
Seminggu setelah kejadian di hotel itu, Jimmy dan Andre kompak menghubungi Bayu. Pasalnya, Anna melakukan apa yang ia katakan pada Nayla saat di restauran hotel Grand Adams, jika ia akan menghubungi kedua sahabat sekaligus adik iparnya itu, agar merasakan sensasi yang keduanya rasakan dari para suami-suami mereka.
Andre tak dapat marah dengan adik sepupunya itu, Anna. Karena belum apa-apa dia sudah takut dengan Leon yang merupakan kakak iparnya. Begitu pula dengan Jimmy.
"Bayu, kegilaan apa lagi yang istrimu lakukan hah?" Ucap Andre dengan amarahnya di sambungan teleponnya.
"Ada apa lagi sih Ndre? Menghubungi ku langsung marah-marah seperti ini." Sahut Bayu yang menahan tawanya.
Pasalnya ia sudah tahu dengan apa yang dilakukan istrinya itu, karena istrinya tak bisa menahan tawanya saat Anna menghubunginya kala itu. Istri Leon itu tak sungkan-sungkan menceritakan pengalaman ranjangnya bersama sang suami berkat obat perangsang tersebut.
Anna menceritakan raut wajah Leon yang tampak lucu tidak dingin, datar dan angkuh lagi. Sepanjang permainan mereka. Anna tak bisa berhenti menertawakan suaminya yang wajahnya benar-benar berbeda. Wajah yang dipenuhi hasrat padanya tanpa ditutupi rasa gengsi yang biasanya Leon tampilkan pada Anna.
"Hah! Bagaimana aku tak marah pada mu? Istri mu itu sudah membuat ku dan Jimmy di sini harus melakukan hal yang memalukan. Kau kan tahu istriku baru saja turun mesin. Mana bisa aku melakukannya. Dan istrimu sudah berhasil membuatku tersiksa, bisa kau bayangkan bagaimana tersiksanya aku menuntaskan tanpa milik istriku," Omel Andre lagi yang membuat Bayu menjauhi ponselnya untuk melepaskan tawanya yang ingin pecah.
Andre kembali mengingat bagaimana Jessica memaksanya memesan obat itu dan meminumnya. Jessica menikmati sentuhan yang diberikan Andre namun saat Andre mengharapkan penuntasan Jessica menggeleng karena ia dalam masa nifas dan masih mengeluarkan darah nifasnya di area intinya. Bisa Bayu bayangkan dan ia pun terkikik geli tanpa suara dan Bayu mengalihkan tawanya dengan menggigit lengan Nayla yang sedang berbaring dengan bersandar pada tubuhnya, hal ini ia lakukan untuk meredakan tawanya yang ingin pecah.
"Aduh Papi sakit ih, gigit-gigit. Nanti Mami rabies nih ah." Ucap Nayla yang langsung menabok pipi Bayu yang masih saja menggigitnya.
"Au Mami sakit, tangan Mami ininharus di hukum, suka ringan tangan," rintih Bayu yang mengusap pipinya yang memerah karena dipukul sang istrinya, alih-alih menghukum tangan sang istri, Bayu malah memciumi tangan Nayla yang memukul wajahnya.
"Eh, Bayu!" Panggil Andre ketika mendengar suara Nayla.
Bayu menghentikan ciumannya di tangan Nayla, kemudian kembali mendekatkan ponselnya ke telinganya.
__ADS_1
"Iya Ndre." Jawab Bayu.
"Aku tahu kau sedang menertawakan ku. Ya kan?" Tebak Andre dan tebakkan itu sangat tepat.
Belum sempat Bayu menanggapinya Andre sudah kembali bersuara kembali.
"Dengar Bayu, aku tahu apa yang diinginkan istrimu. Proyek kerja sama kita yang melibatkan perusahaan Monces sudah aku atur, agar kau tak perlu lagi mengurusnya. Biarkan Nathan asisten mu itu, atau pun Septi yang menjalaninya. Tolong katakan pada istrimu, kami menyerah. Jangan serang kami lagi dengan hasutan-hasutan mautnya pada istri-istri kami. Dan sekarang datanglah ke kota D. Endah sudah melahirkan lebih cepat dari waktunya karena efek Jimmy meminum obat perangsang itu." Ucap Andre lagi yang membuat Bayu terbelalak.
"Benarkah?" Tanya Bayu tak percaya.
"Buat apa aku berbohong dengan mu, sama saja cari masalah dengan istrimu itu." Jawab Andre.
"Hahahaha... Baiklah aku percaya. Aku akan segera bersiap ke kota D. Aku harus jemput putranku dulu, karena aku sedang ada di kantor saat ini." Balas Bayu dengan tawanya.
"Sayang bangunlah calon menantuku kita sudah launching ke dunia ini," ucap Bayu pada istrinya.
"Apa sayang, Endah melahirkan maksudnya?" Tanya Nayla yang belum juga mau beranjak dari tubuh Bayu.
"Iya, ayo cepat bergegas." Jawab Bayu dan Nayla langsung bangun dan bersemangat untuk menjemput Sultan di kediaman mertuanya.
Sementara itu di sebuah mansion di kota J. Prasetyo alias Tyo tengah di sidang kedua orang tuanya.
"Kau tahu kesalahan apa yang telah kau lakukan anak bodoh?" Tanya Tuan Monces pada putra keduanya.
__ADS_1
Tyo menggeleng tak mengerti, membuat Tuan Monces harus menahan amarahnya untuk menjelaskan kesalahan putranya yang membuat perusahaannya berada di ujung tanduk.
"Kau sudah buat masalah dengan perusahaan nomor satu di negri ini Tyo. Jangan kau pikir kerja sama proyek pembangunan ini main-main! Kau bekerja sama dengan ****** itu untuk merebut mantan kekasih mu yang sudah menikah dengan Tuan Bayu. Jangan bermimpi anak bodoh! Wanita mana yang mau dengan pria yang kerjaannya hanya menghambur-hamburkan uang dan tidur dengan banyak wanita seperti dirimu. Ingat Tyo, Nayla sudah menjadi bagian dari keluarga Adijaya dan Kusuma, jauhi dia! Buang jauh-jauh keinginan mu!" Ucap Tuan Monces dengan kekesalannya.
"Bagaimana Daddy bisa mengetahuinya?" Tanya Tyo tak percaya.
"Daddy memang bisa kau kelabuhi Tyo, tapi tidak dengan mereka. Jangan macam-macam dengan mereka jika kau masih mau menikmati indahnya dunia ini. Dia bisa mengirimmu ke neraka lebih cepat dari waktu yang Tuhan tentukan untukmu." Monces mencoba mengingatkan putranya betapa bahayanya keluarga Kusuma dan Adijaya.
Ia jadi mengingat bagaimana Jimmy menghubunginya penuh amarah, mengintimidasi dirinya dengan ancaman-ancamannya yang menyeramkan. Bagaimana Jimmy tidak mengintimidasi dan mengancamnya. Istrinya jadi harus melahirkan putra dan putri mereka sebelum waktunya karena ulah putranya dan Diana.
Jika saja mereka berdua tidak memberikan minuman Bayu dengan obat perangsang, tidak mungkin Nayla menceritakan efek obat itu pada Anna, hingga membuat Anna menceritakan pada Endah dan juga Jessica.
Karena efek obat sialan itu yang diminum oleh Jimmy, membuat Endah harus melahirkan sebelum waktunya, lagi-lagi kedua cucu Nico ini lahir tidak dengan bantuan tenaga medis. Jimmy membantu sang istri melahirkan seorang diri, di saat dia belum menuntaskan hasratnya pada sang istri.
Pasangan suami istri ini menyambut kehadiran kedua anaknya dengan tanpa sehelai benangpun yang menutupi diri mereka.Mereka tertawa bahagia dengan kelahiran kedua anak mereka yang terlihat sangat sehat. Mereka pun tertawa dengan keadaan mereka yang sama-sama bu.gil. Bersyukurnya Jimmy, karena Endah melahirkan tanpa drama. Walaupun Endah harus mengubur impiannya untuk melahirkan menggunakan cara water birth.
Tyo terdiam mendengarkan ucapan sang Daddy. Ia memikirkan baik-baik ucapan sang Daddy padanya. Sedangkan di perusahaan Monces. Lagi-lagi Diana harus di pecat sebelum rencananya berhasil.
"Sialan, lagi-lagi usaha ku harus gagal dan berujung memalukan seperti ini." Gumam Diana yang memeluk sebuah kardus yang berisi barang-barang pribadinya.
Mampir ya di karya terbaru ku...
__ADS_1