Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 143


__ADS_3

"Den Bayu, ada Tuan Leon di teras depan." Ucap Bi Darmi yang menghampiri Bayu di ruang televisi. Saat ini Bayu sedang menonton drama korea, ternyata kesukaan Nayla menonton drama Korea menular pada suaminya.


"Hemm... Suruh masuk saja Bi, lagi seru." Perintah Bayu pada Bi Darmi tanpa menatap wajah Bi Darmi. Tatapannya tetap fokus ke depan televisi.


"Dimana istrimu Bay?" Tanya Leon yang tak melihat ada Nayla bersama Bayu. Biasanya sepasang suami istri ini selalu nempel seperti perangko.


"Tumben nanyain, biasanya kau muak melihat istriku." Sahut Bayu masih serius menatap televisi.


"Sebenarnya aku ke sini ada suatu urusan dengan istrimu." Balas Leon yang memang datang ke rumah Bayu ingin menemui Nayla.


"Urusan apa? Apa kau tak kapok berurusan dengan istriku hum?" Tanya Bayu yang akhirnya menatap Leon.


"Urusanku sangat penting dengan istri mu, ini aku lakukan demi dua buah hatiku, yang ada di kandungan istri ku, Anna." Jawab Leon dengan wajah datarnya.


"Ohh, Anna ngidam?" Tebak Bayu.


"Iya dia ngidam, dan dia ngidam yang tidak-tidak yang berkaitan dengan istri mu," sahut Leon yang kelihatan malas, melakukan permintaan Anna.


"Memangnya minta apa istrimu itu?" Tanya Bayu yang penasaran, dia sampai mem-pause drama Korea yang sedang ia tonton.


"Jangan tertawa! Jika aku menyebutkan permintaan istriku." Jawab Leon yang sudah takut di tertawakan oleh Bayu.


"Hahahaha," tawa Bayu menggelegar memecahkan keheningan. Padahal Leon belum menceritakan apa pun.


"Sial, beum cerita saja kau sudah menertawai ku,Bay." Geram Leon yang akhirnya memukul Bayu menggunakan bantalan sofa.


"Waw... slow Broo..." Ucap Bayu saat mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Leon.


"Cepat panggilkan istrimu, sebelum istriku tidur dan tak bisa melihat istrimu memakaikan lipstik di bibir ku." Perintah Leon pada Bayu yang malah memancing gelak tawanya.

__ADS_1


"Apa? Kau meminta istriku memakaikan mu lipstik? Hahahaha... Kau mau mangkal dimana Leon, malam-malam begini?" Bayu terkekeh geli, hingga memegangi perutnya yang sakit. Rahangnya punnterasa sakit karena terus tertawa lebar.


"Diam kau! Andai aku tak takut dengan kejahilan istrimu, mungkin sudah ku buang kau ke kutub selatan, karena sudah menertawai ku." Ucap Leon geram.


"Hahahaha.... Coba saja kalau kau bisa, sebelum kau membuang ku, mungkin kau sudah dibuang lebih dahulu ke kutub Utara oleh istriku." Balas Bayu yang masih tak bisa menghentikan tawanya.


"Cih, kau ini suami yang berlinduk di ketiak istri." Sahu Leon yang masih berusaha menahan amarahnya.


"Sabar Leon... Sabar... Setelah ini kesabaran mu akan di uji, Naylul alias pentul korek akan lebih parah lagi menertawai mu." Gumam Leon pada dirinya sendiri.


"Bay, cepatlah panggilkan istrimu, aku sudah mengantuk." Perintah Leon lagi,


Hari ini adalah hari yang melelahkan untuk Leon. Pekerjaannya di kantor sangatlah banyak. Tadinya ia sangat berharap di telepon sang istri dan bermanja-manja dengan istri tercintanya melalui sambungan telepon, namun kenyataannya ia malah bukannya di manja tapi malah diminta untuk melakukan hal yang aneh dan harus bersama orang paling menyebalkan dimuka bumi ini. Siapa lagi jika bukan Nayla.


Dengan mata yang sudah lima watt, Nayla di gendong Bayu menuju ruang televisi.


"Ada tamu spesial minta di make over sama Mami." Jawab Bayu dengan menahan tawanya.


"Dih, Mami bukan MUA, Pih." Tolak Nayla yang diturunkan Bayu di sebuah sofa.


Didapati Nayla, Leon dengan mata merahnya sedang menatap dirinya.


"Nay, pakaikan Abang lipstik, Anna ingin Abang dipakaikan lipstik oleh mu." Pinta Leon dengan menyodorkan lipstik berwarna merah cabai pada Nayla.


Nayla menerima lipstik itu dengan ekspresi bodohnya.


"Tiga dua sa...."Belum sempat Bayu selesai menghitung mundur, gelak tawa sang istri telah pecah mendengar permintaan Leon.


Hahahaha...[ Suara tawa Nayla lebih menggelegar dari pada Bayu].

__ADS_1


"Sabarkan hati mu Leon, ini demi anak-anak mu. Kuatkan dirimu menghadapi pasangan tidak ada akhlak ini, agar kedua anak mu tidak ileran nantinya," Gumam Leon di dalam hatinya.


"Abang gak salah Hah? Semalan ini minta dipakaikan lipstik, mau saingan dengan Septi ya?" Tanya Nayla yang terus mengelus perut buncitnya yang terus berkedut karena terlalu banyak tertawa.


"Cih, aku tidak mungkin mau saingan dengan si Sepiteng itu. Aku mau dipakaikan lipstik karena Anna yang memintanya," Ucap Leon masih dengan gaya cool dan sombongnya.


"Owhhh... Manisnya sianga jantan ini," ledek Nayla dengan mengulum senyum menyebalkannya bagi Leon.


"Nayla berhentilah meledek ku, cepat pakaikan lipstik itu! Dan Bayu tolong pegangi ponselku, arahkan kamera ponselku itu pada ku, agar istri tercinta ku daat melihat suami tamoannya ini berubah menjadi cantik." Ucap Leon yang sudah menyambungkan Video Call dengan Anna.


Sontak kalimat terakhir dari Leon membuat sepasang suami istri itu kembali tertawa geli.


"Bisakah kalian diam hah! Kalian berdua sangat menyebalkan." Ucap Leon geram. Ia sudah mengepalkan kedua tangannya.


Ingin sekali Leon pergi meninggalkan sepasang suami istri menyebalkan ini, namun ia kembali membayangkan kedua anaknya di penuhi dengan iler yang mengantung di sudut bibirnya, sehingga membuatnya berusaha untuk tetap bertahan.


"Anak-anakku, semoga kalian tahu, betapa Ayah juga berjuang dimasa kehamilan ibumu ini, berjuang untuk memenuhi permintaan ibumu dan menghadapi dua manusia paling menyebalkan di muka bumi ini." Gumam Leon di dalam hatinya.


Setelah cukup lama menunggu sepasang suami istri itu menghabiskan tawanya. leon segera menarik kursi dan duduk di depan Nayla. Ia memasang wajahnya dan memajukan bibirnya, agar Nayla cepat memakaikannya lipstik yang berwarna merah terang itu.


Dengan menahan tawanya Nayla memakai Leon lipstik berwarna merah terang itu. Baru memakaikan sedikit lipstik itu di bibir Leon, Nayla kembali tertawa dan sampai terkencing-kencing di buatnya.


Jangan tanya bagaimana reaksi Anna diujung sambungan teleponnya. Ia sampai mematikan speaker ponselnya, agar tawanya tak terdengar oleh suaminya. Sebenarnya Anna tak benar-benar menginginkan suaminya mengenakan lipstik dan dipakaikan oleh si jahil Nayla.


Namun ini adalah sebuah hukuman untuk suami tercintanya, Leon dihukum karena Leon mulai melupakan dirinya, tanpa memberikan kabar pada dirinya sejak pagi sampai malam hari. Leon yang super sibuk hari ini tidak sengaja melupakan Anna. Ia lupa dengan sifat sang istri yang sudah berubah.


Anna sudah berubah menjadi sosok istri pecemburu dan posesif sejak mantan kekasih Leon kembali hadir di dalam hidup Leon. Sejak sang mantan sadarkan diri dan terus mencari keberadaan Leon yang selama ini membantu membayar tagihan rumah sakitnya.


Bukannya Anna tak mau mengerti dan tak mau percaya, hanya saja ia telah belajar dari pengalaman, saat ia terlalu percaya pada Leon. Leon malah mengecewakan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2