Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 147


__ADS_3

"Mommy," cicit Andre dengan rasa takut dengan tatapan mata Jessica yang sudah berapi-api.


Andre segera berdiri dan berjalan menghampiri sang istri. "Mommy, Daddy bisa jelasin tadi itu---" ucapan Andre terpotong dengan gerakan tangan Jessica.


"Sejak kapan Daddy jadi preman? Sudah Mommy bilang jangan lakukan kekerasan lagi, Mommy masih trauma." Pekik Jessica yang membuat Andre jadi merasa bersalah.


"Maaf Mommy, Daddy khilaf, habisnya tadi Abang mu itu..."


"Itu apa?" Tanya Jessica yang menyela ucapan Andre yang belum selesai.


"Ganteng, dia bilang aku ganteng tadi. Ya kan Ndre? Kita gak berkelahi sungguhan kok ya Ndre." Leon tiba-tiba datang dan ikut nimbrung di keributan keduanya.


Jika ditanya alasannya kenapa Leon nimbrung di pertengkaran Andre dan Jessica. Tentu saja karena takut Andre mengatakan yang sesungguhnya. Jika ia baru saja mengumpati istrinya, Anna. Bisa runyam urusannya jika sampai mulut Andre bocor.


"Bohong, kalian berdua berbohong!" Geram Jessica yang mulai mendorong stroller meninggalkan keduanya.

__ADS_1


"Kak Jimmy," panggil Nayla pada Jimmy yang sudah memegangi kepalanya dengan kedua tangannya. Ia nampak begitu frustrasi dengan kekalahannya. Pasalnya Andre sudah kena pukulan lebih dari sepuluh kali sebelumnya dari Leon. Sedangkan Leon baru kena delapan pukulan dari Andre.


"Hemm..." Sahut Jimmy dengan malasnya.


"Aku menang, ya kan?" Tanya Nayla dengan tampang meledek.


"Iya, kamu menang Naylul." Jawab Jimmy dengan rasa kesalnya.


"Arghhhh!" Pekik Jimmy yang kemudian menghempas kasar tangannya sendiri dan menghampiri Endah yang tertawa geli melihat tingkah suaminya yang ia ketahui kalah telak dari Nayla.


"Ayo Mah, pulang! Papa sudah badmood." Ajak Jimmy lagi yang kemudian mendorong stroller kedua anaknya meninggalkan kediaman Nayla. Hingga Endah mau tak mau mengikuti langkah sang suami.


Sementara itu, Anna sejak tadi sudah menatap Leon yang cengar-cengir tak jelas melihat tampan kedua adik iparnya yang kusut.


"Senang ya Yang, lihat mereka begitu hum?" Tanya Anna yang sudah berdiri di belakang Leon. Anna tahu betul Leon adalah sosok kakak ipar yang senang ketika kedua adik iparnya mengalami masalah dengan kedua adiknya.

__ADS_1


"Hehehe..." Jawab Leon hanya dengan tawa renyahnya yang sangat menyebalkan dimata Anna.


"Kamu tuh jahat sama mereka berdua. Suatu saat kamu akan dibalas sama mereka."


"Itu tak akan terjadi Bun, karena kalau itu sampai terjadi mereka akan rugi sendiri." Jawab Leon penuh percaya diri.


Ia tidak tahu jika kedua adik iparnya belum benar-benar pulang, mereka sebenarnya ada di depan, menguping pembicaraan antara Leon dan Anna.


"Tuh kan Mom, kelakuan Abang kamu tuh kaya gitu. Tadi aku marah dia mengumpati Anna. Jelek-jelek begitu dia adik sepupu ku Mom, masa aku gak boleh belain adik aku sendiri, adik aku sahabat sekaligus kakak ipar kamu loh sayang. Lagian yang banyak di pukul itu aku bukan abang kamu. Ya kan Jim?" Adu Andre pada Jessica dan minta dukungan dari Jimmy.


"Iya, karena suami mu kalah, aku harus kalah taruhan dari si Naylul. Suram sudah hari-hari ku." Jawab Leon yang kemudian pergi meninggalkan keduanya dengan wajah kusut sembari mendorong stroller kedua anaknya bersama dengan Endah.


"Tuh lihat dan dengar sendirikan sayang, sudah dong jangan marah lagi humm?"


"Iya baiklah, kali ini Mommy maafin tapi jangan diulangi lagi. Mommy gak mau Daddy main kekerasan apalagi sama saudara sendiri. Gak baik tahu gak. Jangan mencontohkan yang buruk sama anak-anak kita Dad," jawab Jessica yang langsung dirangkul oleh Andre.

__ADS_1


"Iya Daddy janji. Sekarang kita pulang yuk, mumpung krucil bobo dan aku lagi libur, bisa kali Mom main kuda-kudaan siang-siang gini." Ajak Andre sembari tersenyum menggoda Jessica dan segera merangkul Jessica untuk pulang. Sedang kedua anaknya sudah dibawa pulang terlebih dahulu oleh Bowo dan Angel.


__ADS_2