Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 113


__ADS_3

Bayu merajuk. Malam ini untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Bayu kembali merajuk. Ia tidur membelakangi Nayla. Melisy suaminya tidur membelakangi dirinya, bukannya merayu ataupun kembali meminta maaf pada Bayu. Nayla malah tertidur dengan begitu pulasnya menghadap punggung Bayu.


Ia merasa dapat tidur leluasa malam ini, tanpa diganggu oleh tangan Bayu yang selalu menjelajahi dua bukit hingga ke rawa-rawa milik Nayla. Rutinitas malam hari yang terlewatkan oleh Bayu karena tengah merajuk ini malah tak bisa membuat dirinya sendiri tak bisa pergi tidur.


Tak bisa menjelajahi dan memeluk tubuh mungil istrinya itu, membuatnya sulit untuk memejamkan mata. Ia terus saja tak bisa diam di atas ranjang, mencari posisi yang nyaman tapi tak ia dapatkan. Berkali-kali ia melirik kebelakang, berharap Nayla hanya pura-pura tidur, namun ternyata istrinya itu benar-benar terlelap.


Bayu memukul-mukul bantalnya, ia luapkan kekesalan di hatinya pada istri yang malah tak terusik sama sekali dengan apa yang ia lakukan.


"Mami..." Panggil Bayu yang akhirnya tak tahan mendiami istrinya sejak sore tadi. Ia menatap sebal wajah istrinya yang nampak begitu menggemaskan jika sedang tidur.


Panggilan pertama Bayu pada sang istri tak sama sekali disahuti oleh Nayla, karena Nayla masih berada di alam mimpinya yang indah bersama Oppa-oppa korea idamannya selama ini.


Ya. Nayla tengah bermimpi tidur bersama Oppa Lee Min-ho yang ia gadang-gadang sebagai suami dunia perhaluannya. Dalam mimpinya ini, ia sedang berjalan bersama sang idola di sebuah Mall besar. Nayla tengah dibelikan sebuah tas dan sepatu branded yang sudah lama ia inginkan.


Kalau dulu pacar sesaatnya yang akan membelikan demi mengambil hati Nayla, kalau sekarang, harusnya Bayu yang membelikanya, namun semenjak kejadian waktu lalu, Naylanpunya rasa gengsi yang besar jika harus meminta belikan barang-barang mewah pada Bayu. Meskipun Bayu sudah berubah ia tak percaya seratus persen dengan perubahannya itu.


Kembali pada barang incaran Nayla. Barang incaran Nayla ini, seharusnya ia dapatkan pada hari ini, jika saja tidak ada tragedi Claudia datang. Namun nasi sudah menjadi bubur. Karena kedatangan Claudia Nayla tak jadi dibelikan barang-barang incarannya dari para istri Sultan yang akan mengentertain dirinya dengan barang-barang super mewah.


Namun sayang karena Claudia, semua barang-barang mewah yang harusnya sudah berada di tangan, malah berujung hanya bisa dihayalkan saja. Dihayalkan dengn dibelikan oleh suami perhaluannya yang tidak akan pernah jadi nyata.


"Oppa serius mau belikan aku ini ahhh..." Ucap Nayla di dalam mimpinya sembari memegangi sebuah tas mahal yang harganya bisa membeli satu unit mobil MPV.


Di dalam mimpinya sang suami khayalannya ini hanya menjawab dengan senyuman manis dan sebuah kedipan mata yang memabukkan hati Nayla.


"Ahhh Oppa, kamu manis sekali. Jadi tambah cinta deh sama Oppa. Saranghae Oppa." Ucap Nayla yang di dalam mimpinya ingin mencium sang suami dunia perhaluannya.

__ADS_1


Di dalam dunia nyata Nayla terus mengigau menyebut nama Oppa Lee Min-ho dan merek tas dan seri yang ia inginkan, sambil memajukan bibirnya, seakan ingin mencium idolanya itu.


Melihat hal itu hati Bayu yang masih kesal terhadap istrinya makin bertambah kesal. Bisa-bisanya istrinya itu ingin berciuman dengan pria lain di dalam mimpinya, benar-benar tak bisa ditolerir meskipun ini hanya sebuah mimpi.


"Mami..." Panggil Bayu untuk kedua kalinya, kali ini dia menggucangkan sedikit tubuh istrinya agar terbangun, guna mengusir pria lain di dalam mimpi sang istri.


Ia cubit hidung yang tak terlalu mancung itu, bukanya bangun, istrinya ini malah memukul tangan Bayu dan kembali tidur. Banyak hal yang sudah Bayu upayakan.


Namun Nayla tetap tak juga bangun, ia begitu betah di dalam mimpinya bersama suami di dunia perhaluannya. Tak hilang akal, Bayu segera melepaskan piama tidurnya. Ia dekatkan ketiaknya yang di penuhi bulu jambrong yang begitu lebat ke mulut Nayla yang terus maju seakan sedang menciumi suami perhaluannya itu.


"Hemmm....Cium nih ketiak Papi, sedapkan Mih mantap," gumam Bayu yang menahan tawanya ketika melihat Nayla terus menciumi ketiak Bayu yang lengkap dengan bulu jambrongnya.


"Oppa kok kumisan?" Tanya Nayla dengan mata yang masih terpejam.


Di dalam mimpinya Nayla merasa ada yang tidak beres dengan penampakan kumis dan jenggot suami perhaluannya itu. Ia mengerjab-ngerjabkan matanya di dalam alam tidurnya hingga akhirnya di dalam dunia nyatapun ia melakukan hal yang sama.


Betapa terkejutnya ia ketika mendapati ketiak Bayu dengan bulu jambrongnya sedang ia ***** hingga basah.


"PAPI!!" Pekik Nayla yang baru saja bangun dengan suara seraknya yang melengking.


"Apa? Ganteng? Sudah pasti. Mami tahu sendirikan pesona Papi." Tambah Bayu yang bersikap narsis seperti Andre.


"Ihhh... Arghhhh...." Geram Nayla yang sudah bangun dari tidurnya.


Matanya yang merah karena bangun tidur, ditambah rasa marahnya pada Bayu, membuat ibu hamil berkepala plontos ini nampak menyeramkan, sudah seperti banteng bertanduk saja.

__ADS_1


"Jangan ihhh.... Arghhh dong Mih.. tapi ahh...Papi... Ahhh...lagi Pih..." Ledek Bayu yang makin membuat Nayla marah.


Bayu yang masih berbaring dengan posisi telantang, langsung saja dinaiki oleh Nayla. Bayu yang tak siap diduduki dengan kasar oleh Nayla mengerang kesakitan karena juniornya terjepit.


"Arghhhh ... Sakit Mih ... Aset berharga Papi jangan diginiin, bisa gak bangun-bangun nanti dia. Mami yang rugi kalau dia gak bangun." Ucap Bayu dengan wajah kesakitannya.


"Gak mungkin dia gak bangun kalau sudah sama pawangnya. Milik Papi kalau di gesek sedikit sama Mami pasti langsung on fire." Balas Nayla dengan sombongnya.


Bayu tersenyum mendengar kesombongan Nayla. Ia menarik kasar piama tidur sang istri yang bergambar kelinci besar agar wajah sang istri bisa mendekat dengannya.


"Junior Papi memang kamulah pawangnya, Mih. Kamu melarang juniorku celap celup ditempat yang lain. Begitu pula sengan dirimu, tidak boleh ada yang menyentuh mu selain Papi, meskipun itu di dalam mimpi. Sekarang katakan tadi mimpi ngapain sama Oppa-oppa mu itu!" Ucap Bayu yang mulanya santai dan diakhir kalimatnya matanya sudah membulat sempurna karena marah dan kesal.


Nayla tersenyum melihat kemarahan suaminya. Sikap cemburu Bayu yang jarang terlihat membuat hatinya berbunga-bunga.


"Papi tahu, Mami sedang bermimpi berciuman dengan suami halu Mami itu." Ucap Nayla yang membuat mata Bayu makin membola dan makin menarik baju Nayla agar wajah makin mendekat dengannya.


"Kami berciuman setelah dia membelikan barang yang Mami mau. Seharusnya barang itu sudah ada di tangan Mami. Tapi karena salah satu fans Papi, Mami tidak mendapatkannya, padahal Jessica ingin membelikannya untuk Mami." Tambah Nayla lagi yang menceritakan mimpi dan kenyataan yang ia alami.


Sejenak Bayu terdiam, ia menatap manik mata Nayla yang tersirat kesedihan. Bayu sadar selama menjadi suami Nayla. Nayla tak pernah meminta sesuatu untuk dirinya sendiri. Dan membelikan sesuatu untuk Nayla pribadi.


Ia minta dibelikan mobil tapi dipergunakan bersama dengan sang putra. Begitu pula dengan mengubah ruang kerja Bayu. Itu Nayla lakukan untuk kenyamanan bersama anaknya bukan hanya dirinya. Demi membahagiakan sang istri Bayu pun ingin membelikan barang yang diinginkan sang istri. Dan seharusnya memang dialah yang harus memenuhi keinginan dan kebutuhan Nayla. Bukan orang lain.


"Memangnya barang apa yang kamu mau?" Tanya Bayu yang sekarang malah menarik tengkuk Nayla. Mendekatkan wajah mereka hingga tersisa jarak satu inci lagi.


__ADS_1


__ADS_2