Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 177


__ADS_3

Hari ini adalah hari Rabu di mana Leon dan Anna melakukan kegiatan rutinitasnya seperti biasa yaitu arisan sosialita. Arisan berlian yang selalu diadakan hari Rabu di minggu ketiga ini, selalu bertempat di restoran milik Lili, istri dari Eko Prayoga, asisten Tuan Yudha.


Leon dan Anna selalu berpergian dengan pengawalan ketat, namun pengawalannya tidak terlalu terlihat mencolok. Saat ia baru memasuki restoran tiba-tiba ponsel Leon berbunyi. Ternyata ada notifikasi pesan dari Angela.


Tuan Leon, menurut informasi yang saya dapatkan di dalam restoran tersebut ada asisten Tuan Yudha yang berencana ingin menemui Anda, tolong untuk tetap siaga, hubungi saya jika Anda membutuhkan bantuan. Tulis Angela di dalam pesannya.


Terima kasih Angela atas informasi yang kamu berikan. Ini sangat bermanfaat bagi saya. Saran saya cepatlah menikah dan pensiun. Balas Leon di dalam pesannya.


"Si4lan, dia selalu menyuruh ku untuk menikah terus dan pensiun. Tidak tahukah menikah itu butuh mental yang kuat. Aku lebih baik menghadapi penjahat daripada badai dalam rumah tangga yang bisa menguras air mata." Gumam Angela yang nampak kesal.


Di dalam ruangan restoran VVIP, Anna dan teman sosialitanya tengah berkumpul dan menunggu beberapa teman lainnya yang belum datang. Saat mereka sedang menunggu, Leon merasa ada sepasang mata yang terus saja memperhatikan dirinya.


Guna mencari tahu, Leon pun meminta izin pada istrinya untuk menyingkir sebentar dari mereka.


"Ayah kebelakang dulu ya Bun? Bunda jangan kemana-mana kalau Ayah belum kembali." Ucap Leon yang berpamitan pada sang istri, sebelum pergi ia sempatkan untuk mengecup kening sang istri sejenak.


Leon berjalan menuju toilet dan benar saja sepasang mata yang terus memperhatikan Leon sejak tadi mengikuti ke mana Leon melangkahkan kakinya.


Bugh!! Satu pukulan Leon mendarat pada pria yang bisa dikatakan tidak lagi muda. Pria itu tak lain adalah Eko.


Eko terjatuh tersungkur di lantai. "Tuan Leon, maaf! Ampun!!" Ucap ucap Eko saat ia berusaha bangun dari posisinya.

__ADS_1


"Mau apa anda mengikuti saya?" Tanya Leon pada Eko yang kini tengah meraba bahunya yang kena pukulan Leon tadi.


"Boleh saya bicara empat mata dengan Tuan?"ucap Eko yang meminta kesediaan Leon untuk bicara dengannya.


"Jika ingin bicara denganku Kau harus membuat janji dulu." Jawab Leon seperti orang yang tak berkenan untuk bicara pada lawan bicaranya. Pasalnya dia sudah mengetahui maksud dan tujuan Eko ingin bicara empat mata dengannya, karena sebelumnya Angela sudah menginformasikan hal tersebut pada Leon.


"Maaf tuan Saya hanya butuh waktu 5 menit untuk bertanya sesuatu pada Anda." Eko terus saja berusaha dan sedikit memaksa.


Setelah berpikir sejenak Leon pun akhirnya mengizinkan Eko untuk bicara padanya hanya dengan waktu 5 menit saja. Kini mereka berada di ruangan tertutup di mana hanya ada mereka berdua saja.


"Tuan lewat terima kasih sudah memberikan waktu 5 menit yang sangat berharga untuk saya." Ucap Eko penuh dengan basa-basi.


"Hemm... Sekarang katakanlah apa yang ingin kau bicarakan padaku."


"Hemmm. Cepat katakanlah!" Leon yang masih meminta untuk Eko segera mengatakan apa yang ingin Ia bicarakan pada dirinya.


"Tuan kemarin saya sudah mendatangi kediaman Tuan Gunawan, kedatangan saya ke kediaman Tuan Gunawan guna mencari keberadaan Tuan besar saya dan istrinya. Mereka hilang setelah melaksanakan rencana mereka untuk menyingkirkan putra dari tuan Gunawan."


"Lantas apa kaitannya denganku?"tanya Leon yang mulai mengerucutkan maksud dan tujuan Eko bicara padanya.


"Saya mendatangi Tuan saat ini, atas saran yang diberikanTuan Gunawan pada saya. Karena beliau berkata pada saya, jika anggota keluarga Adijaya dan keluarga kusuma-lah yang telah menolong nyawa putranya, hingga selamat dari rencana Tuan Yudha." Jawab Eko sesuai dengan kenyataannya.

__ADS_1


"Lalu?"


"Saya ingin bertanya pada Tuan, apakah Tuan tahu di mana keberadaan Tuan besar saya dan istrinya?" Tanya Eko yang malah membuat Leon tertawa.


"Kau sudah membuang waktuku dengan percuma hanya karena ingin bertanya mengenai masalah ini. Kau sungguh salah alamat. Seharusnya kau bukan menemuiku dan bertanya padaku di mana keberadaan tuan besarmu. Seharusnya yang kau datangi adalah adik iparku Jimmy. Dia pasti tahu di mana keberadaan tuan besarmu. Jika hanya itu yang kamu ingin tanyakan padaku. Saya rasa pertemuan kita cukup sampai di sini." Jawab Leon yang segera berdiri dari kursinya kemudian beranjak pergi meninggalkan Eko yang kini duduk terdiam.


"Jimmy? Kenapa aku harus bertemu dengannya? Kenapa hanya dia yang mengetahui di mana keberadaan Tuan Yudha? Aku sengaja menerima usul istriku karena tak ingin menemui dirinya, tapi ternyata aku memang benar-benar harus menemui dirinya demi menemukan di mana Tuhan Yudha dan istrinya berada kini."gumam Eko yang terlihat kembali pusing dan frustasi untuk memecahkan masalah ini.


Sepeninggalan Leon. Eko langsung beranjak pergi meninggalkan restoran milik sang istri. Ia langsung saja melajukan kendaraannya ke perusahaan Batara group, di mana ia yakini Jimmy berada kini.


Sesampainya di perusahaan Batara group. Eko langsung saja menghampiri meja resepsionis, ia menanyakan keberadaan Jimmy di perusahaan tersebut. Ia juga mengatakan jika ingin bertemu dengan Jimmy hari ini. Dengan berbohong dan membawa nama Leon Eko pun berhasil masuk ke perusahaan Batara group untuk menemui Jimmy.


"Selamat siang tuan Jimmy," sapa Eko saat ia baru masuk ke dalam ruang kerja Jimmy yang cukup luas, layaknya ruangan kerja seorang CEO. Dia yang sudah menjadi asisten Tuan Yudha tidak pernah mendapatkan ruangan sebesar ruangan Jimmy dan juga fasilitas yang Jimmy dapatkan dari keluarga Kusuma. Menurut Eko, Jimmy sangatlah beruntung.


"Siang. Ada perlu apa anda ingin menemui saya?" Jimmy membalas sapaan Eko dan kemudian langsung bertanya pada Eko maksud kedatangannya menemui dirinya, tanpa mempersilahkan tamunya ini untuk duduk terlebih dahulu.


"Maaf jika kedatangan saya mengganggu Anda Tuan Jimmy."


"Ya tentu saja. kedatangan Anda sangat mengganggu. Tolong tidak perlu banyak basa-basi langsung katakan saja inti dan tujuan Anda menemui saya." Sahut Jimmy dengan datar dan dingin.


Siapapun yang mendengar sahutan Jimmy ini, pasti akan terbawa perasaan, sakit hati tersinggung dan merasa direndahkan. Karena perasaan inilah yang kini Eko rasakan.

__ADS_1


"Sekali lagi saya minta maaf atas kelancangan saya mengganggu waktu Tuan Jimmy. Untuk mempersingkat waktu agar saya tidak mengganggu terlalu lama waktu Tuan Jimmy. Saya akan mengatakan saja maksud dan tujuan saya datang menemui Anda hanya ingin menanyakan keberadaan Tuan besar saya yaitu Tuan Yudha." Ucap ucap Eko dengan cepat. Jujur saja saat ini ia tengah melawan rasa takutnya pada sosok orang yang duduk di hadapannya.


__ADS_2