Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang
JTD Bab 60


__ADS_3

Dengan didorong kursi roda oleh Bayu, Nayla dibawa ke ruang Dokter specialis kandungan yang memiliki jam praktek sore hari ini. Dokter yang di rekomendasikan oleh Dokter Edo, menolak untuk melakukan visit ke ruang rawat Nayla. Karena jam prakteknya hari ini sangat padat dan sudah banyak appointment dengan para pasiennya.


"Sore Dok," sapa Bayu dan Nayla saat memasuki ruang Dokter Arum.


"Sore Tuan Bayu dan Nyonya Nayla. Mohon maaf atas ketidak sediaan saya untuk melakukan pemeriksaan di ruang rawat Anda, karena saya sudah ada janji sebelumnya dengan beberapa pasien saya yang lain." Ucap Dokter Arum yang merasa tak enak hati dengan sepasang suami istri yang ada dihadapannya.


"Tidak apa Dok, tidak perlu sungkan." Balas Bayu dengan wajah datarnya.


Nayla hanya diam saja memperhatikan keduanya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Jadi bagaimana Tuan dan Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Dokter Arumi dengan pertanyaan klisenya.


"Aneh nih Dokter pertanyaannya, udah tahu kalau datang kesini, ya pasti pengen priksa kehamilan emang mau jahit baju disinikan Dokter bukan tailor?" Batin Nayla yang merutuki basa-basi sang Dokter.


"Seperti yang sudah disampaikan Dokter Edo, kedatangan saya dan istri saya kesini, ingin memeriksana kondisi rahim istri saya, apakah sudah ada janin di dalam sana hingga membuat istri saya mengalami pusing dan tak nafsu makan," terang Bayu dengan wajah datarnya pada Dokter Arumi yang tengah mendengar penjelasannya.


"Ok Baiklah kalau begitu, kita awali dengan test urin terlebih dahulu ya. Tuan bayu bisa membantu Nyonya Nayla untuk melakukan test urine dengan alat test pack ini di toilet yang ada di ruangan ini," ucap Dokter Arumi seraya menunjuk arah toilet yang ada di ruangannya dengan tangan kanannya.


Nayla menerima alat test kehamilan berbentuk stik yang diberikan Dokter Arum padanya.

__ADS_1


"Cara pakainya gimana ya Dok? Saya gak tahu," Tanya Nayla dengan wajah yang bingung.


"Begini Nyonya, pertama-tama saya jelaskan dulu. Ini adalah alat tes kehamilan berupa stik yang digunakan dengan cara meneteskan urin Nyonya yang sebelumnya Nyonya tampung terlebih dahulu. Untuk wadah penampungannya ada di dalam toilet ya, Nyonya."


"Ok baik Dokter, bisa dilanjut penjelasannya lagi Dok!"


"Baik Nyonya. Selanjutnya setelah Anda menampung urin Anda. Anda bisa buka kemasan dan pegang alat stik ini dengan posisi ujung resapan menghadap ke bawah, rendam ujung resapan pada urin yang sudah Anda tampung sebelumnya,selama minimal 10 detik. hingga kondisi ujung resapan basah karena urine.Pastikan agar tidak membasahi jendela atau tempat penunjuk hasil, ya Nyonya. Setelah itu Amda bisa berikan stik test peck ini pada saya. Saya akan membacakan hasilnya untuk Anda." Terang Dokter Arumi yang diangguki oleh Nayla yang sudah mengerti dengan apa.yang harus dia lakukan sekarang.


Dengan bantuan Bayu, Nayla melakukan test kehamilan sederhana dengan test peck yang diberikan Dokter Arumi padanya. Selama lima menit keduanya berada di dalam toilet. Melakukan apa yang di instruksikan Dokter Arumi pada mereka. Lebih tepatnya Bayu yang melakukan semua instruksi yang di berikan Dokter Arumi pada Nayla. Nayla sejak tadi hanya diem saja, ia hanya menampung air seninya ke dalam wadah lalu kemudian memberikannya pada Bayu.


Bayu dengan telaten dan tanpa rasa jijik melakukan semua step yang di instruksi Dokter Arumi. Sepuluh detik sudah Bayu merendam ujung test peck itu, hingga semua permukaan ujung test peck itu basah karena sudah menyerap urine Nayla dengan sempurna.


Bayu yang melihat permukaan ujung test pect sudah basah sempurna, segera membuang air seni Nayla ke dalam kloset.


"Mas gak tahu sayang, tadi kata Dokter Arumi, dia yang akan membacakan hasilnya untuk kitakan?" Jawab Bayu yang pura-pura tidak tahu, padahal ia sudah mengetahui hasilnya.


Hasil dari test urin yang dilakukan Nayla menunjukkan jika ia positif hamil, terbukti dengan munculnya garis merah pada jendela kontrol yang berbentuk bulat pada bagian test peck yang digunakan Nayla.


Hati Bayu terlihat senang, melihat hasil test Nayla, namun ia sengaja menyembunyikan hasil yang ia ketahui agar Nayla mengetahuinya dari penjelasan Dokter saja.

__ADS_1


Setelah membawa Nayla keluar dari Toilet, Bayu segera menyerahkan test pect yang Nayla gunakan pada sang Dokter. Bayu meletakkan begitu saja alat tes kehamilan itu di atas meja sang Dokter yang sedang tersenyum pada Nayla.


Dokter Arumi mengambil test pect yang Bayu letakkan di atas mejanya, ia mengamati dengan serius hasil test kehamilan yang digunakan Nayla tadi. Dokter muda itu nampak tersenyum menatap hasil test pect yang ada di tangannya.


"Selamat Tuan dan Nyonya, hasil test kehamilan menunjukkan jika Nyonya Nayla positif hamil," ucap sang Dokter yang membuat Nayla tertawa bahagia.


Ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, berkali-kali ia mencium pipi suaminya di depan sang dokter tanpa rasa malu. Dokter Arumi yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan memaklumi reaksi Nayla.


"Hahaha... gue hamidun, ada cebong di perut gue dong ... bisa juga gue hamidun ternyata, Wah si Amel harus tahu ni, kalau dia bakal punya keponakan baru lagi," batin Nayla yang bersorak bahagia mengetahui kehamilannya.


Bayu segera memberitahukan kabar bahagia ini kepada kedua orang tuanya, juga pada kedua mertuanya. Mereka yang diberi kabar berita bahagia ini oleh Bayu pun turut bahagia mendengar kehamilan Nayla.


Saat ini Bayu dan Nayla sudah kembali ke ruang rawat Nayla. Nayla kita sedang berbaring sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata itu. Ia terus saja tersenyum, seperti sedang memikirikan sesuatu yang mengasyikan dan entah apa itu. Tapi yang pasti Bayu yang sejak tadi memperhatikan Nayla sudah memiliki perasaan yang tak enak.


"Aku tahu sayang, dibalik senyuman mu itu ada rencana busuk yang akan kamu lancarkan pada ku, aku pun harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Pasti kamu akan menggunakan kehamilan mu itu sebagai kunci dari permintaan mu yang aneh-aneh pada ku nanti," gumam Bayu di dalam hatinya, matanya terus saja memperhatikan aktifitas Nayla yang sejak tadi hanya mengelus perutnya dan senyum-senyum sendiri.


Dan benar saja, belum lama Bayu bicara, Nayla sudah memanggilnya.


"Mas... Mas Bayu...sini deh, Nay mau ngomong!" Pinta Nayla dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Persiapkan dirimu Bayu, dia pasti akan memulai aksinya dengan permintaan aneh yang akan sulit kau penuhi nanti. Semangatlah Bayu, membahagiakan istri adalah salah satu tugas suami," batin Bayu yang menyemangati dirinya sendiri. Ia memalangkah mau tak mau menghampiri Nayla. Ia paham betul dibalik senyuman Nayla ada udang di balik Batu.


"Iya sayang, ada apa?" Tanya Bayu yang terlihat lesu. Meskipun dia sudah menyemangati dirinya tetap saja ia merasa lesu karena perasaan hatinya makin tak karungan saat melihat senyum penuh arti yang ditampilkan Nayla.


__ADS_2