Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 114


__ADS_3

"Tidak penting," jawab Nayla yang malah menggigit bibir suaminya. Kemudian turun dari tubuh Bayu dan kembali membaringkan tubuhnya di samping suaminya.


"Mami ngantuk, Papi mau tidur gak pakai baju kaya gini? Nanti masuk angin loh, mau Mami kerikin lagi?" Ucap Nayla lagi yang memeluk tubuh Bayu yang masih tak mengenakan pakaiannya.


Bayu yang masih tertegun karena Nayla tak mau menjawab pertanyaannya mengenai barang yang diinginkan istrinya itu pun tak menjawab. Ia begitu hanyut dengan pikirannya sendiri.


"Kenapa kamu seakan tak mau membebaniku sayang? Bukankah sudah kewajiban ku memenuhi kebutuhan dan keinginan mu? Baiklah jika kamu tak mau memberitahukan ku, aku akan cari tahu sendiri, dan membelikannya untuk mu." Gumam Bayu di dalam hatinya.


Nayla yang hanya melihat suaminya diam, memilih kembali tidur memeluk tubuh suaminya yang tanpa mengenakan pakaian.


Pagi hari datang, Bayu masih memejamkan matanya meskipun sang fajar telah menyapanya dengan cahaya pagi yang menyegarkan.


Nayla sudah tak ada di kamarnya, ia sudah berada di kamar Sultan. Membantu memakaikan putra sambungnya ini pakaian. Hari ini hari sabtu. Bayu tak pergi ke kantor, biasanya ia akan mengajak keluarga kecilnya berolahraga sebelum pergi kekediaman kedua orang tuanya, yang jaraknya tak jauh dari kediamannya.


Namun, rutinitas di hari sabtu ini tidak seperti biasanya. Karena Nayla membiarkan suami terus tidur tanpa membangunkannya.


"Papi mana Mih?" Tanya Sultan saat dikenakan baju oleh Nayla.


"Masih bobo, semalam Papi gak bisa tidur." Jawab Nayla yang mulai menyisir rambut halus yang mulai tumbuh di kepala plontos sang putra.


Mendengar jawaban Nayla, Sultan menekuk wajahnya. Ia kecewa Papinya masih tidur, padahal ia ingin sekali pergi kerumah Oppa dan Ommanya. Ia sudah sangat rindu ingin bermain dengan Oppanya.


"Kenapa anak Mami mukanya di tekuk? Pasti mau main kerumah Oppa ya?" Tanya Nayla dengan tebakannya.


Sultan menganggukkan kepalanya dengan bibirnya yang sudah mengerucut.


"Pergilah sayang, biar nanti ditemani Suster Marni dan Pak Jono ya." Ucap Nayla yang langsung menerbitkan senyum di wajah tampan Bayu cilik ini.


Sultan memeluk Nayla dan menghujani wajah Nayla dengan ciuman. "Tapi sebelum pergi. Sultan sarapan dulu ya sama Mami?"


"Sultan mau sarapan bersama Oppa sama Omma boleh gak Mih, kali ini saja kok?" Ujar Sultan dengan wajah memohonnya.

__ADS_1


"Ok sayang, kalau begitu anak Mami harus segera cepat kerumah Oppa dan Omma, kalau tidak pasti kamu akan ketinggalan sarapan bersama mereka." Balas Nayla yang segera menggendong Sultan keluar dari kamarnya.


Nayla mengantarkan Sultan hingga sang putra menghilang bersama mobil yang dikendarai oleh Pak Jono. Setelah masuk rumah ia kemudian menghubungi sang ibu mertua. Mengatakan padanya jika Sultan dalam perjalanan ke sana bersama Pak Jono dan Suster Marni.


Nyonya Ratna terdengar begitu senang, mendengar cucunya akan datang. Setelah menutup panggilan teleponnya dari Nayla, ia segera menunggu kehadiran sang cucu di muka pintu.


Sedangkan di rumah Bayu, Nayla menyantap sarapannya seorang diri, ia meminum susu hamil rasa coklat setelah menghabiskan sarapannya. Merasa tak ada kegiatan dan kesepian, Nayla akhirnya memutuskan untuk berenang.


Melihat Nyonya-nya berenang tanpa menggunakan baju renang, malah hanya menggunakan pakaian dalam. Membuat Bi Darmi uang sadar segera berlarian untuk mengunci semua pintu, takut jika Pak Jono kembali atau Pak Toni security masuk ke dalam rumah dan melihat keindahan tubuh Nyonya mudanya itu.


Sewaktu Bi Darmi kembali ke dapur dan melewati anak tangga. Ia bertemu Bayu yang masih bermuka bantal.


"Isrtiku dimana Bi?" Tanya Bayu saat melihat Bi Darmi melintasinya.


"Sedang berenang Den," jawab Bi Darmi yang berjalan sambil berlalu.


Ia tak mau mengotori matanya dengan memandangi penampilan berantakan Bayu dengan Junior yang nambak menonjol di balik celana tidur yang Bayu kenakan.


Bukannya menghampiri istrinya, Bayu yang haus pun memilih duduk di kursi meja makan, ia menuang air putih ke dalam gelas dan menengguknya.


Glek...glek...glek [Suara tegukan Bayu yang benar-benar haus].


"Den Bayu mau dibuatkan kopi sama Bibi?" Tawar Bi Darmi yang menyiapkan sarapan roti bakar untuk Bayu.


"Gak usah Bi, nanti Nayla marah saya terlelau banyak minum kopi." Jawab Bayu yang meolah tawaran Bibi.


"Jadi mau dibuatkan apa Den?" Tanya Bi Darmi yang bingung harus membuat minuma apa untuk majikannya itu.


"Coklat hangat saja Bi." Jawab Bayu sembari membuka pesan singkat di ponselnya.


"Andre? Banyak sekali telepon dan pesan dari dia. Mau apa nih anak?" Gumam Bayu yang memilih mengabaikan pesan teman bisnisnya itu dan memilih membuka pesan dari sang Daddy yang baru saja ia terima.

__ADS_1


Bay, bilang istri mu, Sultan biar nginap di sini malam ini. Jangan di jemput! Daddy dan Mommy mau kangen-kangenan sama Sultan. Daddy.


"Bi, memangnya Sultan pergi kerumah Daddy dan Mommy ya?" Tanya Bayu pada Bi Darmi yang sedang mencuci piring di dapur.


"Iya Den," jawab Bi Darmi tanpa meninggalkan aktivitasnya.


Mendengar jawaban Bi Darmi, sebuah senyum licik terurai di wajah Bayu.


"Bi, apa Bibi gak kangen sama keluarga di rumah?" Tanya Bayu seakan perduli dan perhatian pada pembantu setianya itu.


"Kangen Den, masa gak kangen sama anak dan cucu." Jawab Bi Darmi yang sedang mengelap piring yang baru saja di cuci olehnya.


"Ya sudah kalau kangen sekarang Bibi pulang saja gih sana!" Perintah Bayu yang terkesan mengusir Bi Darmi dengan senyum penuh arti yang dapat dimengerti oleh Bi Darmi


"Bibi balik senin pagi boleh Den?" Tanya Bi Darmi pada Bayu yang masih menatapnya.


"Boleh," jawab Bayu singkat.


Bi Darmi segera bergegas pergi ke kamarnya, guna mengambil barang-barang pentingnya yang ingin dia bawa pulang.


Bayu mengantar Bi Darmin pulang sampai di muka pintu rumah. Ia masuk kembali dan mengunci pintu rumahnya. Ia berlari menuju kolam renang yang sejak tadi mencuri perhatiannya.


Sejak tadi matanya sudah tergoda dengan penampilan seksi sang istri yang tengah berenang, hanya menggunakan bikini. Nayla yang sedang mengambangkan tubuhnya di dalam kolam tidak menyadari dengan kedatangan Bayu yang telah membuka piamanya.


"Aaaa....." Nayla menjerit ketika Bayu menyundul bokongnya dari bawah.


Nayla berdiri di dalam kolam mencari siapa yang sudah menyundul bokongnya tadi. Ia terus melihat ke kiri kekanan bahkan ke belakang, tak ada orang yang ia lihat. Bayu sangat pintar bersembunyi dibelakang tubuh Nayla. Ia terus mengikuti pergerakan tubuh Nayla, hingga Nayla tak bisa melihat tubuhnya.


Namun Nayla adalah perempuan yang pintar dan banyak akal. Ia tendang ke belakang kakinya yang tepat mengenai junior Bayu.


"Emmmpttt...Mamiiiiii....." Pekik Bayu yang tak bisa menahan rasa sakit tendang Nayla yang seakan sekuat tenaga.

__ADS_1


__ADS_2