jika dahulu Leon menyendiri karena fokus bekerja tapi sekarang Leon lebih banyak menyendiri karena melamun.
"Ada apa denganmu Ayah, mengapa kau berubah seperti ini?" Gumam Anna yag bertanya di dalam hatinya.
Sabtu pagi seperti biasanya tiga bersaudara ini selalu menghabiskan waktu untuk sarapan pagi bersama di kediaman Leon. Tak hanya Anna yang merasakan perubahan pada diri Leon. Ternyata kedua adiknya dan juga kedua adik iparnya pun merasakan perubahan sikap Leon.
Diantara mereka hanya jessicalah yang lebih mengenal bagaimana sifat dan karakter Leon. Usai sarapan pagi. Leon yang biasanya menghabiskan waktu bersama dengan Jimmy dan juga Andre. Malah menyendiri di ruang kerjanya.
Jessica tak bisa membiarkan hal ini terjadi, ia sadar betul jika sang Kakak sedang tidak baik-baik saja. Jessica pun berinisiatif untuk menghampiri Leon di ruang kerjanya. Saat Endah ingin mengikuti langkah kakinya, dengan segera Jessica menahan langkah kaki Endah untuk mengikutinya.
"Tolong kasih gue waktu untuk bicara dengan Bang Leon empat mata." ucap Jessica saat Endah hingga ke anak tangga.
"Kenapa gue nggak boleh ikut Jess?" Tanya Endah sembari mengurutkan dahinya.
"Bicara dengan Bang Leon harus dengan kepala dingin, sedangkan lo adalah orang yang emosional, ini sangat nggak baik, bukannya kita tahu apa penyebab dia berubah tapi malah kita jadi saling ribut." Jawab Jessica yang dapat dimengerti oleh Endah pada akhirnya.
Endah pun mundur membalikan tubuhnya kembali berkumpul dengan yang lainnya. Sedangkan Jessica kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja Leon.
Ceklek!
Pintu ruang kerja Leon terbuka.
Jessica masuk mendekati Leon yang tengah duduk termenung di kursi kebesarannya.
"Tutup pintunya Jes!!" Pinta Leon yang mengetahui jika adik bungsunyalah yang datang menghampiri dirinya.
Jessica menurut ia kembali melangkahkan kaki menuju pintu tak hanya menutup pintu Jessica pun menguncinya, agar tak satupun ada orang yang dapat masuk ke ruangan itu.
__ADS_1
Belum sempat membalikan tubuhnya, tiba-tiba Leon sudah berada di belakang tubuh Jessica, ia memeluk tubuh adik musuhnya itu sembari menangis tersedu-sedu.
"Dia kembali Jess, dia kembali..." Ucap Leon dengan tangis yang tumpah di belakang bahu sang adik.
Jessica terdiam dan mencoba mencerna apa yang diucapkan Leon padanya.
"Dia kembali? Apa yang dimaksud dengan bang Leon, dia adalah Zahra Patricia?" Gumam Jessica di dalam hatinya.
"Dia kembali disaat aku sudah bahagia bersama sahabatmu? Kenapa dia tidak kembali di saat hubungan ku hancur dengan Kiara." Ucap Leon yang kini membenarkan tebakan Jessica dengan dia yang dimaksud Leon adalah Zahra Patricia.
"Kau masih mencintainya Bang?" Tanya Jessica yang masih membiarkan Leon menangis di bahunya.
Leon mengangguk,membenarkan pertanyaan Jessica pada dirinya.
"Kau harus melupakannya Bang, kau tidak boleh egois. Kau punya anak yang harus kau pikirkan. Dan kau mempunyai istri yang harus Kau jaga perasaannya. Belajarlah dari kejadian Fabian dan Margaret. Dia hampir gila karena penyesalan jangan sampai kau mengalami apa yang dialami oleh Fabian." Pinta Jessica sembari menasehati Kakak sulungnya itu.
"Kau menemuinya di mana Bang?" Tanya Jessica yang masih membiarkan Leon bersandar di bahunya.
"Di perusahaan milik kakek, dia bekerja di sana sebagai staff marketing. Selama ini dia yang membantuku membuat proposal dengan gagasannya." Jawab Leon yang mulai bisa menenangkan tangisnya.
"Bagaimana responnya ketika dia bertemu lagi denganmu Bang? Apa dia senang bertemu denganmu atau dia---" pertanyaan Jessica berhenti karena Leon memotong ucapannya.
"Dia tidak sama seperti dulu, saat tak sengaja bertemu denganku kemarin dia seperti menghindariku. Aku sudah mengatakan apa yang harus kukatakan beberapa tahun yang lalu padanya." Sambung Leon yang menarik Jessica untuk duduk bersama dengannya di sofa.
"Jika dia menghindarimu berarti dia sudah sadar dan tahu jika kamu sudah menikah Bang. Dia tak mau menjadi orang ketiga di rumah tangga kalian. Jika dia sudah tahu diri, tinggal Abang sendirilah yang tahu diri dan tahu menempatkan diri Abang sebagai seorang laki-laki yang sudah menikah dan juga sebagai seorang laki-laki yang sudah memiliki dua orang anak." Jessica bicara sembari menatap tajam manik mata Leon yang terlihat sendu.
"Aku harus bagaimana Jes?" tanya Leon yang seakan tak bisa berpikir lebih jernih dengan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
__ADS_1
"Lupakan dia dan bersikaplah seperti biasanya. Jangan bersikap dingin kepada Anna dan juga kedua anakmu, Bang. Bukankah Abang belum lama ini takut mati dan takut meninggalkan mereka? Lalu kenapa sekarang Abang malah bersikap seperti ini?"
"Ini karena abang tak sengaja bertemu dengannya."
"Hanya bertemu bukan berarti akan mengulang kisah kalian bukan. Abang sudah memiliki kehidupan sendiri dan dia sudah menyadari itu dengan menghindari Abang. Jika aku boleh tahu sejak kapan dia bekerja di perusahaan kakek?" Tanya Jessica.
"Sudah lebih dari empat tahun." Jawab Leon singkat.
"Jika dia lebih dari empat tahun bekerja di perusahaan kakek. Itu tandanya dia lebih dahulu bekerja di sana daripada dirimu Bang. Jadi kasihanilah dia dengan kau kembali bersikap normal seperti biasanya. Kau tahu suamiku, tau juga bagaimana sikap Anna dan Endah. Jangan sampai karena sikapmu yang seperti ini, akan merugikan dirinya yang memang tidak ada maksud apapun pada dirimu." Ucap Jessica yang mengingatkan kembali pada Leon.
"Kau benar Jess, jika aku terus seperti ini dan terlihat egois aku akan merugikan dan membahayakan dirinya." Seloroh Leon yang membenarkan perkataan sang adik.
"Sekarang berusaha bersikap biasa saja, kembalilah berkumpul bersama kami di bawah. Kalau perlu berliburlah bersama anda untuk membangun chemistry kalian yang mungkin saja menghilang karena kehadiran dirinya." Saran Jessica.
Leon pun menerima saran yang diberikan Jessica.
"Ya sepertinya aku perlu berlibur bersama dengan Anna. Bolehkah aku titip kedua anakku padamu? Aku hanya ingin berlibur berdua bersama Anna."
"Heem lakukanlah Bang. Aku akan mengatakan pada mereka jika kau berubah seperti ini karena kau ingin berlibur hanya berdua dengan Anna. Aku akan menyimpan rahasia ini rapat-rapat." Ucap Jessica yang berusaha memahami dan mengerti perasaan sang kakak.
Leon kembali memeluk adik bungsunya yang selalu bersikap pengertian pada dirinya. "
"Bersiap-siaplah berangkatlah hari ini, aku akan mengatakan pada Anna di bawah, jika Bang Leon akan mengajak dirinya berlibur sekarang."
"Terima kasih Jessica kau memang adikku yang sangat pengertian." Ucap Leon yang kembali memeluk sang adik.
"Sama-sama Bang." Jawab Jessica yang kemudian bernajak dari sofa dan keluar dari ruang kerja Leon.
__ADS_1